• SELAMAT DATANG DI USWASYAUQIE.COM

    Selamat datang di website uswasyauqie.com, website ini adalah situs pribadi milik seorang cewek pecandu kopi stadium lanjut, selamat menikmati ceritaku tentang nGopi

  • SEKALI BERARTI SETELAH ITU NGOPI

    Orang paling GOBLOK sedunia adalah yang hobi berputus asa, mudah menyerah, memandang masa depan ala kaca mata kuda minus seratus, dan menganggap orang lain adalah penyebab dari kegagalannya..

  • KOPI ADALAH PASANGAN HIDUP

    Hari ini aku tidak meminta ini dan itu pada Tuhan, hari ini aku ingin berterima kasih pada Tuhan karena telah memberikanku kehidupan

Selasa, 26 Juli 2016

Kelahiran Sakti

Posted by Uswah on Selasa, Juli 26, 2016 with 51 comments
Salah satu hal yang paling membuat seorang ibu galau adalah, ketika kehamilan sudah lewat dari HPL :stress: (jadwal HPL 14072016) dan belum ada tanda-tanda melahirkan sama sekali, sementara  bbm, wa dan beberapa sosmed lainnya mempertanyakan "sudah lahir belum?", "kapan lahiran?", "kok belum lahir?", itu sama halnya dengan maba alias mahasiswa paruh baya dengan semester stadium akhir  yang ditanya "kapan wisuda?", atau jones akut yang ditanya "kapan nikah?",:cambuk: atau penganten baru yang ditanya "kok belum hamil?". Oops, aku saranin tinggalkan seluruh perkepoan pada situasi-situasi tersebut di atas, karna rasanya itu makNyus di jantung. Dan aku termasuk ibu hamil yang galau karna ditanya terus kapan lahiran, usia kehamilanku saat itu sudah 10 bulan lewat 2 hari, dan kegalauanku menghadapi pertanyaan tersebut berujung pada ancaman suami menyita segala akses komunikasiku, hehe.. Artinya biar aku bisa tenang dan lebih bersabar menghadapi persalinan:pahlawan:

Saat itu hari Selasa, usia kandungan 10 bulan lebih 5 hari (19072016), belum ada tanda-tanda melahirkan juga, aku kontrol ke dokter kandungan, sampai disana disarankan untuk induksi karna plasenta sudah mulai menebal dan dikhawatirkan menghalangi asupan gizi yang masuk untuk bayi, aku serahkan semua keputusan kepada suami karna aku sudah tidak bisa berfikir lagi antara khawatir keadaan bayi dan keinginan melahirkan secara normal (khawatir gagal induksi akhirnya oprasi) :garuklantai:  suami meminta waktu 2 hari kepada dokter untuk menunggu terlebih dulu kontraksi alami, jika tanda-tanda melahirkan belum datang bakal setuju untuk induksi, sebagai pertimbangan juga anak pertamaku Danu 3,3YO besok Rabu (20072016) adalah hari pertama masuk Play Group dan kami sebagai orang tua tidak ingin melewatkan hari penting itu, Rabu terlewatkan dengan rencana-rencana yang sesuai harapan, yakni mengantar Danu sekolah, menemaninya sampai sekolah selesai, semua berjalan lancar, Danu tampak senang bermain di Sekolah dan berkenalan dengan beberapa temannya :senang:

Tiba hari Kamis (21072016), setelah diskusi dengan guruku yang juga seorang dokter, Ning Lely, via bbm, kami semakin yakin untuk melalukan induksi, Ning Lely meyakinkan kami kalau induksi di Rumah Sakit banyak yang berhasil melahirkan secara normal, keyakinan itu membulatkan tekat kami untuk pergi ke Rumah Sakit meminta induksi, sebelum berangkat kami meminta restu dari Abi Umik mertua dan Buya Ibuk di rumah, semua mendoakan proses kelahiran ketiga ini, ke Rumah Sakit diantar Suami dan Abi mertua, sebelum sampai Rumah Sakit, Abi memberikanku air asmak, air asmak ini berisi doa-doa untuk kelancaran melahirkan, Abi ngendikan Insya Allah kalau sudah minum air ini sakitnya berkurang saat melahirkan.. Yang jelas ini bukan perbuatan bid'ah:goyang:  karna zaman Nabi sudah banyak orang yang meminta berkah pada air minum atau sisa makan Nabi, lalu Nabi mendoakan dan memberikan suwuknya pada orang yang meminta berkah tersebut :minumteh:

11.30 RSI Sakinah Mojokerto, sampai sana urus rawat inap untuk keperluan induksi di RS, Dokter Kandunganku, dr. Ida, Sp. Og meminta untuk cek NST dulu untuk mengetahui tingkat detak jantung bayi, hasilnya normal baik semua, setelah cek ricek tidak langsung induksi, bidan menjelaskan dulu tingkat efektifitas dari melahirkan proses induksi dan berbagai resikonya, termasuk jika gagal induksi harus sc, karna bidan bilang tiap bayi berbeda-beda saat merespon induksi, ada yang langsung respon akhirnya kontraksi dan lahiran normal, ada yang dilepas induksi baru merasakan kontraksi, dan malah ada bayi yang stres karna diinduksi dan akhirnya pup di dalam sehingga menyebabkan bayi keracunan ketuban dan harus di sc (gagal induksi), kami sudah sepakat untuk induksi, ternyata juga tidak langsung induksi tapi dicek pembukaan dulu dengan cara VT, dan anehnya kata bidan sudah ada bukaan 1 sempit, padahal belum ada kontraksi sama sekali kok sudah ada pembukaan? Sempat bingung tapi kata bidan untuk kelahiran kedua atau ketiga memang ada yang tidak merasakan kontraksi saat pembukaan, dan dengan sangat bijaksana bidan menyatakan untuk tidak diinduksi dulu, barangkali bukaan bertambah secara alami, aku bersyukur saat itu karna tidak jadi diinduksi:huks:

13.04 mulai merasakan sedikit kontraksi, ini sungguh aneh, kontraksi datang justru saat berada di RS, ternyata benar janin bisa diajak kerja sama, dari awal sudah yakin bisa melahirkan normal, jadi aku dan bapaknya ngajak komunikasi bayi terus biar bisa lahiran normal, dan bayiku merespon dengan baik, dia mungkin tidak ingin ibunya merasakan sakitnya induksi :pliis: dan di luar dugaan, kontraksi datang tanpa bantuan induksi, menunggu 'si sakit' dengan happy :siul: bisa mainan game onet,  sempet mikir mungkin kalau main Pokemon Go bisa lebih cepet datangnya kontraksi huahahaha.. Masih naik turun kasur buat pipis, bidan bilang gak boleh turun kasur, pipisnya pake pispot, aduh enggak deh masih kuat kok buat jalan ke kamar mandi:senang:

