Senin, 25 Maret 2013

Tidak Perlu Menjadi Emak-nya Malin Kundang

Posted by Uswah on Senin, Maret 25, 2013 with 127 comments

(Untuk semua ibu dan calon ibu atau yang masih memiliki ibu)

Ehm, Salam Ngopi :)

Masih ingat kisah Malin Kundang? Cerita yang menjadi "momok" untuk anak-anak ini sangat populer di negri kita, dan 99,9% makhluk di dunia akan sepakat bahwa "Anak Durhaka" ini pantas mendapat kutukan, tapi marilah kita lebih obyektif lagi, bukankah jelmaan batu itu merupakan akibat dari sabda dari seorang ibu? Sebenarnya sampai dimana batas kesabaran menjadi seorang ibu?

Suatu hari ketika berjalan melewati perkampungan, aku mendengar seorang ibu yang membentak anaknya "Ojok nang embong kon ketabrak kapok kon!" (Jangan di jalan nanti ketabrak sukurin kamu_red), pernah juga kebetulan sedang membeli sesuatu di toko sebelah terdengar suara ibu penjaga toko "Anak kok malasnya minta ampun", Yang lebih parah lagi, ketika bertandang ke rumah temanku, tiba-tiba ibunya nyeletuk omongan "Kamu kok pelupa sih? Dasar tai", dan masih banyak lagi contoh yang tidak mungkin aku sebutin satu-satu.. Aku sampai miris dan mbrebes mili melihat juga mendengarkan kata-kata kotor keluar dari mulut seorang ibu.. lalu dari sisi manakah surganya seorang ibu yang kata Nabi ada di telapak kakinya?


Ya.. Sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari seorang ibu yang jengkel atas kenakalan atau kesalahan anak-anaknya melaknat atau menyumpahi mereka. Baik dengan kata-kata yang kotor (tidak pantas) ataupun do'a yang tidak baik. Sehingga sudah menjadi kebiasaan yang mendarah daging. Sang ibu tidak pernah merasa bersalah ataupun berdosa atas perbuatannya tersebut. Sambil bersungut-sungut dan mengumpat ia pun berlalu, meninggalkan buah hatinya dalam keadaan menangis.

Memang profesi sebagai ibu rumah tangga mempunyai tugas yang seabrek-abrek, ibarat pekerja ibu mempunyai jam kerja yang tidak terbatas tidak seperti layaknya wanita karir kantoran yang mempunyai jadwal kerja antar 6-8 jam. Selepas itu ia bisa beristirahat dengan tenang. Sedangkan bagi ibu yang memiliki anak haruslah menjaga mereka 24 jam, belum melayani suami, memasak, mengurus rumah, menggosok pakaian, dan lain-lainnya, duh capeknya!!!

Beruntunglah para ibu yang suaminya menyediakan khadimah atau pembantu di rumah untuk meringankan tugasnya. Bagaimana bila sang suami tidak mampu? Tentu dialah yang harus menyelesaikan tugas itu sendirian, dan biasanya bila sang ibu kelelahan kondisinya sangatlah labil sedikit saja buah hatinya melakukan hal-hal yang menurutnya tidak sewajarnya, maka terkadang tidak dapat mengontrol emosinya. Jadi buntut-buntutnya keluarlah cercaan, cacian, makian, laknat dan sumpah yang tidak baik kepada anak-anak mereka. Ironisnya sang ayah yang mendengar terkadang hanya diam saja. Lalu bagaimana sebenarnya islam memandang hal ini??

Islam melarang orang tua melaknat anak-anak mereka, bukan hanya itu kitapun dilarang menyumpahi diri kita sendiri ketika kita marah, karena sesungguhnya kita tidak mengetahui kapan saatnya perkataan ataupun do'a (baik maupun buruk) yang kita ucapkan akan di kabulkan.

Dari Jabir bin Abdullah Radhiyallahu anhu, dia menceritakan bahwa Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam telah bersabda:

''Janganlah kalian menyumpahi diri kalian, dan jangan pula menyumpahi anak-anak kalian dan harta kalian, kalian tidak mengetahui saat permintaan (do'a) dikabulkan sehingga Allah akan mengabulkan sumpah itu'' (HR.Muslim) 

Hadits diatas menjelaskan bahwa ada waktu-waktu baik yang di dalamnya akan dikabulkan doa, karena itu hadits ini melarang kita untuk menyumpahi diri, putera-puteri kita, dan harta kekayaan kita, supaya sumpah itu tidak bertepatan dengan waktu pengabulan do'a sehingga selamat dari bahaya.

