Minggu, 11 Juli 2010

Agama cinta

Posted by Uswah on Minggu, Juli 11, 2010 with 1 comment
Kisah Syekh Said dan Biarawati Cantik yg menemukan hakikat cinta (note facebook Kyai Balya Zakiyuddin)

Syekh Said seorang salik dengan banyak murid2 yang taat dan mencintainya, mengumpulkan semua murid dan sanak familinya untuk memberikan petuah terakhir sebelum berangkat haji, sebuah keinginan yg telah lama ingin diwujudkannya. Setelah persiapan matang dan petuah telah disampaikan berangkatlah Syekh Said dengan disertai beberapa murid setia yg tak mau dipisahkan, diiringi doa dan tetesan air mata keluarga yang ditinggalkan. Hari demi hari dilalui, telah jauh jarak ditempuh, ketika rombongan kecil Syekh Said tiba di sebuah kota pada suatu senja, beristirahat di sebuah gubuk kosong dekat gereja besar di tepian kota. Malam bermandikan cahaya bulan, suara nafiri terdengar halus mengiringi suara merdu seorang perempuan yg menyanyikan lagu pujian di balik jendela gereja yg terbuka. Tergeraklah hati Syekh Said oleh keingintahuan yg mempesonakan. Dilihatnya jendela gereja yg terbuka di bawah guyuran cahaya bulan, tampak wajah seorang biarawati muda yg cantik berseri. Hati Syekh Said yg selama ini dipenuhi dzikir tiba2 terpenjara oleh cinta yg tak mampu ditahannya.


Hari2 dilaluinya dgn penuh kegelisahan, cintanya semakin membara, rindunya makin tak terbendung. Dipandanginya jendela gereja sepanjang waktu, hanya berharap sekedar melìhat bayangannya untuk melepas rindu. Sholat tak lagi dia ingat, wirid2nya terlelap tertutup rindu. Tujuan semula untuk berhaji dan murid2nya tak diingat lagi. Sementara murid2 yg mengikutinya tak berani bertanya. Tak terbersit di hati mereka sedikitpun prasangka buruk, mereka mengira guru mereka berada pada suatu extasi dari tahapan suluk yg dilalui. Dirawatnya guru mereka yg sdh tak peduli pada dirinya dg penuh tawadlu dan cinta. Hingga mereka mengetahui penyebab kesedihan sang guru.

Bermusyawarahlah para murid untuk mencari solusi,maka disepakati untuk mengatakan pada sang gadis yg ketika itu sdg pergi ke pasar untuk sudi melihat gurunya dan bersedia menerimanya walau sekedar pura2. Hati Sang biarawati cantik terusik, ajaran para pendeta tentang kasih menghantarnya untuk menjumpai Syekh Said. Tapi begitu dilihatnya wajah Syech Said yg lusuh dimakan usia dan kesedihan, kemudaan dan kesombongannya bergolak dg angkuh dikatakannya pada Syekh Said, "Kalau kau bersedia melayani dan memenuhi perintahku kuizinkan kau dekat padaku."

Dimulailah kehidupan baru Sang Syekh sebagai pelayan Sang Gadis. Dilaksanakannya semua tugas dg baik tanpa pernah bertanya, tanpa mengeluh, walau Sang Gadis tak pernah peduli padanya. Sementara para pengikut setiaSyekh Said setia menunggu Sang Guru dg penuh keprihatinan dan kesetiaan, walau mereka tak mampu berbuat apa2. Puncaknya, ketika keinginan untuk menghinakan Syekh Said semakin kuat di hati gadis cantik yg merasa direndahkan karena hanya dicintai oleh orang tua. Diperintahkanlah Syekh Said memelìhara babi dan tinggal bersamanya, barulah nanti Si Gadis memberikan jawaban kesediaannya.

