Mengapa harus Bunda Teresa?

Main Posts Background Image

Main Posts Background Image

Senin, 29 Juli 2013

Mengapa harus Bunda Teresa?


"Bund, kenapa sih kok suka banget sama Bunda Teresa? Dia kan bukan orang Islam, masih banyak contoh wanita-wanita muslimah yang bisa diidolakan!" Aku kaget dan baru menyadari bahwa ternyata muridku sangat kritis :n: sebelumnya memang aku sering menceritakan sosok Biarawati satu ini.

"Anakku, jika kalian tersesat di suatu jalan dimana tak satu orangpun sudi menolong kalian lalu ada seseorang yang menawarkan bantuan untuk kalian apakah kalian bertanya lebih dahulu apa agama orang tersebut?"

"Ya tidak sih bund.."

"Nah, apalagi Bunda Teresa yang mendedikasikan separuh hidupnya untuk melayani orang-orang terlantar, kaum miskin, orang pinggiran dan penderita kusta, di saat semua orang ingin hidup enak, Bunda Teresa rela terjun melayani mereka, merawat para penyandang kusta tanpa perasaan jijik, kita tidak perlu lagi mempermasalahkan agamanya apa.." :j:

"Iya sih bund, tapi kan andai saja Bunda Teresa itu orang islam!"

"Lho kok jadi protes ke Tuhan?"

"Siapa yang protes ke Tuhan bund!"

"Nak, Tuhan menciptakan manusia dengan berbagai macam, kalau Tuhan mau, pasti Tuhan cuma menciptakan manusia dengan satu agama saja, Bunda Teresa adalah contoh tanda kebesaran Tuhan, Dia menciptakan seorang biarawati yang berjiwa sosial, agar kita tidak menilai seseorang lewat agamanya saja, agar kita berlomba-lomba untuk kebaikan"

"Kalau begitu Bunda Teresa masuk surga atau masuk neraka?"

:i: "Itu hak Tuhan, sayang.. Yang pasti jiwa-jiwa yang berhati mulia kehidupannya diridloi Tuhan" :)

Muridku tersenyum, sepertinya dia mulai faham

"Oia, kamu suka K-Pop Korea Suju, kan?"

"Iya bund, keren.. ganteng-ganteng lho.. unyuu banget"

"Andai saja agamanya Islam" :j:

"Hehee..bunda.. ngebales ni yee"

Ya, itu dialog privat beberapa waktu lalu ketika aku masih mengajar di Pacet.. Sengaja aku memberikan keterangan seperti itu karena aku tidak ingin anak-anakku terlalu fanatik terhadap agamanya sehingga memandang dengan perasaan sinis pada agama lain. Aku memang sangat mengidolakan Bunda Teresa, berikut nasehat dari Bunda Teresa tentang cara mencapai kerendahan hati yang selalu ku coba terapkan dalam hidup, agak sulit dan berat sih, cekidot yak..


Ga keliatan ya? Nih aku gedein tulisannya:
  • Berbicaralah sedikit mungkin tentang diri sendiri 
  • Uruslah persoalan pribadi 
  • Hindari rasa ingin tau 
  • Jangan campuri urusan orang lain 
  • Terimalah pertentangan dengan kegembiraan 
  • Jangan memusatkan perhatian kepada kesalahan orang lain 
  • Terimalah hinaan dan caci maki 
  • Terimalah perasaan tak diperhatikan, dilupakan dan dipandang rendah 
  • Mengalah terhadap kehendak orang lain 
  • Terimalah celaan walaupun anda tidak layak menerimanya 
  • Bersikap sopan dan peka, sekalipun seorang memancing amarah anda 
  • Janganlah mencoba agar dikagumi dan dicintai 
  • Bersikap mengalah dalam perbedaan pendapat, walaupun anda yang benar 
  • Pilihlah selalu yang tersulit

- Mother Teresa-

86 komentar

  1. Kok ekspresinya sampai berkaca-kaca buk? kayaknya ngefans banget sama bunda teresa :)

    Setelah membaca seluruh artikel diatas. Ada yang bisa dijadikan pelajaran untuk kita semua, yang intinya kita diharapkan tidak terlalu fanatik dengan agama yang kita peluk. Karena apabila terlalu fanatik, di khawatirkan akan menimbulkan sifat rasisme "membenci golongan dan agama lain"

    Kita diharapkan selalu bersikap saling hormat menghormati satu sama lain, membudayakan toleransi umat beragama, dan hal-hal yag baik itu kita harus selalu tanamkan kepada siapa saja, meski golongan berbeda, agama berbeda, keturunan berbeda dan masih banyak lagi.