15.15 masih pipis terus per 5 menit, dibelikan suami es krim, dan masih bisa menikmati sambil mainan onet sampai level 10 heheheh

15.20 kebelet pipis lagi, turun kasur, nyampe kamar mandi tiba-tiba ngerasain kontraksi yang super duper aduhai kayak kebelet pup abis makan lombok 20 biji :kipas: suami curiga kok belum keluar juga dari kamar mandi, aku di dalam udah mulet-mulet nahan mules, akhirnya suami masuk kamar mandi dan aku dicebokin trus digendong ke kasur, suami bilang "pipisnya di kasur aja",
sampe di atas kasur aku bilang bidan,"mbak aku pingin ngeden" :terpuruk: bidannya bilang "gak papa mbak bab di kasur aja nanti kita bersihkan kok, jangan turun kasur ya, setengah jam lagi cek pembukaan barangkali sudah nambah", ya udah aku ngeden aja pup di kasur, udah gak tahan, xixixi.. trus bidannya teriak 

"eh, mbak sebentar, itu kepalanya bayi muncul" :minta:

bidan yang satunya lagi rempong

"loh iya mbak, eh bayinya keluar, alhamdulillaaah cueepeeet mbak", aku bengong ajah "hah? Udah keluar?"

Suami juga bengong "Masya Allaah cepet alhamdulillaaah", lah aku jadi tambah bingung "loh? Udah keluar to mas bayinya?"

Gak lama terdengar tangisan keras bayiku,"Lah itu!" Kata suami.. Alhamdulillaah rasanya legaa:kenyang:

Alhamdulillaaah Ya Allaah gak nyangka lahiran semudah ini, gak nyangka prosesnya secepat ini, dan baru kali ini ngeraasain melahirkan kayak lagi bab, hehehe. Sungguh tidak ada ungkapan lain selain syukur atas segala kemudahan yang Allah beri, tepat jam 15.30 anak ketiga kami lahir dengan sehat dan selamat, BB 3,1 kg, PB 50 cm, dengan nama

 "MUHAMMAD SYARIF SOSROKARTONO"
 a.k.a
SAKTI
 

 :joged:
Setelah lahir, Sakti kecilku diletakkan di atas dadaku untuk IMD (inisiasi menyusui dini), IMD cukup lama hampir satu jam, lucu banget lihat si kecil nyari sumber ASI hihii.. 

Alhamdulillah, tiap kelahiran itu indah, cara-cara kelahiran juga indah, apapun prosesnya, kisahnya tertulis di hati para ibu, semuanya istimewa, semuanya spesial, menjaga amanahNya menjadi yang terpenting.. Terima kasih untuk suamiku yang seperti bumi, kasih sayangnya menganugrahkan kami segala sesuatu, kesabarannya luar biasa, bahkan setelah melahirkan, suami mengajak kedua anak kami yang super-super untuk dirawat seluruhnya waktu menginap di rumah sakit, sendirian.. Padahal di rumah ada yang bagian ngemong, malamnya begadang untuk menggendong si kecil, dan setiap harinya mengurusi anak-anak kami sementara aku dalaam proses pemulihan pasca melahirkan.. Semoga lelahnya berbuah menjadi keturunan kami yang solih-solih dan qurrota a'yun semuanya.. Aamiiin :pliis:

Jumat, 25 Maret 2016

Bersahabat dengan Izrail

Posted by Uswah on Jumat, Maret 25, 2016 with 48 comments


Tentang kematian,
Mati,
Sunyi senyap hasrat dan gerak..

Kita pernah mendengar berita tentang bunuh diri di beberapa media, tak jarang motif korban melakukan bunuh diri terdengar konyol bagi sebagian orang, seperti putus cinta, cinta bertepuk sebelah tangan, bahkan istilah "cinta ditolak dukun bertindak" sudah tidak level lagi, lebih memilih bunuh diri. Ada juga motif yang bikin orang mengelus dada dan istighfar, seperti himpitan ekonomi, penyakit yang tak kunjung sembuh atau bahkan kesepian, alhamdulillah sejauh ini tidak ada berita jomblo akut memutuskan menjeburkan diri dalam kobokan. Tapi tahukah yang dialami para korban bunuh diri itu? Mereka merasa sunyi senyap hasratnya, pun tak mampu bergerak lagi, baik itu akalnya ataupun perasaannya, ia stagnan di titik kehidupan, sehingga mati adalah solusi, aku bisa tahu perasaan semacam itu karena aku sendiri pernah mengalaminya, hanya kematian yang ku inginkan saat itu, tapi penyebabnya bukan masalah cinta, atau masalah ekonomi, karena jika itu masalahnya, maka sudah pasti aku mampu menyelesaikan lha wong setiap hari dapat sms "invite cowok kece" atau "pinjaman tunai tanpa jaminan sampai 500 juta", bukan, tapi lebih pada tekanan yang mendera batin, aku dibesarkan di tengah keluarga yang beda latar belakang, ibu dari keluarga militer dan bapak dari keluarga pesantren, ibu menginginkanku menjadi pekerja sukses sedangkan bapakku menginginkanku jadi wanita penghafal Al-Qur'an, sangat bertolak belakang, saat SMA ibu menyarankan masuk kelas IPA agar kelak mudah masuk universitas unggulan yang selanjutnya mudah dapat kerja, dan di saat yang sama bapakku memasukkanku ke Pesantren Tahfid, orientasi keduanya sangat berbeda, anehnya aku pasrah mengikuti alur mereka, awalnya aku berfikir baiklah akan ku jalani, toh dunia dan akhiratnya kelak bisa seimbang.

Tekanan demi tekanan mewujudkan cita-cita kedua orang tuaku menemui kejenuhan titik klimaks, dan untuk pertama kali aku menginginkan kematian dalam hidupku, mungkin dengan cara itu mereka berhenti memaksaku, berawal dari pengalaman kelam itulah, sampai sekarang aku berusaha untuk tidak nyinyir jika ada peristiwa bunuh diri, aku tahu perasaan mereka, hanya bersyukur aku mampu bertahan dengan berbagai pengalaman spiritual yang aku alami, membuka postingan beberapa tahun lalu di blogku aku menemukan quote yang aku sendiri tidak menyangka pernah menuliskannya "aku bahagia dengan hidupku, tapi jika aku boleh memilih, aku lebih memilih untuk tidak pernah dilahirkan", aku senyum sendiri saat membacanya.


