yang telah lelah tak juga lalu

Main Posts Background Image

Main Posts Background Image

Minggu, 27 Desember 2009

yang telah lelah tak juga lalu

Akan kemanakah angin berhembus
Tatkala turun senja yang muram dan menghunus
Ombak kebingungan, antara pasang atau surut
Bulan di tengah lautan remang berkabut

Untuk siapakah awan berarak
Ketika bumi menolak dan mengelak
Dari sembab mendung
Begitu mata ini, memandang langit dengan lantang
Tanpa sembab sesendupun juga

Kepada siapakah dahan-dahan berdaun
Jika ulat-ulat selalu merasa terhidang dengan daun yang mengayun
Bagaimana aku menanam
Jika membiarkan hama-hama nafsu memakannya dengan runyam

Sampai kapankah nafas masih berhembus
Disaat hari yang dahaga masih berkabut dan haus
Mata menyombongkan diri pada sembab air mata
Dan nafsu menggrogoti bunga-bunga cinta

Datanglah engkau
Berbaring di sisiku
Tataplah aku dengan sinar mataMu
Tangiskan aku karena khilaf-khilafku
Suburkan sukmaku dengan racun pembasmi nafsuku

Hingga
Rindu bertemu denganMu
Menjadi angan dan impianku

3 komentar

Qur'an is my live mengatakan...

buat siapa puisi itu, masihkah untuk kekasihmu tercinta Allahu Rabbuna wa robbukum...

uswah mengatakan...

masih perlukah dipertanyakan?

Qur'an is my live mengatakan...

oke bos...

Posting Komentar

Budayakan berkomentar  ヽ(^。^)ノ

Error 404

The page you were looking for, could not be found. You may have typed the address incorrectly or you may have used an outdated link.

Go to Homepage