    Ma kasih ya buk atas share-nya. Saya jadi ikut berkaca-kaca juga nich hehehe :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ho'oh mbak wahyuu,, ngepens pol-polan.. :)

      itu yang kuliat selama ini, jangankan fanatik agama, fanatik madzhab saja membuat mereka membenci madzhab lain, pembelajaran mencintai semua golongan ras suku sejak dini pada anak mencetak generasi yang cinta damai, aku jadi inget dengan dzawawi imron, kata beliau "jika hati kita diliputi kasih sayang Tuhan, maka kita tidak akan punya waktu untuk membenci orang lain" :) so, kalo masih ada orang yang cinta mati sama agamanya dengan tambahan membenci agama lain, perlu dipertanyakan apakah dia sudah diliputi rahmat Tuhan? :)

      Hapus
    2. Betul, Ungkapan Zawawi Imron yang Mbak Kutip di atas juga selaras dengan Ucapan Bunda Teresa ini, “If you judge people, you have no time to love them.” Suka sekali dengan Cara Bertutur Mbak dalam Blog ini, Salam Kenal. :)

      Hapus
  2. sama saja tho ketika mbah saya yang jawa selalu bilang ojo geman ngomongno wong liyo, walaupun mbah saya tidak muslim brukut arab sana, alias muslim katutan, ketoknya lebih merasuk dari pada orang mendem langsung di dalili , qoola ta'ala........nek gak duncali sandal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sekarang kok kayaknya gak usum lagi ya mas, ndalil-ndalil.. mengingat sekarang banyak orang yang dalilnya kopas sana sini, ilmunya mutawattir mbah gugel.. coba kita kembali ke jaman auliya' tis'ah, gk ada tuh yang namanya qola ta'ala atau qolannabi, bahkan mereka memplesetkan istilah2 arab menjadi jawa demi merasuknya islam ke jawa.. efeknya: islam menyebar di jawa dengan begitu luas, karena keluwesan beliau2.. ndak ng-ARAB

      Hapus
  3. Hai, Mbaa... aku juga ngfans (rasanya pemilihan katanya kurang pas ya kl "ngfans", whatever lah) sama Bunda Teresa, gak nyangka kita punya idola yang sama, Setuju dengan yang tertulis di paragraf ketiga, seandainya kita bertemu seseorang yang berbeda, suku, ras dan agama kalau ada sesuatu yang baik dan patut diteladani pada orang tersebut, mengapa tidak...

    oh iiya dari yang pernah aku baca, ada banyak hal yang aku suka tentang Bunda Teresa, aku paling suka tentang cara beliau menghargai/menghormati perbedaan.... terbukti dengan dia merawat orang-orang yang berbeda agama, suku dgn penuh kasih... kyknya semua yang dia lakukan tulus dari hati hanya karena Tuhan-nya... indah banget,

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul sekali dee, Bunda Teresa adalah salah satu contoh ketulusan sebentuk hati yang rela melayani makhluk-makhluk Tuhan :)

      Hapus
  4. Hehehe, nak, berbeda itu indah lhooo.. hehehe

    BalasHapus
  5. benar benar menginsfirasi sekali.

    makasih udah buat artikel semenarik ini ya mbak.,

    BalasHapus
  6. Izin follow ya buk, dan mengharap follow back nya ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. maap baru nongol dan langsung meluncur

      Hapus
  7. Bukankah satu2nya fanatik yg diperbolehkan adalah fanatik terhadap agama, Us? Kita boleh nurut dan taat ama guru, tapi gak boleh fanatik ama beliau. CMIIW.

    Analogi nanya jalan dan tokoh idola itu gak sama, Us! Seolah2 kita fanatik bgt ama si pemberi tau jalan itu! Bukan, su'udzon! Bukankah belum tentu dia ngasih petunjuk jalan yg bener? Sebelumnya tokoh2 dan ilmuwan Islam, banyak yg patut dijadiin idola! Bahkan Rasulullah adalah sepatut2nya idola buat kita. IMHO

    HEHE, tp akhirnya elo galau ttg Suju! Kenapa? Gue galau kalo ternyata 'suju' itu adalah 'susu jupe' bhahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. dan satu2nya yang jadi penghancur kerukunan antar umat beragama adalah fanatik berlebihan terhadap agama, sak! iman tidak bisa disamakan dengan fanatik.. orang fanatik belum tentu iman, bahkan cenderung kurang ilmu

      analogi tersebut untuk memahamkan anak tingkat SMP kelas 1 sak :3 aku tidak hanya menceritakan tentang para ilmuwan dan tokoh2 muslim kepada mereka (biasanya saat mengkaji kitab khulasoh nuril yaqin di madrasah mu'adalah), namun cerita bunda teresa, mahatma gandhi, bahkan sosok cinderella sekalipun aku jadikan contoh,akupun sempat begidik saat mereka membully orang islam yang tidak pake kerudung :/ yap semua itu tidak lain sebagai tujuanku agar mereka lebih peka terhadap kepercayaan orang lain juga saling menghargai agama lain, tentunya sebagai bekal kehidupannya kelak, kita tinggal di negara yang sekuler.. ok?

