Pekat

Main Posts Background Image

Main Posts Background Image

Kamis, 17 Februari 2011

Pekat

Mata masih begitu sembab menerawang matahari
Malam telah tenggelam dalam linangan luka
Aku disini termangu tak mengerti
Atas jiwa-jiwa yang bernurani
Seolah hilang dari senyawa yang melengkapi
Penawar selain kematian kuharap akan ada
Sebagai pengganti dari sakit yang kuderita
Tapi, apa yang membuatku mampu bertahan lagi?
Pondasi kuat telah runtuh sebelum mampu kusempurnakan
Tidak ada satu katapun yang membuat aku bahagia
Sedangkan semuanya kuanggap bisa mematikan
sungguh, tidak ada yang lebih memilukan
Dibanding sejuta pesona senyuman yang kutebar
Namun menyimpan gunungan luka
Mungkin hanya malam beserta desusan angin
Bintang, rembulan
Juga lolongan anjing
Adalah irama terindah jika dipadu dengan rasa yang berkecamuk di hati
Malaikatpun memutar-mutar menari-nari
Laksana rumi di mabuk cinta ilahi
Dan aku tetap dalam rindunya hati, mencari senang di pekatnya hari, sampai hari ini, sampai matahari enggan beranjak di atas kepalaku..

2 komentar

  1. Gak mudheng aku piye maksude?

    BalasHapus
  2. ancene khususon ila hadroti sing mudheng :D sing ora mudheng yo salahNe ora mudheng.. Haha :D

    BalasHapus

Budayakan berkomentar  ヽ(^。^)ノ

Error 404

The page you were looking for, could not be found. You may have typed the address incorrectly or you may have used an outdated link.

Go to Homepage