Kini, aku tidak lagi seperti remaja labil, aku lebih dewasa tentunya, dengan kehadiran orang-orang yang kucintai, suami, kedua anakku dan calon adiknya, yang harus kulakukan adalah syukur tiada henti, ada selaksa hikmah yang baru aku rasakan sekarang, hikmah ta'dzim kepada orang tua dan guru, ikhtiar serta doa, tidak ada yang sia-sia, Tuhan menggantinya dengan yang jauh lebih banyak, kenyamananku tidak pernah terusik sampai pada saat kujumpai nasehat yang paling ampuh, yakni kematian. 

Beberapa waktu lalu aku dikejutkan oleh wafatnya Sang Blogger wanita, Mbak Putri Hutami, beliau wafat karena kecelakaan saat perjalanan kontrol kehamilan keduanya di RS. Hermina Jakarta, berita tersebut sungguh memukulku, meskipun sejatinya aku tidak kenal dengan beliau. Mbak Putri wafat dalam keadaan menyusui saat hamil dan aktif menulis di sosmed dan blog, peristiwa syahid yang dialami beliau tak elak membuatku begidik, aku sama dengan beliau, hamil dalam keadaan menyusui, aku juga aktif menulis di sosmed dan blog, aku klik satu demi satu akun sosmed beliau, masih aktif di hari-hari kemarin, ya Allah.. Baru kali ini aku benar-benar merasakan takut mati, padahal dulunya aku pernah menantang kematian, tak selang lama, berita duka datang lagi, kali ini dari seorang teman yang meninggal 40 hari setelah melahirkan, lagi-lagi peristiwa kematian seorang ibu mulai menghantuiku, bagaimana jika aku juga mengalami hal tersebut, kini aku hamil anak ketiga, terkadang melihat hasil kontrol kehamilan yang sedikit agak horor membuatku berpikir macam-macam tentang maut, maut sejatinya mengintai siapapun, tak kenal umur, dalam keadaan apapun dan dimanapun,  

"Aina maa takuunu yudrikkumul mautu walau kuntum fi burujin musyayyadah" (4:78) 

Dimana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh

Tidak ada yang tau kapan pastinya datang kematian, sering kita melihat seseorang yang awalnya segar bugar tanpa penyakit beberapa jam kemudian kita mendengar kabar kematiannya, itulah rahasia Sang 'Alim al-Ghaib.

Pernah mendengar prediksi dokter tentang umur seseorang karena suatu penyakit? Para tenaga medis bukanlah mendahulukan kuasa Tuhan, tapi mereka memiliki ilmu dalam bidang kesehatan yang bisa memperkirakan sampai dimana penyakit tersebut mampu bertahan di tubuh pasien, sama dengan dokter yang memprediksi HPL atau Hari Perkiraan Lahir bayi yang ada dalam kandungan seorang ibu, meskipun hanya sedikit dari prosentase yang tepat, setidaknya itulah prediksi, agar kita lebih siap menghadapi apapun, tak jauh beda dengan giveaway yang diadakan mbak Desi Namora, bagaimana jika umurku diprediksi 8 hari lagi akan ditutup oleh Sang Pemilik Hidup? Kucoba mulai saat ini untuk lebih bersahabat dengan Izrail.

Yang pertama kali ingin ku lakukan adalah mengumumkan penutupan onlineshopku dan menyelesaikan transaksi pada supplier dan customer, sehingga tidak ada lagi urusan hutang piutang terkait jual beli.

Berpesan kepada suami untuk tetap menggunakan sosmedku sekedar mengecek ataupun ikut mengaminkan jika berita kematianku mentag namaku muncul di kronologiku, atau jika saat ulang tahunku pasca kematianku mereka tetap mengucapkan selamat disertai Fatihah.

Silaturrahmi pada kedua keluarga besar dari pihak suami dan keluargaku, serta meminta maaf atas segala kekurangan dan khilafku selama berada di tengah-tengah mereka.

Aku ingin pergi sehari hanya menuju Raudlah, Makam Nabi di Madinah, aku ingin mengucapkan salam kepada beliau, meluapkan segala kerinduan yang bahkan dalam sehari aku menyebutnya saat solat seakan-akan aku bertamu dan duduk bersimpuh mengucapkan salam kepadanya "assalamu 'alaika ayyuhannabiyyu wa rahmatullahi wa barakatuh", salam untukmu wahai Nabiku. Ingin ragaku bertaut padamu sebelum jiwaku direnggut.

Selebihnya aku tak ingin muluk-muluk, mengingat mati sudah membikin jantung berdebar, makan tak enak, ngopipun gelisah, aku hanya ingin memanfaatkan sisa-sisa umurku selayaknya di kehidupan normalku, bangun subuh, solat, tadarrus, memasak, memandikan anak-anak, mengajar, dan membaktikan seluruh hidupku untuk mencintai dan melayani keluarga kecilku. Mati yang paling aku harapkan adalah Husnul Khotimah. Mati dalam khidmah kepada keluarga dan membaktikan diri untuk ilmu.

Dan jika satu hari sebelum kematianku datang, aku ingin kembali ke tanah kelahiranku, karna tanah kelahiranku begitu istimewa sebagaimana yang pernah aku tulis dalam status facebookku 2 tahun yang lalu




*words : 999

Sabtu, 23 Januari 2016

Henna Art

Posted by Uswah on Sabtu, Januari 23, 2016 with 55 comments
Kalau nonton Bollywood, apalagi pas adegan mantenan, pasti ada mehndinya, sekarang sudah banyak menyebar loo jasa lukis tangan pakai Henna, henna ini terbuat dari daun-daunan yang berwarna merah, coklat dan hitam, pastinya alami dan halaaal :D Kebetulan di desa sebelah ada jasa melukis tangan dengan Henna, langsung capcuss kesana, 15 menit jadi deh, ini dia hasil lukisan tanganku pakai henna, pengennya pose ala-ala bollywood tapi apa daya tampang kurang ng-india :D

jasa lukis henna ini harganya dari 20.000 - 35.000 pertangan  

Harga Henna Art yang dipatok oleh penyedia jasa lukis tangan berbeda-beda di tiap tempat, kalau di Surabaya murah meriah, per tangan 5.000-15.000 tergantung kesulitan. kalau di Mojokerto 20.000-35.000 tergantung kerumitan, tergantung permintaan penyewa jasa juga sih, bisa googling dengan keyword henna art, contohnya banyak banget, sebelum ke jasa pelukis tangan aku selalu googling dulu untuk menemukan gambar yang pas.

