Secangkir Rindu

Main Posts Background Image

Main Posts Background Image

Sabtu, 07 Januari 2012

Secangkir Rindu




Detak sunyi menderu hela nafas
Luruh direngkuh subuh
Redup di sayup mengatup
Merasai rasaku
Menghadirkanmu,
Memberi makna cintamu di secangkir kopiku

Sepekat apakah cintamu mencumbuiku?
Adakah hitam itu cintaku?
Dan putih itu gula cintamu?
Kelam dilebur olehku
Pait dirasaimu
Sekuat apakah hirupanmu di aromaku?
Menggairahkanmu atau sekedar lewat olehmu?
Reguk aku dengan cintamu
Tuang aku dengan kedalaman rindu

Kau boleh mejadikanku sebagai apa saja
Apakah aku cangkir ataukah hanya alas cangkir?
Aku rela menjadi cangkir
Yang tak pernah lelah menampung cintamu
Meski dengan cepat kau habiskan
Lalu kau penuhi lagi
Atau aku menjadi alas cangkir
Yang kau tuangkan sedikit demi sedikit
Sekedar menghangatkan kopimu..

Kau boleh memilihkanku sebagai kopi atau gula atau air
Menjadi apapun, tetaplah aku adalah bagian dari seduhan hidupmu
Kau boleh merasaiku dengan apapun
Bahkan sepait apapun
Karna aku selalu belajar dari awal pertemuan kita
Di secangkir kopi
Yang kau cumbu cangkirnya
Dan kureguk dalamnya
Di tempat yang gaduh namun teduh
Di sela semburan asap kerinduan menyerap dinding-dinding kalbu..

5 komentar

  1. Balasan
    1. backsoundnya lagunya blackOut, Join Kopi... :D makasih mas Anonim sudah mampir gubuk mayaku ;)

      Hapus
  2. ''meski dg cepat kau habiskan''

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku pernah jenuh dengan keegoisanmu..
      aku pernah jenuh dengan kecemburuanmu..
      aku pernah jenuh dengan sifat posesifmu..
      aku pernah jenuh dengan tingkah ke-kanak2anmu..
      Tapi mengapa aku tidak pernah jenuh mencintaimu..?

      Hapus
  3. mengapa yang menulis puisi ini bukan aku?

    BalasHapus

Budayakan berkomentar  ヽ(^。^)ノ

Error 404

The page you were looking for, could not be found. You may have typed the address incorrectly or you may have used an outdated link.

Go to Homepage