Tetapi sayangnya, banyak dari kaum ibu yang melaknat dan menyumpahi anak-anak mereka. Mereka beralasan bahwa sebenarnya mereka tidak bermaksud demikian. Padahal sebagaimana kita ketahui alasan tersebut tidak dapat diterima karena larangannya telah jelas dan tegas.

Masih banyak contoh lagi ibu-ibu yang mengikuti jejak ibu Malin Kundang, pernah diberitakan di koran bahwa pada waktu itu ada seorang tetangga mendapati seorang anak laki-laki yang kira-kira berusia 9 tahun ditemukan tewas tersambar petir. Berdatanganlah semua orang untuk melihatnya tak lama kemudian datanglah sang ibu yang menangis terisak-isak kemudian menjerit karena tidak mengira anaknya telah mati.

Setelah diselidiki oleh warga, ternyata sebab kematian anaknya tersebut adalah akibat dari sumpah siibunya sendiri yang pada waktu ketika ia marah ia menyumpahi anaknya agar tersambar petir. wal iyyadzu billah... Akhirnya sumpahnya tersebut dikabulkan Allah dan menyesallah sang ibu dengan penyesalan yang teramat mendalam. Nasi sudah menjadi bubur.....

Kisah lainnya, seorang anak laki-laki berusia kira-kira 7 tahun ditemukan tewas tenggelam di sungai. Peristiwa ini belumlah lama terjadi kira-kira 4 bulan yang lalu kejadiannya pun demikian anak tersebut terkena sumpah ibunya.

Ibunya yang marah mendoakan kematian bagi anaknya tersebut. Dalam hujan gerimis anak itupun keluar bermain dengan kawan-kawannya ketika dia berjalan di tepian sungai malang kakinya tergelincir, tenggelamlah ia ke dalamnya. Kawan-kawannya tak kuasa menolongnya mereka berusaha mencari pertolongan orang dewasa, akhirnya sang anakpun terangkat ke tepi akan tetapi dia telah meninggal karena terlalu banyak menelan air sungai dan meraunglah sang ibu dengan ucapan bahwa dia tidak bersungguh-sungguh menyumpahi anaknya. Semua orang yang hadir hanya lah terhenyak. Ya ... kiranya sumpah dan laknat telah menjadi budaya bagi kaum ibu-ibu kita. Sehingga sangatlah disesalkan anak-anak mereka menjadi korban.

Sungguh sangat tragis dan menyedihkan jauhnya kita dari agama ini membuat kita terjerumus dalam kesalahan yang fatal. Semoga Allah membimbing kita semua dan mengampuni dosa-dosa kita.

Sebenarnya banyak tips yang bisa di pelajari oleh para ibu rumah tangga agar mereka mampu mengontrol emosi mereka ketika marah.

Ketika ibu marah, ingatlah bahwa Allah selalu mengawasi kita dan ingatlah bahwa anak tidaklah langsung tumbuh menjadi dewasa, kita juga dulunya anak-anak yang terkadang nakal dan menjengkelkan orangtua kita.

Tarik nafas dalam-dalam dan santai (relaks) diam sejenak pandang anak dengan wajah yang lain dari biasanya tunjukkan ketidak sukaan kita akan ulah mereka, bila ibu ingin melotot atau merenggutkan muka maka lakukanlah agar anak takut

Bila kedua cara diatas belum bisa menguasai emosi ibu segeralah ucapkan istighfar bila ibu ingin mengeraskan suara maka lakukanlah sehingga anak mendengar ucapan ibu, dan ingat ucapan istighfar itu akan terekam dalam otak anak-anak kita sehingga ketika mereka marah atau melakukan kesalahan secara otomatis mereka akan meniru kita, kerjakanlah pekerjaan rumah tangga apa yang ibu sanggup jangan memaksakan diri, tidurlah segera ketika anak-anak tidur sehingga ibu mempunyai waktu untuk beristirahat, dan tentu saja kerjasama antara suami istri sangat penting sekali dalam rumah tangga. Berilah pengertian kepada suami mengapa ibu tidak bisa menyelesaikan tugas rumah tangga ibu dengan penjelasan yang baik dan cara yang hikmah insya Allah suami akan mengerti. Sehingga kebiasaan yang buruk menyumpahi anak ketika marah insya Allah akan berkurang sedikit demi sedikit.