      Hapus
  8. boleh (malahan dianjurkan) fanatik terhadap agama tapi dilarang menghina dan menghujat agama orang lain

    BalasHapus
    Balasan
    1. sepertinya harus dikaji ulang pengertian fanatik pak dhe, ekstrim ini bahasannya :p

      Hapus
    2. fanatik yg justru dibolehkan adalam dalam agamanya, seseorang harus cinta dengan agamanya, bukan malah menaggap agama sama, bahkan mengatakan semua agama diciptakan ALlah, bukannkah jelas2 firman ALlah dalam Al-Qur'an : sesungguhnya agama yg diridhai disisi tuhannya hanyalah Islam!!

      http://alfathonah.blogspot.de/2011/07/apakah-bunda-teresa-masuk-surga.html

      Hapus
  9. suka banget...
    pola pikir kaya gini yang jarang banget. tidak menjadikan agama sebagai sarana mengkotak kotakan diri. karena agama memang diciptakan untuk mengajari manusia mengerti cara bertuhan, sayang kenyataan di lapangan seringkali beda. kesibukan kita beragama justru membuat kita melupakan cara bertuhan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah, ini yang perlu saya garis bawahi ya mas rawins "kesibukan kita beragama justru membuat kita melupakan cara bertuhan..." menurutku semakin matang beragama semakin menganggap segala perbedaan adalah anugrah Tuhan

      Hapus
    2. saya hampir hapal dengan gayanya kang rawins soal ini

      Hapus
    3. dihafalkan lebih giat lagi kang, biar tidak 'hampir' hafal saja, tapi sangat hafa

      Hapus
    4. emang mau ada ujian ya..?
      kalo lulus bonus ubi gak, bu..?

      Hapus
    5. Kalau beginakan jadi agak lempeng dikit.

      Hapus
  10. Indah nya kehidupan jika kita saling menghormati.. Kebaikan pasti di balas dengan kebaikan.

    BalasHapus
  11. kata-katanya sangat menginspiratif, memang tak ada slahkan belajar dari kebaikan seseorang.

    BalasHapus
  12. tentang nilai2 universalitas yg dibawa siapapun, termasuk non-muslim, sy setuju, sebatas itu. tapi tidak ttg keyakinan. sy belajar pendidikan pembelajaran kritis dari poulo freire, karena sy belum menemukan tokoh islam yg membahas pendidikan secara utuh. tapi kalo nemu, pasti kutipan2 dari freire bakal sy tinggalin

    BalasHapus
    Balasan
    1. dan menurut saya, keyakinan yang mendalam tentang agamanya akan mengajarkan seseorang untuk mencintai sesama dan apapun suku ras agamany :)

      Hapus
  13. Kalo ada contoh yang baik meski keyakinannya berbeda apa salahnya mencontoh yang baiknya saja,
    nice blog

    BalasHapus
  14. kata - katanya sungguh luar biasa, motivator banget

    BalasHapus
  15. MBak uSWAH LAMA tidak berjumpa..aku 2 bulanan Off ngeblog..kabarnya lagi katif2nya di dunia nyata..apa kabar tentang sikecil *hihihi* Tentang BUnda Theresa...kalau bagiku mencoba mendengarkan apa yang disampaikan bukan melihat siapa yang menyampaikan.Mau Syurga Atau Neraka lagi2 memang benar itu hak Tuhan, manusia tak berhak apapun mengklaim seseorang masuk neraka meski hanya dengan ucapan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama sayaaang.. kegiatan rumah dan erornya blog bikin males ngeblog, aku juga sebulan ini off,, silent rider ajah.. hihih..

      yang penting kita urusi dulu tentang kita.. karna ngurus diri kita sendiri kadang belum bener kok mau menjudge surga nerakanya seseorang :)

      Hapus
  16. Setiap tindakan positif wajib kita ambil hikmahnya dan berusaha jadikan yang terbaik dalam kehidupan.