Nah, harga tersebut untuk Henna Fun, kalau Henna Wedding, harga yang dipatok 200.000-500.000, melukisnya dari telapak tangan, punggung tangan sampai lengan dan juga kaki, biar penampilan pernikahan kalian ala-ala Bollywood bisa memakai jasa melukis tangan pakai henna ini ^_^
 
Kemaren ke toko pafum, iseng ngeliat ada henna kayak di mbak-mbak yang aku sewa jasa lukis tangannya, coba beli satu, harganya murah Rp. 10.000 pilih warna coklat  

Golecha for Henna Art
Trus sampe rumah bingung gimana ini ngelukisnya :p gak taunya ada mbak-mbak di pondok yang katanya bisa ngelukis di tangan, oke coba-coba.. daaaaaan taraaaaaa

ini dia hasilnya, Henna yang dilukis Mbak Fatul
Karena dianya juga masih kelas 2 SMP, tapi bakatnya sudah terlihat, meskipun belum begitu rapi ngelukisnya tapi lumayan lah, terima kasih mbak Fatul ^_^, eh ini gretong booo' :p

Henna ini nempel di tangan kurang lebih 7 hari, setelah itu ilang sendiri, tinggal dibersihkan secara merata pakai sabun, simpel dan gak melukai tangan ^^ gak tau lagi kalau ada yang punya kulit sensitif ya, mungkin bisa dicoba terlebih dahulu sedikit dioleskan di kulit tunggu 5-10 menit sampai kering, kalau tidak ada efek apapun, misalnya gatal-gatal atau perih bisa dilanjutkan mbatik tangannya ^^  

Setelah tau ada mbak Fatul yang bisa ngelukis tangan pakai henna, sekarang customernya jadi banyak, secara aku kan juga promosi ke yang lain sebagai ungkapan rasa terima kasih, lumayan kan dia masih kelas 2 SMP tapi punya bakat terpendam, bisa jadi tambahan uang saku, dan aku menyarankan untuk awal kasih harga yang murah, 5.000-10.000, dengan harga segitu otomatis banjir costomernya, mungkin karna harganya terjangkau daripada di tempat lain ^^ dan beneran, dia kalau mbatik sampai jam 11 malem, widiiih.. sehari dia bisa dapet 50.000-70.000 dengan modal Golecha 10.000 saja ^^

semakin lama kemampuan Fatul ngelukis tangan semakin lihai, setelah henna pertamanya hilang dalam waktu seminggu, aku minta dihenna lagi, tapi yang lebih simpel, 2 bunga mawar.. dan hasilnya.. waaah hampir sempurna, semakin lama batikannya makin bagus dan halus, sudah gak njelebret-njelebret lagi, dan sukaaa banget sama hasilnya

Henna Simple Rose by Fatul Henna Art
Kalau di tempat kamu? Ada nggak jasa lukis tangan pakai Henna ini? Silahkan sharingnya ^^

Senin, 18 Januari 2016

Metamorfosa Kehidupan

Posted by Uswah on Senin, Januari 18, 2016 with 46 comments
Waktu cepat berlalu, teman, sahabat yang dulunya selalu menemani kita kini satu demi satu meninggalkan kita, mereka sibuk dengan dirinya sendiri, ada yang menikah, ada yang merantau, ada yang kembali ke pelukan ibunya sampai tidak berani menikah, ternyata banyak juga teman-temanku yang masih jomblo, kemarin ada sahabat datang berkunjung ke rumah, 3 tahun yang lalu juga sempat berkunjung, keadaanku saat itu masih pengantin baru, dan hamil 3 bulan anak pertama, kali ini kedatangannya beda, dia tidak lagi sendirian dan tidak seperti 3 taun yang lalu masih galau cari bahan skripsi, sekarang bawa gandengan dan menyodorkan padaku undangan pernikahan dan posisiku hamil 2 bulan anak ketiga, hahah.. kuamati undangan itu, ahaaa akhirnya kamu menikah kawaaan, aku sangat bahagia, sesekali aku cemas "memangnya kamu bisa nikah, bisa jadi orang, bisa jauh dari orang tua?", dia termasuk petualang, anak alam, slogannya kekinian banget "my trip my adventure", tapi ngopi 5 menit aja sudah ditelfon emaknya "dek, dimana? Cepet pulang ya?", hahah.. kita nggegek aja waktu dia dapet telfon seperti itu, lah situ cowok, aku yang cewek aja ngopi 5 jam gak ada yang nyari, karna ngopinya waktu bolos kuliah kali yak ;p

Ngomong-ngomong soal ngopi, jadi ingat masa lalu yang dihabiskan hanya buat ngopi dan ngopi, jadi ceritanya saat kuliah aku mengalami keboringan belajar stadium lanjut, aku sebenarnya gak suka sombong :D tapi serius dari jaman teka sampai SMA prestasiku selalu baik #ehem, selalu ranking 1, gak pernah ranking 2, itu tidak hanya pendidikan formal, tapi juga pendidikan non formal di pesantren diniyah, ortu juga selalu puas dengan hasil belajarku, semuanya dibatasi, TV, waktu tidur, main ke luar rumah, semuanya dibatasi, belajar belajar belajar, ngaji ngaji ngaji, cuma itu.. jadi ketika ortu kasih akses kuliah agak jauhan aku merasa seperti burung yang keluar dari sangkar emas >_<
Aku bosan belajar, materi kuliah semester satu seperti materi di pesantren, eike nyantai aja.. hahah.. mau keluar jadi anak petualang gak bisa, uang saku minim, ngirit bo', akhirnya ngopi aja di warung kopi, waktu itu aku termasuk cewek yang gak tau diri, warung kopi kebanyakan dihuni kaum adam, tapi entah mengapa dengan pedenya aku berjalan sendirian, duduk sendirian, ngopi sendirian.. pernah gonta-ganti ngajak temen-temen cewek, tapi begitu sampai di warkop eh malah kabur, katanya gak betah bau rokok dan malu banyak orang laki-laki, aku jadi bertanya-tanya, apa cuma aku disini yang gak tau malu? Hahaha.. sebenarnya aku terbiasa sih, karna sejak kecil bapak sudah kenalin aku sama warkop, ngopi berdua disana, pulang pergi boncengan naik vespa, sudah semacam sepasang kekasih orang ngelihatnya, tapi ini bapak anak hoeyyy.. 