Jangan lupa berdo'alah kepada Allah agar Dia Yang Maha Kuasa merubah kebiasaan buruk ini sesungguhnya hati Ibu dalam genggamanNya. sesungguhnya doa tulus seorang ibu ibarat doa seorang nabi kepada ummatnya.. Insya Allah, kita tidak akan senang lagi menyumpahi anak-anak kita ketika marah.

Finally, Dear emak-emak dan calon Emak, Anda tidak perlu 'jadi ibunya Malin Kundang' untuk buktiin bahwa ucapan Anda bertuah. We, the children, already know you can. (Kasirat Ash-Shanamayn)

127 komentar

aku setuju tuh, kadang orang tua kalo kesel sama anak suka nyumpahin yang macem2
Uswah mengatakan... 25 Maret 2013 17.36
iya... kasian anaknya jadi korban ︶︿︶
Delete
Saya suka dengan blog ini, sangat ringan loadingnya.
Delete
Uswah mengatakan... 25 Maret 2013 21.40
sering berkunjung yak.. hehe (*^﹏^*)
Delete
Payz0 mengatakan... 26 Maret 2013 11.56
ucapan adalah do'a... maka berhati-hatilah... wah ini ternyata blog ustadzah ya... mantab
Delete
Uswah mengatakan... 26 Maret 2013 12.11
aduh belom sampe segitu -____-
Delete
iya ringn bngt kya mkrupuk,,krauk karaukk
Delete
Uswah mengatakan... 26 Maret 2013 14.35
*nyam nyam* ":D
Delete
Payz0 mengatakan... 27 Maret 2013 15.01
mampir lagi nih mba.. cuma mo minta bantuan cek lagi blog saya pa masih gak bisa di buka.. thanks
Delete
Uswah mengatakan... 27 Maret 2013 21.16
lancar jaya, lanjutkan!
Delete
ReplyDelete
kalau masalah penyebab ibu nya anak2 muncul sumpah serapah atau omongan gara2 capek ngerjakan pekerjaan rumah, ngurus anak dsb memang kenyataanya demikian. sudah capek diomelin suami pula, nah keadaan ini yang coba aku mengerti psikologis istriku, kadang2 juga bantu2 pekerjaan rumah, pokoknya baiti jannati dulu biar gak timbul sumpah serapah.

Uswah mengatakan... 25 Maret 2013 17.37
yappp... suami harus bisa memahami istrinya dan sebaliknya ^_^
Delete
ahaa...itulah esensi dari rumah tangga, malah pas walimahan di rumahku, aku diberi bekal sama mbah yai begini : sebenare wong lanang yang handle segala keburuhan, keperluan, pekerjaan rumah. Karena laki-laki adalah imam bagi perempuan.
tapi perempuan juga butuh pahala dari suami dengan membantu suami mengerjakan urusan rumah. Jadi sebenarnya istri kita cuma membantu bukan menghandle semuanya dan bukan menjadi keharusan.
halah kepanjangen..(sambil makan sukun goreng manis)
Delete
Uswah mengatakan... 26 Maret 2013 08.20
rumah tangga memang harus saling melengkapi mas.. kalo dlm alquran bahasanya "hunna libasun lakum wa antum libasun lakum".. suami dan istri ibaratnya adalah pakaian yang mana keduanya saling menutupi, artinya suami melengkapi kekurangan istri dan begitupun sebaliknya :)

mintak sukunnya dong :D
Delete
malah dapat pencerahan dari bu nyai, jadi lebih adem ati ini dalam mengarungi kehidupan rumah tangga.
sukun gorengnya sudah habis tinggal sukun mentah, mau ?hihi
Delete
Uswah mengatakan... 26 Maret 2013 11.54
hadeeeeh.. betewe, sukun itu selalu ada disini, murah meriah sihh :D
Delete
pagi-pagi ngeblog sambil berkunjung ditemani ketela goreng pakai sambel :D
Delete
Uswah mengatakan... 27 Maret 2013 21.17
sambel bajak apa bajak laut? kirim dong..
Delete
sambel gak pake lombok, lha wong lombok di pasar tanjung sekilo 60 ribu, bawang 35 ribu, brambang 30 ribu,
sayur buk sayur..hahaha
Delete
Uswah mengatakan... 28 Maret 2013 22.36
alih profesi, mas :p
Delete
ReplyDelete
mungkin orang tua mereka blom dapet hidayah :D

semoga lekas di berikan jalan hidaya oleh Allah Subhanawata'ala :)

btw gagal pertamaxs :'(
Uswah mengatakan... 25 Maret 2013 17.38
amiiiin...