    BalasHapus
  17. Gema Takbir Menyapa Semesta,
    Membesarkan dan Mengagungkan Yang Maha Esa nan Maha Suci,
    Bersihkan Hati Kembali Fitri di Hari Kemenangan,
    Terkadang Mata Salah Melihat dan Mulut Salah Berucap,
    Hati kadang salah menduga serta Sikap Khilaf dalam Berprilaku,
    Bila Ada Salah Kata, Khilaf Perbuatan dan Sikap,
    Bila Ada Salah Baca dan Salah Komentar,
    Mohon Dimaafkan Lahir dan Batin,
    Selamat Merayakan Idul Fitri 1 Syawal 1434 H

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama2 yah baaang.. aduh telat banget nih akuuuh :D

      Hapus
  18. minal aidin walfaidzin mbak..

    mohon maaf lahir dan bathin jika selama ini ada terselip komentar yang kurang berkenan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama2 ooom.. aku juga suka nyrocos aja kalo komeng, hihi

      Hapus
  19. mohon maaf lahir dan batin, mohon dimaafkan salah dan khilaf saya

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama2 mas, telat telat telat.. hohoho

      Hapus
  20. Aku mau menyambung silaturahim saja sama mba Uswah.... Taqobbalallahu minna wa minkum \(^_^)/

    BalasHapus
    Balasan
    1. amiiin.. sebaliknya yaa.. maksi ciiin..

      Hapus
  21. masih suasana lebaran khan,
    jadi nggak apa2 kan kalo aku mohon dimaaafkan lahir batin kalau aku ada salah dan khilaf selama ini,
    back to zero again...sambil lirik kiri kanan nyari ketupat....salam :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama2 bang.. kadang suka kesel sma abang komenku ga pernah direplay, wkwk

      Hapus
  22. iya ya kenapa harus Bunda Teresa... diganti saja sama Bunda Mawar Merah ( tanpa duri ) hehehe...

    BalasHapus
  23. seandainya saya tahu nasihat ini dari dulu, saya mungkin bisa menghindari sebisa mungkin untuk tidak berbicara terlalu banyak tentang diri sendiri..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap... i think (gaya ahmad dhani) berbicara seperlunya saja :)

      Hapus
  24. Bagus, boleh saja kita menyukai seseorang non muslim asalkan gak ajaran agamanya sih ^^'

    BalasHapus
  25. kali ini saya baca sampe tuntas...tumben dan keren banget kansaya kali ini.
    justru sebagai orang Islam seharusnya nasehat bunda itu udah kita miliki dan selalu bisa kita terapkan dikehidupan keseharian..kan udah ada tuntunannya.
    tapi...gimana ya, saya juga susah bisanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kang sumpah keren banget *angkat jempol kaki*

      terlepas dari siapapun itu, undzur ma qoola wa laa tandzur man qoola.. perhatikan apa yg diucapkan, jangan perhatikan siapa yang mengucapkan #edisiNdalil

      Hapus
    2. Dan jangan dilihat apa yang di bawa, walau pun tidak membawa Ubi Mba. he,,, he,, he,,,,

      Hapus
  26. WS juga suka suju, kereeeen hheheheheheh (sambil kibas poni)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya baru tau kalo mas ws ini andikable kangenbandable ;p

      Hapus
  27. Suka orangnya, yang penting tidak dengan agamanya juga. (y)

    BalasHapus
  28. Subhanallah :) akhlaknya baguss... sayang agamanya tidak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. kenapa yunda agamanya? agama apapun baik kok :)

      Hapus
    2. fanatik yg justru dibolehkan adalam dalam agamanya, seseorang harus cinta dengan agamanya, bukan malah menaggap agama sama, bahkan mengatakan semua agama diciptakan ALlah, bukannkah jelas2 firman ALlah dalam Al-Qur'an : sesungguhnya agama yg diridhai disisi tuhannya hanyalah Islam!!

      http://alfathonah.blogspot.de/2011/07/apakah-bunda-teresa-masuk-surga.html

      Hapus
  29. 'Tidak penting apa pun agama atau sukumu. Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu' Quote Gus Dur.