Ku lalui hari-hari dengan ngopi selama kuliah berlangsung, apakah tampilanku tomboy? Gak banget! Aku sangat feminim, aku tidak pernah pakai celana, selalu pakai rok lebar, hem dan hijab yang tertutup rapat, mungkin sebab itu tidak pernah ada satu laki-lakipun yang berani kurang ajar atau bercanda menyentuhku, dari warkop ke warkop aku menemukan 5 sahabat yang selalu ngopi bareng, bercanda bareng, diskusi bareng, mereka adalah Ridwan, Dedik, Aris, Adzim, Zuaim, Praz, yah semuanya cowok, aku tidak punya teman cewek karna jujur aku kurang bisa beradaptasi dengan teman cewek yang selalu menjaga penampilan, yang bingung besok pakai baju apa, yang update soal make up, yang hafal harga tas, yang 2 jam sekali harus dempul wajah, sungguh aku tak bisa, tak bisa karna jatah dari ortu cuman cukup buat ngopi, make up joinan sama emak, hahaha, baju aja satu bulan paling-paling cuma ganti 5x cuci kering pakai, kalau emak dapat rejeki lebih kadang dibelikan, gak pernah milih sendiri, atau paling tidak nunggu hari raya untuk beli baju baru, pernah sekali dikomen temen "eh, bajumu kok itu-itu aja sih?" wkwk..  lambat laun menuju semester 2 aku mulai menemukan sahabat cewek yang mau diajak ngopi, Ulva dan Shoma, yang juga gak suka ribet sama fashion dan gaya hidup wanita sebenarnya, sempurna hidupku saat itu, semacam menemukan chemistry di ajang take me out *apasih, jadilah kita layaknya geng penguasa warkop, 6 laki-laki dan 3 wanita, lalu kami menamakan geng kami dengan "Ashabul Qohwah" alias Dulur Ngopi, banyak sekali kegiatan kami, tidak hanya ngopi, entah.. kita seperti saudara.. susah senang kita alami bersama, persahabatan yang unik..

impluk, aku, ulva, para srikandi ashabul qohwah
kayak adek, kakak, ayah :D
cewek sendiri -_-

ashabul qohwah
Kini, mereka satu persatu menempuh kehidupan baru, usai wisuda diawali oleh sesepuh yang menikah lebih dulu, yaitu Ridwan, lanjut Dedik, aku, Shoma, Ulva.. kita masih saling kontak sesekali, uniknya.. aku, Shoma dan Ulva kini tinggal bersebelahan, Shoma rumahnya di Mojokerto dan aku menikah dengan orang Mojokerto, sekarang tinggal di Mojokerto, ulva menikah dengan santri Mojokerto dan kini tinggal di Jombang, sesekali kita masih ngopi bareng di Mojokerto.. gak terasa persahabatan kami terjalin 15 tahun.. kini akan menyusul menikah Praz dan bakal tinggal di Pasuruan, si anak mama yang kemaren kasih undangan ke rumah itu mau menikah, sedangkan Zuaim dan Adzim masih betah Jomblo, kadang kami gojloki mereka MAHO, sebab umur beranjak 30 tak juga mereka berdua menikah, yang hilang kontak adalah Aris, entah dimana dia sekarang, Ashab yang paling pendiam dan misterius.. aku berharap kelak, kami ashabul qohwah bisa ngopi bersama di surga.. cangkruk bersama Tuhan.. sambil mengenang indahnya persahabatan saat di dunia, karna kami adalah saudara, meskipun dari ayah dan ibu yang berbeda.. aku merindukan kalian semua sahabat :')

Sabtu, 16 Januari 2016

Bagi - Bagi Surga

Posted by Uswah on Sabtu, Januari 16, 2016 with 45 comments
Akhir-akhir ini aku giat menyuarakan sosial-agama di beberapa sosmed, terutama facebook, bukan mau jadi ustanjah dadakan, atau bu nyanyi, tapi lebih ke bentuk protesku terhadap beberapa teman dan bahkan guru sekolahku dulu yang telah masuk ke aliran takfiri, aku lebih suka menyebut mereka kaum takfiri, bukan wahaby apalagi salafy, karna yang ku tau mereka dulu ya orang-orang pendiam, santun, tidak banyak bicara, belasan tahun tidak bertemu mereka, tau-tau bertemu sudah berubah, yang perempuan jubahnya sizenya super besar, jilbabnya sampai pantat dan pakai cadar, yang lelaki jidatnya menghitam, celana cingkrang,  jenggotnya panjang, oh my goat?!!! 

Dan lagi, yang kebetulan mereka berteman facebook denganku, mereka nyetatus membabi buta, memborbardir beranda dengan hukum-hukum haram, ini haram, itu haram, ini bid'ah itu bid'ah, perbuatan nganu syirik perbuatan nginu tidak ada dalam syarak,  loh loh loh... jaman aku dulu masih nyantri di pesantren, tidak pernah lo kyaiku, gusku, ustadz-ustadzahku yang dengan mudahnya melabeli halal-haram suatu amalan, dan perasaan mereka ini yang giat menyuarakan kembali ke qur'an dan hadis ya kerja di rumah bantu-bantu orang tuanya, ada yang cuma sekolah saja, malah ada yang gak pakai kerudung, bajunya ketat, ngaji tadarusan di masjid aja masih banyak yang gak mau pakai mic karna malu didenger tetangga ngajinya masih gratal gratul, lah tetiba sekarang kok jadi orang nomer wahid mengkafir-kafirkan saudara sesama muslim? Ngata-ngatain orang yang tahlilan itu amalan sia-sia, lha dalah baru tau kalau mengaji itu amalan sia-sia menurut mereka. Kena sabet jin apa mereka? Kan lucu kalau logo mereka kembali ke qur'an dan hadis tapi masih baca terjemahan qur'an, masih googling keyword "hadist sohih tentang bla bla bla", yaah paling tidak mereka langsung tanggap dong tentang permasalahan waqi'iyah dengan langsung meraba al-Qur'an surat apa ayat berapa dan artinya apa secara mandiri :))) atau paling tidak ketika mengetahui hadis mereka langsung memahami asbabul wurudnya, status hadisnya, takhrij hingga sanadnya, seperti contoh mbah Maemun Zubair, beliau itu muhaddis, hafal mata rantai perawi sampai Kanjeng Nabi, dan beliau begitu hati-hati dalam memutuskan hukum, tentunya lebih luwes dan moderat, kalau aku jujur masih tidak mampu langsung menghukumi sesuatu dikarenakan keterbatasan pemikiran dan kemampuan menghafal juga kemampuan ijtihad yang rasanya sangat-sangat jauuuh sekali, lha wong mbaca Qur'an saja kadang 'keplicuk' tajwidnya, boro-boro menerjemahkan Qur'an :'( pernah mencoba ngambang nerjemahkan Qur'an ayat "qooluu thoo'irukum", lha kok tak terjemahkan berkata burung mereka, duh goblognya aku.. padahal kalau merujuk ke terjemahan Qur'an depag artinya berkata utusan mereka, owalah jebul e to'ir itu artinya bukan cuma burung atau pesawat, tapi juga utusan :'( bagaimana mungkin aku ikut-ikutan tren kembali ke Qur'an dan hadis? Nerjemah ayat sak uprit aja fatalnya naudzubullah, burung beo kale bisa ngomong..