wah besok bs coba lagi tuh :p
Delete
oke atuh.. :p
Delete
ReplyDelete
iya Mbak. ini sangat saya ingat. saya akan selalu menularkan ini ke istri saya, biar selalu dapat menjaga lisannya. akibatnya bisa sedemikian fatal jika slip sedikit saja.

btw Mbak, kan lagi nunggu kelahiran ananda ya? saya selalu ikut mendoakan selalu.
Uswah mengatakan... 25 Maret 2013 17.39
semoga artikel ini bermanfaat sbg pengingat kita semua..

amiiiiiiiin... makasih om :)
Delete
Aamiin, ikut mendoakan juga :)
Delete
Uswah mengatakan... 25 Maret 2013 20.12
amiiiiiin o:)
Delete
saya barusan shalat malam, udah takdoain biar besok lahiran sukses banget. tidak bermaksud riya', tapi ingin memberi Mbak motivasi dan keyakinan, bahwa teman2 selalu berdoa juga untuk Mbak.
Delete
Uswah mengatakan... 26 Maret 2013 08.16
alhamdulillaaaah.. Matur nuwun makasih sekali bang zach :) ini lo yg disebut saudara.. jazakallah ahasanal jaza' :')
Delete
ReplyDelete
Semoga para orang tua sadar tentang hal ini ya, sehingga tidak ada lagi kata2 sumpah serapah yg seperti di atas di sebutkan..
Uswah mengatakan... 25 Maret 2013 17.40
yah.. kan sayang seribu sayang kalau buah hati sendiri celaka gara2 ucapan orang tua yg tdk sadar :)
Delete
ReplyDelete
menjadi orang tua yg baik memang ga mudah yaaa, semoga kita bisa menjadi orangtua terbaik buat anak2 kita (kelak) *golek jodoh sik :)
Uswah mengatakan... 25 Maret 2013 17.41
amiiiin...

wkwkwwkk, aku carikan ya? :D
Delete
ReplyDelete
Bagaimanapun pelajaran akhlak yang pertama untuk anak-anak dari orang tuanya dulu ya.
Uswah mengatakan... 25 Maret 2013 20.11
ya.. al umm madrosah ula, terutama sang ibu yang merupakan sekolah perdana bagi seorang anak :)
Delete
setuju deh sama kamu :D
Delete
Uswah mengatakan... 26 Maret 2013 15.33
aku juga setuju sama aku sendiri..
Delete
ReplyDelete
sudah ndak jaman kayaknya malin kundang, seperti.
Orang Indonesia lebih suka yang modern sekarang
Uswah mengatakan... 25 Maret 2013 20.12
hahahaa.. masalahnya masih banyak titisan emaknya malin kundang, juga titisan malin kundang -____-
Delete
ReplyDelete
sejelek bagaimanapun sifat seorang ibu, dia tetaplah ibu dari sang anak, ..salam :-)
Uswah mengatakan... 25 Maret 2013 20.37
bener bang, jadi bisa dibalik gitu yah.. kalo sang ibu sedang khilaf mengucapkan yang buruk pada anaknya, tinggal seorang anak yang berdoa baik-baik untuk ibunya :)
Delete
ReplyDelete
Terdidik sebelum mendidik..
(terdidik bukan berarti harus berpendidikan, karna terbukti ada orang2 yang berpendidikan tapi tidak terdidik)

nice post,
salam persahabatan
Uswah mengatakan... 25 Maret 2013 21.35
itu yang repot.. jadinya seperti orang yang tidak berpendidikan -___-

