Selasa, 27 September 2011

Metamorfosa (mencoba memahami orang lain)

Posted by Uswah on Selasa, September 27, 2011 with No comments
Selembar sampah di siang hari,
part II -> dengan judul yang beda dan bahasa yang makin membingungkan, really confused?

Detik-detik yang selalu menemani perjalanan manusia telah mampu memberikan cerita yang tak pernah ter lupakan di sepanjang hidup…. Tentang asa, cita dan cinta.. betapa 3 hal itu mampu membuat seseorang tetap berdiri bertahan seperti saat ini, tidak ada yang perlu disalahkan dalam buruknya kisah, dan tidak ada yang patut untuk dibanggakan, karena betapapun manusia tidak ada yang sempurna, asa dan cita yang awalnya mulia harus ternodai oleh ego dan persaingan untuk tampak lebih unggul, dan cinta yang seharusnya adalah sesuatu yang sempurna bisa menjadi hina, dan anehnya banyak yang memujanya layaknya tuhan..

Prinsip, mungkin kadang mengokohkan dan tak jarang menghancurkan, memilih untuk tidak berprinsippun nanti akan ada batasan tentang apa itu yang dinamakan kepantasan, hidup ini tidak semudah pelukis gambarkan, tak sesederhana penyair melantunkan dan tak seindah penyanyi mengiramakan, hidup di lingkungan yang baik tidak menjamin seseorang untuk menjadi baik, baik di luar kadang menyimpan kebusukan di dalam, lahirlah apa yang orang-orang sebut yaitu kemunafikan, kemunafikan adalah topeng mengatasnamakan kebaikan, jika boleh memilih, maka... AKU akan lebih memilih tinggal di tempat orang-orang yang biasa telanjang, karena seperti kata si bejo bahwa telanjang itu suci… hanya saja orang lain menganggap hidup telanjang dalam arti serba blak-blakan dalam profil akan terlihat lebih memalukan, tapi bagiku, tetap bahwa telanjang itu adalah suci…

Keterkaitan seseorang dan yang lainnya dalam hubungan apapun banyak mempengaruhi jiwa seseorang, prinsip yang kokoh dibangun adalah bentuk dari protes jiwa sosialnya terhadap orang2 terdekatnya, lalu masihkah seseorang disalahkan atas sebuah sikap, watak dan karakter? Manusia sebenarnya sangat sederhana, hanya ingin difahami dan hatinya terlayani, baik sebagai anak, saudara, orang tua, kekasih, sahabat dan sebagai teman bergaul..

Asa yang telah terbentuk dari sejak seseorang berada dalam lingkungan berawal dari gejolak yang kian mengobar ketika melihat ketidak seimbangan antara dia dan mereka? Mengapa mereka harus mengatur seseorang sedemikian rupa hingga akhirnya harus merubah total fikiran orang tentang kehidupan, merubah total profil, segala dogma dan aturan telah menumbangkan jiwa2 liar, nakal dan keras... Tak jarang seseorang berubah menjadi begitu lembut bahkan menenggelamkan. Jiwa2 itu laksana banjir yang meluap dalam lautan image baik seseorang... Cintapun makin hanyut dalam samudra, yang selanjutnya menafikkan banyak hal, tentang ci(n)ta itu sendiri dan keluarga..

Aku semakin tak mengerti tentang orang2 macam ini, aku mungkin termasuk di dalamnya... Aku hanya berfikir bagaimana untuk bisa telanjang dihadapanMu, untuk menampakkan kesucianku, lalu Kau peluk tubuhku, tanpa tedeng dan tanpa aling-aling..

0 komentar

Posting Komentar

Budayakan berkomentar  ヽ(^。^)ノ

Cancel Reply