Ada juga guruku sosiologi, namanya pak Akbar, dulu beliau ini pemalu, menerangkan di depan siswa saja jarang, lebih banyak nulis di papan tulis trus kita disuruh nyalin, sekarangpun juga begitu, beliau suka nyalin artikel di website dan ditempel di status sosmednya, isinya pengkafiran dan pembid'ahan amalan yang telah mengakar budaya dalam masyarakat muslim sejak ratusan tahun lalu :) bisa ya seperti itu :)

Hal itu menggelitik sekali, kita dulu menggali ilmu agama dengan cara mondok, belajar nahwu shorof, belajar al-Qur'an dan hadis, fiqh, ilmu kalam, tasawwuf, falsafah, balaghah, mantiq, musthalahul hadis, kaidah fiqhiyyah, sejarah, akhlak dan beberapa disiplin ilmu lainnya, tapi ternyata ilmu-ilmu tersebut terbantahkan oleh kaum takfiri hanya karena mereka mengikuti halaqoh di emperan masjid yang instan, membaca atau sekedar menyiapkan kuota agar bisa googling di internet, ini sungguh-sungguh lucu, yang lebih konyol, ulama sekaliber Prof. Quraish Shihab, yang telah berhasil beristinbat sehingga menghasilkan karya cemerlang berupa tafsir al-Misbah 30 juz dikafir-kafirkan, disesat-sesatkan, disyi'ah-syi'ahkan oleh ibu-ibu yang baru memakai jilbab sepantat dan pejuang khilaf ah, duh ibu-ibu ini mendingan masak aja deh, belanja di pasar.. sedangkan artis sinetron yang biasanya mendalami script-script percintaan dipuja-puja sebagai ustas teladan hanya karna menjadi host berita wahabi masa kini dan berjenggot panjang.. ane makin gagal paham sama masyarakat yang kaya begini, belum lagi kalau perayaan-perayaan yang gak islami seperti tahun baru, valentino rossi, hari pahlawan, agustusan, semuanya haram karna gak ada dalilnya, sampe-sampe hormat bendera aja haram, alamak! 

Yang dipakai dalilnya ya cuma itu-itu aja, padahal dalil itu buanyak, curiga eike yang mereka hafal ya bisa dihitung jari, semacem atm bersama, dalilnya satu dipakainya banyak..
Contohnya dalil "barang siapa menyamai suatu kaum maka dia termasuk dalam kaum tersebut"
Orang-orang yg pemahamannya radikal pasti mencomot hadis tersebut untuk "terompet buatan yahudi, yang pakai terompet termasuk orang yahudi"

Nah, makanya logika mereka harus diluruskan, kalau mereka seenak udelnya ambil kesimpulan seperti itu berati ya jangan cuma terompet yang diharamkan, tapi fesbuk, BRA, celana dalam, lampu, telfon, semuanya itu juga orang kafir yg bikin.. kenapa yang itu juga gak diharamkan? Malah asyik menikmatinya. Menanggapi orang yang kadung keblinger seperti ini sepertinya tidak perlu terlalu serius, yang pernah nyantri, yang pernah jadi anak pesantren pasti menanggapi hal ini dengan penuh asyik, mungkin kalau kita terlalu ekstrim mereka tidak akan faham, coba dengan cara sarkasme, kalau para santri dulu hal ini biasa dilakukan.

Coba simak beberapa kalimat guyonan ala santri yang mengandung sarkasme atau menyindir pemikiran sempit kaum-kaum kagetan:

1. Annikahu sunnaty, ini juga hadis nabi lho, artinya nikah adalah sunnahku, kalau sudah kena ulah jahilnya anak pesantren, jadinya annikahu santay artinya nikah itu dibikin santai aja, jones joness dah lo :D

2. Dalam ayat quran itu ada ayat warka'u ma'ar rokiin, arti sebenarnya ya rukuklah beserta orang yang rukuk, tapi kalau sudah kena jailnya anak pesantren jadinya ya merokoklah bersama orang yang merokok, karna orang NU itu wajib ngrokok, dalilnya N Oe smoking

3. Ada lagi dalam kaidah fiqhiyah dikenal qoidah "almuhafadzatu alal qodimis solih wal akhdzu bil jadidil aslah", kalau makna aslinya ya pertahankan budaya lama dan ambil budaya baru yang baik, nah kena anak pesantren jadinya ya pertahankan istri lama dan menikah lagi, hematnya poligambreng :D

4. Dalam fiqh ada istilah syarat dan rukun beribadah, kalau anak pesantren ditanya apa bedanya syarat dan rukun? Yang faham mendalam tentang fiqh jawabnya santai sambil guyon "syarat itu qoblad dukhul, rukun itu ba'da dukhul" haha.. padahal qoblad dukhul kalau dalam fiqh akhwalus sakhsiyah artinya sebelum dikumpuli dan ba'dad dukhul itu setelah dikumpuli suaminya

5. Kalau kita mau melihat sisi uniknya ilmu alat (ilmu kaidah bahasa arab), ada juga yang dalam 1 atau 2 kata kalau diuta-atik nahwu sorofnya artinya beda jauh, contohnya ذكر المصنف kalau diharokati dzakarol mushonnifU artinya telah menyatakan sang pengarang buku, kalau dibaca dzakarol mushonnifi artinya anunya sang pengarang buku wkwkwk.. dan masih buanyak lagi contoh2nya.. 

Makanya mondok atau nyantri itu perlu, aku sendiri sangat mendukung gerakan pak Said Agil Siradj dengan hastag #AyoMondok pesantren itu keren :) setidaknya untuk menanggapi keseriusan orang-orang yang dikit-dikit bilang haram, menyematkan nama suami di belakang istri HARAM, memanggil abi atau ummi sepasang suami istri itu HARAM, ulang taun HARAM, pale entin HARAM, ini bidngah itu bidngah, nganu syirik ngunu syirik, itu hanya orang-orang yang (maaf) kurang luas pemahamannya, nambah kelihatan bodohnya, orang hanya tau ilmu ikan bisa renang akan mengatakan kambing bodoh tidak bisa berenang, ya karna keilmuannya mentok di ilmu ikan saja hingga menganggap kambing, kucing, anjing, dan yang tidak busa berenang lainny sesat.

Ciri-ciri orang yang gak kagetan itu luasnya kedalaman ilmunya, Mbah Yai Sahal itu luas ilmunya, bukan orang kagetan, sekarang banyak orang kagetan, ada ahmadiyah kaget, ada islam nusantara kaget, ada ulil abshor abdala kaget (Gus Mus).

aku ingat perkataan Imam Syafi'i. "jika aku memiliki 1000 alasan untuk mengkafirkan dan ada 1 alasan untuk tidak mengkafirkan, maka aku akan mengambil 1 alasan tersebut untuk tidak mengkafirkan"

Kalau mereka atau ada golongan lain yang merasa jadi orang yang paling selamat dan paling benar pemahaman agama islamnya, silahkan saja, sana islam-islamlah sendiri, silahkan bagi-bagi surga dan neraka seenak udel kalian sendiri, aku mundur saja, lebih baik aku memeluk agama cinta :) agama yang mengajarkan kasih sayang dan menebarkan kedamaian. 