Terima kasih kunjungannya :)
Delete
Uswah mengatakan... 26 Maret 2013 15.32
lho..
Delete
ReplyDelete
Kata yang terucap termasuk doa ya ?
Tapi jaman sekarang kemungkinan karena seorang ibu yang sudah capek kerja diluar rumah, kemudian lelah dan melampiaskan emosinya pada anak-anaknya. Tuntutan jaman yang serba materialistis.
Uswah mengatakan... 25 Maret 2013 21.37
itulah yg dibahas di postingan ini... sepertinya wanita serba salah ya.. tapi memang resiko menjadi ibu, ibu bukanlah malaikat, masih memiliki banyak kekurangan, tapi bagaimana caranya agar ibu bisa menjadi mulia tinimbang malaikat, itu tantangan untuk wanita, bukan? :D

yang cowok apa ngerti yak? :D
Delete
ReplyDelete
Setuju Mbak Uswahh..besok kalau aku jadi Ibu..nggak akan jadi Ibunya malin kundang, dikit-dikit mengeluarkan jimat keangkuhan. Semoga senantiasa terjaga dari hal-hal yang demikian
Uswah mengatakan... 25 Maret 2013 21.39
yapp... pepatah sendiri menyatakan, kasih ibu sepanjang masa, jangan sampai terputus saat sumpah serapah diucapkan :)
Delete
Iya Bunda..... :)
Delete
Cari sarapan baru....di sini...kangen dengan tulisan Mbak Uswah
Delete
Uswah mengatakan... 27 Maret 2013 21.18
ada postingan baru dind..
Delete
ReplyDelete
benar sekali kawan,, kita harus berhati hati dengan lidah dan perkataannya..
Uswah mengatakan... 25 Maret 2013 21.39
right ^_^
Delete
wah modemku baru bisa online kk,,hehehe
Delete
Uswah mengatakan... 27 Maret 2013 21.19
modemnya abis puasa senen kamis yak.. hihi
Delete
ReplyDelete
semua anak terlahir cerdas, bahagia, sukses dan semua yg orang dewasa inginkan.. :( perilaku orang tua lah yang sering kali menutup itu semua ;( semoga kita bisa menjadi orang yg lebih baik lagi.. di mulai dari diri kita :( dan gag hanya terbatas pada teori ;(
makasii iia :)
Uswah mengatakan... 25 Maret 2013 22.04
ya.. kadang orang tua tidak sadar, penyesalan selalu berada di belakang, jika di depan maka namanya pendaftaran..

semoga kita selalu menjaga lisan kita :)
Delete
itu dia.. bener banged mbak :p
maksud saiia 'gag hanya terbatas pada teori' iia bener2 bisa pake
apa yg kita ucapin :)
Delete
Uswah mengatakan... 28 Maret 2013 22.36
he'em.. diawali dari kita dulu
Delete
ReplyDelete
betul sob,saya sering mendengar kata-kata yang lain yang hampir mirip tulisan di atas namun mungkin juga sang ibu merasa jengkel akan tingkah anaknya,ya seharus betul jangan sampai berlebihan ya sob,namun yah yang namanya orang lagi marah.
Uswah mengatakan... 25 Maret 2013 22.08
orang kalo lagi marah memang biasanya lepas kendali.. tapi itu semua sbg tolak ukur sampai dimana batas kesabaran kita, bukankah org hebat itu yg mampu mengendalikan kemarahanya? *bukanMarioTeguh :)
Delete
ReplyDelete
Aku sangat setuju sekali dengan postingan ini.. ^_^..
Uswah mengatakan... 25 Maret 2013 22.08
aku juga :D
Delete
ReplyDelete
blogwalking aja dah..

salam persahabatan yak!!!
Uswah mengatakan... 26 Maret 2013 08.10
yuhuuu
Delete
ReplyDelete
Artikelnya mencerahkan.. Kadang saking kesalnya emang begitu,saya juga pernah ngomong yang ga sama anak karena lagi kesal, si kecil berulah... Sehabis itu saya ditegur sama istri, ga boleh ngomong kaya gitu lagi. Alhamdulillah sampe sekarang saya tidak mengulanginya lagi..., paling kalau udah ga tahan, saya jalan aja dulu sampai saya normal lagi...

