Sabtu, 26 Desember 2009

freeday di malam asyura

Posted by Uswah on Sabtu, Desember 26, 2009 with No comments
Dalam sejarah Arab, hari 'Asyura (10 Muharram) adalah hari raya bersejarah. Pada hari itu setiap suku mengadakan perayaan dengan mengenakan pakaian baru dan menghias kota-kota mereka. Sekelompok bangsa Arab, yang dikenal sebagai kelompok Yazidi, merayakan hari raya tersebut sebagai hari suka cita.


Loh? kenapa disambut dengan suka cita? bukannya di hari tersebut hari kesedihan bagi kaum muslim sedunia atas peristiwa terbunuhnya husen bin ali di pertempuran karbala? hmmm, ada baiknya kembali pada sejarah, sebelum islam (millatu ibrahim), Hari Asyura sudah menjadi hari peringatan dimana beberapa orang Mekkah biasanya melakukan puasa. Ketika Nabi Muhammad melakukan hijrah ke Madinah, ia mengetahui bahwa Yahudi di daerah tersebut berpuasa pada hari Asyura - bisa jadi saat itu merupakan hari besar Yahudi Yom Kippur. Saat itu, nabi Muhammad menyatakan bahwa Muslim dapat berpuasa pada hari-hari itu.

Asyura merupakan peringatan hal-hal di bawah ini dimana Muslim, khususnya Sunni percaya terjadi pada tanggal 10 Muharram.
  1. Bebasnya Nabi Nuh dan ummatnya dari banjir besar.
  2. Nabi Ibrahim selamat dari apinya Namrud.
  3. Kesembuhan Nabi Yakub dari kebutaan dan ia dibawa bertemu dengan Nabi Yusuf pada hari asyura.
  4. Nabi Musa selamat dari pasukan Fir'aun
  5. Nabi Isa diangkat ke surga setelah usaha kaum yahudi untuk menangkap dan menyalibnya gagal.
sudah jelas kita merayakan asyura adalah untuk merayakan kemenangan para nabi yang empat dari 5 tersebut termasuk ulul 'azmi.

nah, tidak begitu berbeda mungkin suasana di arab dengan suasana di kampung sidoresmo, mmm sidoresmo itu kampung kaya' gimana yach??? kalo katanya orang-orang seh sidoresmo dikenal dengan sebutan makkah-nya tanah jawa dan tempat para haba-ib yang berwajah pribumi (hahaha, maca' ceeee?? begiculach kira-kira), yap.. malam 'asyura diplesetkan sedikit menjadi FREEDAY buat mereka, di momen yang selalu bertepatan dengan haul sayyid ali asghor basyaiban ini merupakan kesempatan bagi para santriwan santriwati untuk keluar dari pesantren-pesantren, semua diizinkan untuk keluar pesantren, bisa dibayangkan gimana senengnya mereka. apalagi acara ini tidak hanya melulu khatmil qur'an, ceramah agama dan solawatan, tapi juga diramaikan dengan bazar rakyat, aneka kebutuhan hidup dihadirkan oleh panitia haul.. wah pada membaur semua, dengan gaya khas santri (sarungan, kopyahan) mereka bertebaran menclok sana menclok sini, curi pandang sana curi pandang sini, tidak sedikit merapat dan mendekat untuk sekedar 'se helo' kalo ada awewe yang kinclong. hehehe,, dasar!! inilah anak-anak nakal penghuni penjara suci, namun ini hanya sisi lain dari ekspresi kebahagiaan bocah-bocah musafir ilmu itu, sedikit hiburan untuk menghilangkan penat, segarkan otak dari ruwetnya hafalan imriti, alfiyah dan al-qur'an. menghilangkan kejenuhan pada sambungan huruf-huruf hijaiyah tanpa jenggot. ah, wajah mereka masih terlihat lugu, setahun sekali aku bisa melihat pemandangan ini, semoga ilmu kami bermanfaat. Amiin..

Bulan dan bintang masih begitu terang menyaksikan mereka yang lagi asyik merayu dan memuji kekasihNya, alhamdulillah tidak diguyur hujan seperti acara taun kemaren, entah sampai kapan acara ini selesai, yang pasti ketika aku menulis blog ini, suara-suara sorak ramai penuh suka cita masih terdengar, kadang ku tak suka suara berisik, tapi aku merasakan, malam ini begitu indah..................

0 komentar

Posting Komentar

Budayakan berkomentar  ヽ(^。^)ノ

Cancel Reply