Rabu, 18 Januari 2012

Bapak ini gimana? Atau aku harus gimana?

Posted by Uswah on Rabu, Januari 18, 2012 with 6 comments
Di pagi hari, suara lantang nan menggebu-nggebu terasa pekakkan telingaku, dia beteriak layaknya orator ulung sedang memimpin demo, tidak ketinggalan backsound "prak-prak-prak, jedor-jedor-jedor", suara pukulan yang dihantamkan di meja, aku njingkat, sebagai penghuni baru aku sangat terganggu, karena merasa terusik maka aku putuskan untuk menengok sumber teriakan di TKP, dan ternyata adalah bapak Guru yang lumayan sudah agak sepuh (tua) yang sedang mengajar di kelas,
awalnya kesalahan tidak ada padanya, masalahnya adalah: aku memiliki kebiasaan buruk tidur pagi (maklum, pengangguran :p), nah... kebetulan kamarku berdekatan dengan sumber suara,, gak tepat banget sih paaaak kalo mau teriak, mending bapak jadi suporter bonek ajah yang teriak-teriak di lapangan, tapi paaakkk,, sampean itu teriak-teriak kayak gitu sama anak-anak yang masih kelas 6 SD, KE-LAS E-NAM ES-DE, disamping aku kehilangan momen indahku untuk tidur dengan nyenyak aku juga miris banget liat anak seumuran gitu dibentak-bentak, hari-hari kudengarkan sampai genap satu bulan bapak itu tidak berubah, apalagi setelah aku tau ada salah satu murid merusakkan kipas angin sekolah,dan murid itu langsung di tampar, Ya Ampuun, astaghfirullah T.T Masya Allaaah... Aku juga pernah jadi murid, aku juga pernah nakal banget, rame sendiri, gak perhatikan guru, ngobrol sama temen, sekolah gak fokus, o'on, gak mudhengan, ngeselin guru, ngerjain guru, gak bikin pe-er, bikin guru sebel, tapi aku gak pernah di bentak-bentak oleh guruku, apa lagi sampai main fisik segala, mereka mendidikku dengan penuh kasih sayang, paling notok ngambeg aja deh guruku, jam ngajar dipotong sekian menit untuk menetralisir suasana hati guruku, nanti juga balik lagi, dengan begitu kami jadi ngerasa tidak enak hati dan lambat laun berubah, aku juga pernah kok jadi guru, muridku gak kalah bandel, tapi kesabaran guruku selalu menginspirasiku mendidik anak-anakku, hasilnya juga alhamdulilah baik, tidak ada ruginya bersabar menghadapi anak-anak dan tidak ada untungnya berlaku kasar pada anak-anak..



Oke,, kembali pada momen indah yang sempat ternodai, kembali ke bapak tadi, usut punya usut, alasan bapak itu sederhana "saya hanya ingin ditakuti anak-anak, karena disini tidak ada yang ditakuti, jadi saya pasang wajah menyeramkan biar anak-anak tidak melawan saya".. Whattttt??? x_x alasannya sesimpel itu? Trus mana yang lebih penting? Mencetak anak penakut atau mencetak anak berakhlak? Kenapa lebih mementingkan untuk jadi yang dihormati daripada mengajari anak hormat atas nama taat? Lalu apa itu namanya? Bukan hormat, tapi taat atas nama terpaksa.. Kita tidak perlu kok membuat diri kita menjadi tampak berwibawa di depan anak-anak, apalagi dengan cara-cara yang egois, kita cukup membangun jiwa mereka agar mereka tampak wibawa sebagai seorang murid atau santri yang sam'an wa ta'atan tanpa paksaan, akan lebih berkesan di hati anak-anak apabila kita dikenang sebagai sosok yang berkasih sayang dan penyabar kala mereka dewasa kelak, kita tidak hanya dianggap sebagai murobbi atau pendidik tapi kita juga dianggap seperti orang tua mereka, daripada kita dikenang sebagai sosok yang bengis dan ditakuti yang nantinya jadi target ghibah murid kita sendiri

Zaman mungkin sudah berubah, mungkin bapak (Ya Allah, bapak ngapunten nggeh, bapak sudah sepuh tapi ku ceramahi panjang lebar disini >,<) menganggap bahwa mendisiplinkan dengan cara militer adalah ampuh, tapi lebih baik kita mendahulukan maslahat, kita juga harus mempertimbangkan psikis anak, mereka masih kecil, masih polos, tidak mengerti apa-apa, mereka di sekolahkan disini karena orang tua mereka berharap banyak pada yayasan ini agar anaknya bisa menjadi orang yang berakhlak mulia, siapapun pasti akan kecewa kalau anak mereka (meskipun orang tua menyadari anaknya nakal) mengetahui kalau anaknya diperlakukan dengan cara kasar seperti itu,. Kanjeng Nabi Muhammad adalah manusia yang diutus Tuhan untuk membenahi akhlak, dan sungguh Nabi Muhammad adalah orang yang sangat penyayang, tidak pernah melakukan kekerasan, Nabi bersabda "tidak termasuk golonganku yang tidak menyayangi yang muda dan tidak menghormati yang tua".. Jadi,, please bapak.. please.. Jangan teriak-teriak kalau ngajar, jangan bentak-bentak kalau ngobrol dengan murid, jangan pakai kekerasan kalau mengingatkan kesalahan murid, biar aku gak njingkat teruuus, biar tidur pagiku nyenyaaaak.. hoammmhhhh

(teringat ungkapan, "jika mulutmu bungkam maka lawan dengan tulisan", pengennya ngomong langsung ke bapak guru yang tadi begitu tau alasannya berlaku seperti itu, tapi apalah dayaku.. anak kecil yang tidak dianggap u,u)

*lho, ini kok pake gambarnya bung karno ya? gak tau deh, ini bukan ada unsur apa2 lo ya,, gak tau tadi itu gugling gambar pake keyword 'teriak' la kok yang muncul gambarnya bung  karno, dan kayaknya sesuatu banget gitu, chemistry gitu.. halah mbuh ini efek tidur pagi gak nyenyak, jadinya ngelantur gini, MERDEKAAAAA!!!!!!!!

6 komentar

ingin ditakuti atu ingin disegani, pilih mana ya si bapak?

salam kenal mbak.... follow back yak
pengen terlihat wibawa, bawa apaan yak? hehe

iyyah.. langsung menuju TKP tuk folbek,, hik7x.. salam kenal juga mbak magdalena
Delete
ReplyDelete
Merdeka....!!
ahahaha :D
Atas nama bangsa Indonesia.. hehehe.. Terima kasih mbak maya kunjungannya :)
Delete
ReplyDelete
berkunjung balik.. followed done
Terima kasih follownya dan kunjungannya.. Tetep ber(kampung)karya \(^_^)/
Delete
ReplyDelete

Posting Komentar

Budayakan berkomentar  ヽ(^。^)ノ

Cancel Reply