Salam kenal Mba..
Uswah mengatakan... 26 Maret 2013 08.11
alhamdulillah diingatkan istri :)

slm knl kmbali :)
Delete
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Delete
Eh iya mba Uswah, saya udah follow blog mba, saya follower ke 199 an: Hari F Day ^_^
Delete
Uswah mengatakan... 26 Maret 2013 11.51
segera folbek sob.. terima kasih yaa follownya ^_^
Delete
ReplyDelete
BLogwalking malam hari gan, salam kenal ya
Uswah mengatakan... 26 Maret 2013 08.12
hati2 kpleset yak :p
Delete
ReplyDelete
btw...mbak sdah jd ibu rumah tangga belum ya..?? just tanya.. :D
Uswah mengatakan... 26 Maret 2013 08.13
saya sudah punya suami dan anak..
Delete
Uswah mengatakan... 26 Maret 2013 11.50
mbhahahaha :D
Delete
ReplyDelete
Ya PERAN ORANG TUA seharusnya bisa menjadi ICON dalam keluarga. Jadi kalo emak suka bentak bentak, liat aje nanti mesti anaknya lebih KEJAM! hahha

SEMOGA USWAH bisa jadi ibu yang lemah lembut dan kebanggan keluarga ya....
Uswah mengatakan... 26 Maret 2013 08.14
yaa... buah jatuh tak jauh dr pohonnya :)

amiiiiin ya rabb o:)
Delete
wah judul postinganku tuh hehe....
Delete
Uswah mengatakan... 26 Maret 2013 11.50
hehe,, iyak ni jangan2 kopas ni ya :p
Delete
ReplyDelete
wueeeeeeeh..ane suka nih yg beginian....intinya jadi orang tua jangan egois..merasa orangtua jadi harus selalu maunya dihormati tapi lupa menghormati sang anak..o.o..o.....anak itu anugerah,,anak itu titipan,..jadi harus dijaga(^_^)..
Uswah mengatakan... 26 Maret 2013 09.23
betul banget ~@^_^@~
Delete
ReplyDelete
Betul sekali mbak, sekarang banyak ibu2 yg lupa apa sengaja suka (maaf) misuh2 ke anaknya sendiri, padahal ucapan seorang ibu di amini oleh malaikat. Na'udzubillah mudah2an ini ndak sampai ke saya. Apapun itu jika anaknya sudah keterlaluan mungkin lebih bagus di doakan. agar anaknya mendapatkan rahmat dari Allah.
Uswah mengatakan... 26 Maret 2013 11.49
he'em.. sebagaimana imam syafi'i yang menjadi imam besar madzhab fiqh sebab doa kebaikan dari seorang ibu yang tak pernah berhendti untuk anaknya, doa ibu untuk anaknya itu seperti doa seorang nabi kepada umatnya, sudah pasti dikabulkan..
Delete
mak Seerrr ...wejangan dari bu nyai bikin adem di hati :)
Delete
Uswah mengatakan... 26 Maret 2013 14.34
hahaseeeek :D
Delete
ReplyDelete
apa yang keluar dari mulut seorang ibu kadang menjadi sebuah kenyataan walau tanpa disengaja, hati-hati yah para ibu-ibu...
Uswah mengatakan... 26 Maret 2013 11.47
iya pak.. siappp :D
Delete
ReplyDelete
itu yang kalimat pada paragraff pertama sampe segitu kalo marahin anak hhadehh :D ..

bisa dijadikan pelajaran untuk semua insan ^__^ .
Uswah mengatakan... 26 Maret 2013 11.47
iya serem X_X

itu beneran lho.. aku denger sendiri dari emaknya
Delete
ReplyDelete
ucapan adalah do'a... maka berhati-hatilah ibu
Uswah mengatakan... 26 Maret 2013 14.35
injih pak :D
Delete
ReplyDelete
bingung mau komen apa, hehe
numpang aja dah..
Uswah mengatakan... 26 Maret 2013 15.32
silakan numpaang :D
Delete
ReplyDelete
hehehe panjang banget sob artikelnya.. sobat beneran penulis ya..? hehehe

oya. folloback sukses sobat.. sukses buat sobat ya...?
ReplyDelete
hehehe panjang banget sob artikelnya.. sobat beneran penulis ya..? hehehe