    BalasHapus
  30. Kunjungan pertama nih Mbak... :)
    Setuju soal nilai-nilai kebaikan yang dicontohkan oleh Bunda Teresa terlepas dari apapun agamanya. Saya teringat kata dosen saya, "Setiap agama itu baik, soal benaratau tidaknya kembalikan kepada pribadi masing-masing". Salam kenal Mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju ! setiap agama itu baik :)
      Salam kenal yah :)

      Hapus
    2. saya juga selalu setujuh.. ouwoo tengkyu kunjungannya

      Hapus
  31. Agama merupakan nasehat, namun sehat yang paling berharga merupakan nasehat yang dapa menjadi suri tauladan bagi dirinya dan orang di sekitarnya, terlepas dari faktor suku, agama, dan ras. Karena sebuah keyakin akan satu akidah dikembalikan kepada dirii pribadi dari setiap orang yang menjalaninya.

    Salam wisata

    BalasHapus
  32. Sekarang ni mbak susah mencari orang yang seoerti bunda Teresa, apapun agama nya, walaupun se iman dengan kita, walaupun ada , mungkin sesusah mencari jarum dalam jerami.

    BalasHapus


  33. 1."Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah suri tauladan yang baik bagimu"
    2. "Tidak Aku utus Muhammad kecuali untuk menyempurnakan akhlak manusia.
    3. "Maha benar Allah yang maha agung"


    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika perasaan bisa menjadi hujjah maka paman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Thalib pastilah masuk surga. Semasa hidupnya Abu Thalib senantiasa membela aktifitas dakwah Rasulullah dari gangguan kaum Quraisy, namun dia sendiri tidak masuk Islam hingga akhir hidupnya. Jasa-jasanya membela Nabi Muhammad tidak menjadikannya bisa memasuki surga Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hanya saja, atas izin Allah dan syafaat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dia mendapat siksaan neraka yang paling ringan, yakni kakinya disetrika dengan besi panas hingga otaknya mendidih, na’udzubillah.

      Untuk masuk surga tentulah harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sendiri. Syarat yang paling utama adalah Tauhidullah (Pengesaan Allah).

      Barangsiapa mencari agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (Terjemah QS. Ali Imran: 85).

      sedihnya banyak sekrang umat islam yg berpikiran pluralis, dan terjangkit virus sepilis, mengagap semua agama sama, bahkan ada yg bilang agama semua agama adalah ciptaan Allah swt.
      Bukankah sudah tegas firman Allah, sesunggughnya agama yg diridhai disisi tuhannya hanyalah Islam!!

      Hapus
    2. Jika perasaan bisa menjadi hujjah maka paman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Thalib pastilah masuk surga. Semasa hidupnya Abu Thalib senantiasa membela aktifitas dakwah Rasulullah dari gangguan kaum Quraisy, namun dia sendiri tidak masuk Islam hingga akhir hidupnya. Jasa-jasanya membela Nabi Muhammad tidak menjadikannya bisa memasuki surga Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hanya saja, atas izin Allah dan syafaat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dia mendapat siksaan neraka yang paling ringan, yakni kakinya disetrika dengan besi panas hingga otaknya mendidih, na’udzubillah.

      Untuk masuk surga tentulah harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sendiri. Syarat yang paling utama adalah Tauhidullah (Pengesaan Allah).

      Barangsiapa mencari agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (Terjemah QS. Ali Imran: 85).

      Hapus
    3. baca selengkapnya disini buat orang2 yg masih bingung dalam pegangan agamanya, fanatik yg justru dibolehkan adalam dalam agamanya, seseorang harus cinta dengan agamanya, bukan malah menaggap agama sama, bahkan mengatakan semua agama diciptakan ALlah, bukannkah jelas2 firman ALlah dalam Al-Qur'an : sesungguhnya agama yg diridhai disisi tuhannya hanyalah Islam!!

      http://alfathonah.blogspot.de/2011/07/apakah-bunda-teresa-masuk-surga.html

      Hapus
  34. bisa dibaca lebih lanjut di sini ;
    http://alfathonah.blogspot.com/2011/07/apakah-bunda-teresa-masuk-surga.html

    BalasHapus
  35. Aku juga dulu suka berpikiran andai BUnda Tjheresa islam

    BalasHapus
  36. Moga-moga Indonesia punya lebih banyak guru seperti Bu Uswah. Amin.
    Sekarang yang off-topic: KH Hasyim Muzadi juga ada situs, kah?
    Terima kasih (juga untuk list situs favoritnya). :)

    BalasHapus
  37. Semoga semua guru di Indonesia punya hati dan pola pikir yg sama kyk mbak :)

    BalasHapus
  38. modar masok neraka teresa hahaha
    itu kata zakir naik naik lho hahaha

    BalasHapus

Budayakan berkomentar  ヽ(^。^)ノ

Error 404

The page you were looking for, could not be found. You may have typed the address incorrectly or you may have used an outdated link.

Go to Homepage