*lama gak nulis ternyata jadi panjang kayak makalah gini yak tulisanku, wkwk*


Source : aslibumiayu.wordpress.com

Jumat, 26 Juni 2015

Bergaul dengan Cerdas

Posted by Uswah on Jumat, Juni 26, 2015 with 64 comments
Ilustrasi 
*bukan kejadian sebenarnya tapi hampir mirip, nama disamarkan

Percakapan 1

Sukijan: "Anakku belum bisa jalan.."
Sukirman: "Oh ya umur berapa?"
Sukijan: "18 bulan"
Sukirman: "Wah anakku umur 10 bulan udah kaya spiderman malahan, udah lari-lari, loncat sana loncat sini, udah ga bisa ditinggal sendirian, kalau ditinggal bentar aja udah keluar rumah, orang rumah pada nyariin, dia mah ga pake merangkak dulunya langsung bediri-bediri aja, pokonya cerdas banget dia, uda gitu dari umur 13 bulan dia udah pinter ngomong, makannya juga wuiiih super banget semuanya dimakan"
Sukijan: *nelen biskuit bayi ga pake dikunyah*

Percakapan 2

Supriman: "Aku sendirian aja di rumah gak ada partner ngurusin anak sama beberes rumah, suami juga kerja jadi gak bisa bantu banyak"
Sujiman: "Kalo suami aku sih meskipun kerja tetep bantu, jadi aku nyantai aja cuma nyusuin baby, ntar kalo suami pulang suami yang kerjain semuanya, suamiku mah gitu orangnya, nurut banget"
Supriman: *garuk-garuk tembok*

Percakapan 3

Suparmin: "Anakku minum susu formula dari umur 10 hari, ASIku dikit"
Suleman: "Sufor itu lingkaran setan, gak bagus, qolallahu ta'ala fi kitabihil kariim... dalam hadis juga disebutkan yang sanadnya sohih bahwa menyusui itu......... anak aku ASI eksklusif tanpa sufor sama sekali"
Suparmin: *kejang2 abis ngunyah dot*

*****

Sering gak sih kita mendengar pembicaraan dengan salah satu pihak yang lebay dan cenderung menyudutkan? Hihii.. Kalau aku sering nemu orang macem kaya gitu, yang awalnya curhat malah ditanggepin dengan menceritakan pengalaman hidupnya yang dianggap hebat dan membanggakan dirinya, atau mungkin secara tidak sadar hal itu malah kita lakuin sendiri, Nah lo?!! Hmm, selain di kehidupan nyata, di dunia maya orang macem gini juga banyak looh.. Seperti di grup-grup para emak yang aku ikuti, ada member grup yang bertanya tentang perkembangan anaknya, dan member lainnya menjawab dengan memberitahukan kelebihan anaknya yang wow wow wow, mungkin dia menganggap istimewa, sadar atau tidak sadar itu menyakitkan lawan bicara, tapi dari beberapa peristiwa yang terjadi sehari-hari bisa diambil pelajaran baik dari sisi penanya dan pendengar masalah, bahwa:
  1. Tidak semua yang kita rasakan perlu disampaikan ke luar, jika memaksakan untuk curhat, pilihlah teman curhat yang kita lihat kesehariannya baik, mampu menyelesaikan masalah tanpa masalah *pinjem slogan pegadean*, kalau ada yang hobi curhat di sosmed dan ada yang ngejawab kaya ilustrasi percakapan di atas ya diterima ajah, resiko ditanggung penumpang :D
  2. Membanggakan diri sendiri itu tampak tidak elok, maka jika ada orang yang curhat tentang kekurangannya, tanggapilah dengan anggun, sampaikan nasehat seperlunya, kalau bisa ambil contoh keteladanan sikap orang lain, siapapun itu asal bukan diri sendiri, bukankah perilaku kita sudah mencerminkan kepribadian kita?, so ga perlu koar koar kalo kamu orang yang luar binasa
  3. Kalau membandingkan kekurangan kita dengan kelebihan orang lain tidak akan ada habisnya, syukuri yang dimiliki, nikmati yang diberi.
  4. Tanyakanlah pada ahlinya agar tidak menuai bully
  1. source google

Senin, 22 Juni 2015

Tuhan tidak Gaptek

Posted by Uswah on Senin, Juni 22, 2015 with 25 comments
Baiklah, saatnya membersihkan warung mayaku yang mulai disinggahi laba-laba, lapak yang tampak tak berempu, kotoran dimana-mana, tak banyak yang singgah, sesekali mungkin; jualan obat keliling :p 

Marhaban Ya Ramadhan, Marhaban Ya syahro jedor-jedor *mercon, Marhaban Ya Syahro iklan sirup marjan.. Sayang sekali ramadhan taun ini tidak ada tarhim ;'( berasa ada yang kurang, kurang gimana gitu, kurang greget, kurang... Ah sudahlah..

Tidak ada yang meragukan lagi bagi seluruh kaum muslim kalau bulan Ramadhan adalah bulan penuh hikmah, bulan yang jika kita berdoa tidak akan pernah ditolak? Pernahkah sahabat blogger merasakan yang namanya doa diijabahi? Menurut cerita guruku, doa diijabahi dengan 3 cara:
  1.  Dikabulkan langsung sesuai request hamba (bonus ga pake lama)
  2. Dikabulkan tidak sesuai request tapi diganti dengan yang lebih baik, misal minta suami ganteng putih dapetnya suami hitam manis, kaya raya, soleh, penyayang dan menuruti semua permintaan istri *asek asek joss* #eh
  3. Dikabulkan tidak di dunia, melainkan di akhirat kelak sebagai ujian bagi hambaNya yang setia menanti jawaban doa-doanya
Lalu, akupun meraba-raba atas yang pernah kualami beberapa tahun yang lalu, cerita ini memang sudah lama terlewatkan, tapi aku belum pernah menuliskannya secara detail, sekarang tampilan facebook juga lebih memudahkan kita untuk melihat status-status beberapa tahun yang lalu, maka aku mulai menelusuri bebrapa akun, menghayati dan merasakan kenangannya hingga saat ini, tentang sebuah doa, doa yang jarang aku langitkan dengan sungguh-sungguh, doa yang jarang terbesit di hatiku, untuk menzirahi Makkah dan Madinah. Aku menyadari untuk pergi kesana tidaklah dengan ongkos yang sedikit, apalagi orang tuaku tidak memiliki gaji yang besar, gajiku sebagai guru juga alhamdulillah cukup untuk ngopi sehari-hari, boro-boro nabung buat haji atau umroh..