oya. folloback sukses sobat.. sukses buat sobat ya...?
Uswah mengatakan... 26 Maret 2013 17.56
Hahaa.. bisa dibaca besoknya bang, atau besoknya lagi ^_^ atau langsung saja ke kotak komentar seperti yang sudah dilakukan :D
Delete
ReplyDelete
setuju banget. kata-kata ibu itu acuannya Allah ya. salam kenal :)
Uswah mengatakan... 26 Maret 2013 22.38
salam kenal juga mba :)
Delete
ReplyDelete
vhanda mengatakan... 26 Maret 2013 21.34
setuju banget mba...
ucapan adalah doa, semoga kelak saya bisa menjadi ibu yang baik untuk anak-anak saya...
Aamiin ya Rabb....:-)
Uswah mengatakan... 26 Maret 2013 22.39
semoga aku juga.. :)
Delete
ReplyDelete
Rozi mengatakan... 26 Maret 2013 21.51
Cerita Malin Kundang, bagi saya, bagus hanya untuk anak-anak, tapi tidak untuk emak-emak semisal pemilik blog ini. :D
Uswah mengatakan... 26 Maret 2013 22.43
︶︿︶
Delete
ReplyDelete
Balik lagi ke lapak mbak uswah,
follownya sukses mbak :D
Uswah mengatakan... 27 Maret 2013 11.45
terima kasiiih ^_^
Delete
ReplyDelete
eksak mengatakan... 27 Maret 2013 03.36
yah, namanya ibu yang rumongso meteng, ngelahirke, nyusoni, ngerawat, gedekke dsb! kok tiba-tiba anaknya na'udzubillah min dzalik, ya otomatis kadang metu kutukane... mongko anak yo ojo dadi malin kundang ben ibune gak dadi ibune malin kundang! ndak ngono to bu?
Uswah mengatakan... 27 Maret 2013 11.44
wah, sak.. arek sekarang cerdas2, dulu pas aku nerangin ke anak2 "jangan bandel2 sama ibumu, nanti anakmu bandel sama kamu"

jawaban mereka "berarti kalo kita bandel, ibu kita dulu juga bandel sama simbah putri"

-______-
Delete
ReplyDelete
terima kasih mbak uswah, ini penting banget untuk saya sebagai perempuan yg kelak akan menjadi ibu..

tapi herannya, di jaman yg makin edan ini, ada loh orang tua yg gpp kalo anaknya melenceng dari ajaran Islam mbak :( bukti twitnya ada di post saya yg "12 tahun bahaya JIL" ngeriiiii :s
nah, ini yang serem nih pertanggung jawabannya nanti.
Delete
Uswah mengatakan... 27 Maret 2013 11.43
mohon maaf mbak din sebenernya aku ga suka berdebat di blog ini, hehe.. tapi karena terlanjur dibahas sampai-sampai dibuat postingan yang mendeskriditkan golongan ini, maka aku hanya bisa urun rembug sedikit, jujur aku tidak setuju kalau jil dikatakan melenceng dari ajaran islam..

islam memberikan kebebasan pada pemeluknya untuk berfikir serasional apapun bahkan seliberal apapun, dan Tuhan mempersilahkan itu (terbukti di sebagian ayatnya Tuhan senantiasa menyindir manusia untuk berfikir dan berfikir, ini maknanya tidak ada batasan dalam berfikir, toh mereka punya dasar yang kuat, aku mengamati orang2 JIL ini tidak asal comot omongan dengan mendewakan akal mereka, coba anda amati ulil abshar sang pentolan JIL, dia ini orang NU yang cerdas dan mumpuni dalam bidang agama, dia satu2nya orang yang mampu memboyong tafsir ibris milik simbah mertuanya ke universitas oxford untuk ditafsirkan lebih lanjut :) jil tidak seburuk yang difikirkan orang2 :) sebenarnya jil hadir sebagai bentuk protes juga gebrakan terhadap orang2 yang menafsirkan islam secara tekstualis juga arabisme yang 'diperkosakan' berkembang di Indonesia, pemaksaan syariat yang tidak cocok di Indonesia ini sama dengan melanggar syariat Tuhan sendiri, lah wong Tuhan saja tidak pernah memaksakan islam dipeluk semua orang di dunia (laa ikrooha fiddin).. islam bukan agama pengekangan, islam itu rahmat, tidak membelenggu dengan syar'i yang wajib ditaati, syar'i yang dimaksud disini bukan bentuk dari ibadah yang telah ditaklifkan pada mukallaf seperti sholat, puasa, zakat, haji, dsb, tetapi hukum-hukum yang diterapkan jaman Nabi DULUUU banget seperti hijab, hudud, jizyah, dsb, hukum bisa berubah sesuai tempat, budaya yang ada juga zaman (al ahkam bitaghoyyuril amkan wal ahwal wal azminah),ingat bahwa Tuhan Maha Demokratis :) Dia Maha Berkehendak tapi tidak pernah memaksakan kehendak :)