Syekh Said pun tanpa berkata diterimanya tugas tersebut dg kegembiraan. Maka tinggallah Syekh Said bersama babi2 peliharaannya di kandang butut dekat gereja. Murid2 Syekh Said yg melihat keadaan gurunya menangis, mengingatkan gurunya akan kedudukannya semula yg menjadi panutan masyarakat, banyak. dihormati para penguasa dan pembesar negeri kini terjerembab di lubang gelap. Sang Syekh tersenyum air matanya telah kering diusap murid2nya, dikatakannya, "Lupakan aku, kembalilah kalian kepada keluarga kalian, biarkan aku mengikuti jalanku, sungguh aku tak mampu menahan rindu dan cintaku, kini agamaku adalah cinta yg telah merenggut seluruh jiwaku dan kalian terbebas dari aku." Dengan berat hati perpisahan terjadi kembalilah mereka ke negerinya, meninggalkan gurunya dalam penderitaan cinta.

Telah hampir separuh perjalanan ditempuh ketika rombongan kecil murid2 Syekh Said bertemu dg rombongan besar yg datang dari negerinya dipimpin seorang murid Syekh Said yg tertua. Menangislah pengikut Syekh Said yg telah meninggalkan gurunya sendirian, sambil menceritakan keadaan gurunya yg telah murtad dan penuh penderitaan. Murid Syekh Said tertua yg tlh memperoleh pencerahan rohani berkata kepada saudara saudaranya, "Taukah kalian tak sepantasnya seorang murid berburuk sangka dan meninggalkan gurunya dalam keadaan apapun. Sesungguhnya kami datang hendak menyusul guru dan mengikutinya karena melihat cahaya yg luar biasa terang meliputinya dan kami yakini guru telah berada pada puncak spiritual yg tinggi."

Sementara di kota tempat sang Biarawati tinggal. Di tempat tidurnya yg empuk di bilik gereja yg hangat sang Biarawati tidur terlelap dalam buaian mimpi. Dalam mimpinya sang gadis melihat Syekh Said tengah berdiri tegak diliputi cahaya terang dg wajah bersinar penuh wibawa dan kemegahan yg tunduk tiap hati di hadapannya. Syekh Said berkata padanya, "Terima kasih kau telah mengajarkan padaku hakikat cinta." Terbangunlah sang gadis dg rasa bersalah yg tinggi. Dicarinya Syekh Said di tempatnya, tapi tdk ada. Maka pergilah sang biarawati mencari Syekh Said dg kerinduan yg terpendam, segala kesulitan telah dilalui,t elah jauh bumi dijejak tak juga jumpa.Wajah cantik yg mempesona kini kusut tak terawat, badannya kurus dan lemah. Hingga terdengar kabar Syekh Said bertemu dg murid2nya ditengah padang tandus sahara. Datanglah tubuh lemah tsb dg sisa2 tenaga yg dimiliki kepangkuan Syekh Said dan berkata, "Aku ingin mengikutimu kemanapun engkau pergi!" Syekh Said membisikkan ketelinganya sebaris kalimat dg lembut dan sang gadis mendengarkannya dg seksama bersama binar kegembiraan dan getar bibirnya yg kebiruan mengucapkan."Asyhadu an laailaaha illalloh wa asyhadu anna muhammadurrosululloh", matanya tertutup pelan dan lehernya terkulai..
Menurut Kyai Balya, ini salah satu cerita paling masyhur dari dunia sufi. entah karya faridduddin al attar  atau jalaluddin rumi atau jami . Kisahnya banyak dimuat pd kitab2 tasawuf. Cerita ini yg sanggup beliau rekam dalam ingatan dari kitab yg dibacakan abah kyai balya lebih dari 20 t ahun yg lalu. Semasyhur kisah Laila Majnun. well, tapi yang pasti buat kita2 yang imannya masih setengah-setengah alias ora kebek,, jangan coba2 mempraktekkan agama cinta seperti maqom yang berhasil dicapai oleh Sufi Syekh Said..

1 komentar

cerita yang menarik,,,
ReplyDelete

Posting Komentar

Budayakan berkomentar  ヽ(^。^)ノ

Cancel Reply