Maka aku lebih menyebutnya rezeki yang tak terduga, berawal dari facebook *nyanyi, jadi lengkap ceritanya: aku berguru di Pesantren Salaf An-Najiyah Surabaya, Kyaiku Hafid lulusan Pakistan, nama beliau adalah KH. Mas Abdullah Basyaiban, beliau ini punya akun facebook yang dengan tanpa mengurangi rasa hormatku aku meng-add akun beliau, Kyaiku keren, Kyaiku gaul, hamdalah dikonfirm requestku, seperti biasa aku mengikuti status-status beliau yang mencerahkan, di suatu waktu beliau update status seperti ini


Yang artinya : biasanya acara khataman Qur'an pulang membawa berkat sebakul, ini tadi pulang mengaji dapat hadiah umroh, alhamdulillah, terima kasih pak Dahlan

Rupanya beliau ini pulang dari acara khataman yang diadakan oleh Pak Dahlan Iskan, menurut penuturan beliau, Pak Dahlan ini rutin mengadakan khataman Qur'an sebulan sekali di rumahnya, dan tidak disangka kalau oleh-olehnya adalah umroh. Sebagai santri beliau tentu saja aku ikut bahagia mendapat kabar beliau umroh lagi, umroh terus, bolak-balik haji, bolak-balik umroh, aku mengomentari:


Aku komen masya Allah, barokah Qur'an, semoga aku tertular barokahnya,
Di bawah aku yang komen itu bibi aku, dan di bawahnya lagi tetangga aku, wkwk, berdekatan tapi ngobrolnya di fesbuk -_- dan ternyata oleh-oleh pulang khataman Qur'an memang berkat umroh, tapi bukan untuk beliau sendiri, ada syarat; yakni untuk hafid-hafidzah yang belum pernah berziarah ke Makkah, sedangkan Yai Abdullah sudah tidak terhitung, wong beliau ini punya Biro Perjalanan Haji sendiri.. Jadi kemungkinan besar yang diberangkatkan umroh oleh Pak Dahlan ya para Huffadz yang ikut ngaji ke rumah beliau dan yang belum pernah haji/umroh.

2 minggu kemudian bapak tergopoh-gopoh memanggil namaku, dengan mata bapak mbrabak, mbrebes mili, alias menangis bahagia, bapak bilang aku ikut rombongan yang diberangkatkan umroh bareng Pak Dahlan Iskan, barusan Yai Abdullah telfon bapak, Yai bilang pesertanya terbatas, seJawa Timur cuma dipilih 36, Surabaya dipilih 4 orang, aku ndomblong, shock, gak percaya, dan embuh, aku berusaha netral tidak terlalu bahagia karna takut zonk, sadar diri juga, kok bisa aku yang kepilih? Padahal tidak ada riwayat berprestasi sebagai santri :v lomba MHQ pun kagak pernah -___- selain itu aku juga sibuk dengan persiapan pernikahanku tanggal 23 Maret 2012

Tanggal 22 Maret Yai mengabarkan agar segera membuat paspor untuk persiapan umroh.. Whattt??? Ini seriusan? Antara percaya dan ragu, aku kembali membuka facebook, scroll down status Yai Abdullah, dan komen:


Rasanya ingin memukul kepalaku, memastikan ini mimpi atau nyata, saat kabar kepastiannya semakin jelas, akupun bersujud syukur, berterima kasih untuk segala nikmat, rezeki, anugrah yang Allah berikan, betapa Tuhan Maha Digital, saksikanlah bahwa apa yang tertulis tidak pernah luput dari persaksian Allah, Allah mengetahui doa-doa yang dituliskan di facebook, makanya gak usah nyinyir sama orang yang doa lewat fesbuk, twitter, soal ikhlas tidaknya itu terserah pribadi masing-masing, Allah has no facebook but He's my friend and He has no twitter but I still follow Him, yang kurasakan saat itu aku tidak berharap lebih, hanya ikut bahagia atas karuniaNya, atas rezeki orang lain. Benar kata Yai Abdullah, anggap saja kado dari Pak Dahlan, karena besoknya aku melaksanakan akad nikah, benar-benar kado terindah.. 

Tanggal 23 Maret adalah akad nikahku, pada saat itu juga sebenarnya adalah perkenalan dengan Pak Dahlan agar lebih dekat dengan calon jamaah umroh, aku absen tentu saja. Pertengahan bulan April ada uji kelayakan di Masjid Akbar bagi calon jamaah umroh, sejumlah peserta diuji bacaan hafalan al-Qur'annya oleh Prof. Ahmad Zahra, guru besar UIN Sunan Ampel Surabaya.

Karena beliau adalah dosenku di Pasca Sarjana UINSA, tentunya proses ujian tidak sewajarnya :v beliau menanyakan bagaimana kabar ayah mertuaku, loh? Ternyata ayah mertuaku adalah teman akrab beliau semasa kuliah dan beliau sering komunikasi dengan ayah mertua, dan lagi-lagi akunya yang gak tau, ealaah.. Wkwk.. Dunia sedaun kelor.. Trus ujiannya gimana? Ya lolos lah, kan beliau sudah seperti ayahku sendiri.. kwkw

Tanggal 21 Mei impianku menjadi nyata. 2 minggu setelah pesta pernikahan aku harus berpisah sejenak dengan suami untuk melaksanakan ibadah umroh, sebenarnya suami pingin ikut dengan biaya sendiri, tapi beliau udah pernah Haji dan rombongan umroh ini husus untuk yang diberangkatkan Pak Dahlan Iskan, sayang sekali saat hari H keberangkatan, Pak Dahlan jatuh sakit, beliau berpesan pada para Huffadz untuk mengkataman Qur'an dan mendoakan beliau agar segera sembuh, dan kini aku juga ikut prihatin dengan kasus yang menimpa Pak Dahlan, yang kutau beliau orang baik, terlepas dari beliau yang mengumrohkan aku, sejak dulu aku sangat mengaguminya, semoga kebenaran akan segera nampak.. 

Saat umroh aku berdoa 3 hal, salah satunya agar segera diberi momongan, dan cara Tuhan menjawab doaku sangat indah, Dia tidak hanya mengabulkan permintaanku, tapi mengabulkan yang melebihi permintaanku, anakku lahir dengan normal dan sehat, tak lama kemudian hamil lagi lahir dengan normal dan sehat pula.. Rabbi Habli min al-Saalihiin..

Terima Kasih untuk skenarioMu yang indah ini, Allah..