kalau pemikiran-pemikiran mereka dianggap menyeleweng ataupun sesat sekalipun, aku yakin Tuhanpun akan tertawa dengan pernyataan konyol ini, atau malah bersedih karena sudah diremehkan hamba2Nya, seolah-olah Tuhan dianggap takut dengan rasio manusia yang Ia ciptakan sendiri? Atau orang-orang yang merasa sebagai pemuka islam yang 'paling benar' yang pantas membela Tuhan? Sedangkan Tuhan tidak butuh di BELA, yang butuh BELA hanya EDWARD CULLEN :D
Delete
Uswah mengatakan... 27 Maret 2013 12.17
apanya bang zay yang serem? hihihi
Delete
oooh begitu.. sama, saya juga gak mau debat kok mbak..

I see I see *manggut2* :)
Delete
Uswah mengatakan... 27 Maret 2013 21.19
tos dulu :D
Delete
aku juga gak mau debat, nek debat wes mending yang ngajak debat tak vonis langsung menang, hehehe
Delete
wuiiih...dalemsedalemdalemnya, kata orang cilembu mah...meni jero euy.
mantaP...ya udah kolo gituh jangan diperdebatkan, Tuhan mah tetep baik sama JIL dan Bukan JIL, kalau kita mendebatkan jalan pikiran dan pendapat masing masing, ntar kita ngga "nyantai kaya dipantai dong"...akhirnya ngga asoy kan?
#cling menghilang.
Delete
Uswah mengatakan... 28 Maret 2013 22.38
hahaa.. iya mas agus dan kang cilembu, aku gak suka langsung menjudge ini sesat dan ini menyeleweng, ini yang benar dan itu yang salah, ini surga dan itu neraka,, yang penting damaiiii lah sambil menikmati secangkir kopi pait dan ubi bakar cilembu :D
Delete
ReplyDelete
KY mengatakan... 27 Maret 2013 11.53
dlm mendidik anak2 kesabaran harus tinggi, apa lagi kata2 harus dijaga, orang bila, kata2 itu ibarat doa, apa lagi kata2 ibu kan?
Uswah mengatakan... 27 Maret 2013 12.17
betul sekali KY, harus pandai2 menjaga lisan, semoga kita menjadi ibu yang baik tuk anak2 kita..
Delete
ReplyDelete
.. yachhhhhh,, semoga aja dech dapat memelihara lisan nya. baek ma orang n anak sendri ..
Uswah mengatakan... 27 Maret 2013 16.46
betul dutie ^_^ he86x
Delete
ReplyDelete
keren.... intinya sih harus sabar dan pengertian. baik itu ibu maupun anaknya.. :)
Uswah mengatakan... 27 Maret 2013 16.46
ahsanta :)
Delete
menggapi artikelnya, seperti gaya ku yang selalu nyantey kaya dipantai: si ibu harus sering istighfar dan mendoakan anaknya supaya ngga bandel, sianak jangan bandel dan nurut sama ibu/orangtua...siibu ngga menyumpah dan sianak ngga mati sia sia...beres

walaupun de uswah hanya pendek2 saja kalau komentar didesa, tapi komentar saya selalu panjang-kan?...wakwaw
#jujur dari hati
Delete
Uswah mengatakan... 28 Maret 2013 22.45
hahahahaaa... sesuai dengan artikelnya kang, lah kemaren artikelnya tentang krupuk, jadi harus bener2 ringan kalo komentar, besok kalo si mamang ini postingannya tentang besi, pasti komenku berat dan panjang wakwak
Delete
ReplyDelete
Benar sekali Ukhti Uswah..
semoga kelak kalau kita punya keturunan tetap istiqomah dengan hadits di atas..
Aamiiiin.. ^^
ReplyDelete

Posting Komentar

Budayakan berkomentar  ヽ(^。^)ノ

Cancel Reply