Bersahabat dengan Izrail

Main Posts Background Image

Main Posts Background Image

Jumat, 25 Maret 2016

Bersahabat dengan Izrail



Tentang kematian,
Mati,
Sunyi senyap hasrat dan gerak..


Kita pernah mendengar berita tentang bunuh diri di beberapa media, tak jarang motif korban melakukan bunuh diri terdengar konyol bagi sebagian orang, seperti putus cinta, cinta bertepuk sebelah tangan, bahkan istilah "cinta ditolak dukun bertindak" sudah tidak level lagi, lebih memilih bunuh diri. Ada juga motif yang bikin orang mengelus dada dan istighfar, seperti himpitan ekonomi, penyakit yang tak kunjung sembuh atau bahkan kesepian, alhamdulillah sejauh ini tidak ada berita jomblo akut memutuskan menjeburkan diri dalam kobokan. Tapi tahukah yang dialami para korban bunuh diri itu? Mereka merasa sunyi senyap hasratnya, pun tak mampu bergerak lagi, baik itu akalnya ataupun perasaannya, ia stagnan di titik kehidupan, sehingga mati adalah solusi, aku bisa tahu perasaan semacam itu karena aku sendiri pernah mengalaminya, hanya kematian yang ku inginkan saat itu, tapi penyebabnya bukan masalah cinta, atau masalah ekonomi, karena jika itu masalahnya, maka sudah pasti aku mampu menyelesaikan lha wong setiap hari dapat sms "invite cowok kece" atau "pinjaman tunai tanpa jaminan sampai 500 juta", bukan, tapi lebih pada tekanan yang mendera batin, aku dibesarkan di tengah keluarga yang beda latar belakang, ibu dari keluarga militer dan bapak dari keluarga pesantren, ibu menginginkanku menjadi pekerja sukses sedangkan bapakku menginginkanku jadi wanita penghafal Al-Qur'an, sangat bertolak belakang, saat SMA ibu menyarankan masuk kelas IPA agar kelak mudah masuk universitas unggulan yang selanjutnya mudah dapat kerja, dan di saat yang sama bapakku memasukkanku ke Pesantren Tahfid, orientasi keduanya sangat berbeda, anehnya aku pasrah mengikuti alur mereka, awalnya aku berfikir baiklah akan ku jalani, toh dunia dan akhiratnya kelak bisa seimbang.

Tekanan demi tekanan mewujudkan cita-cita kedua orang tuaku menemui kejenuhan titik klimaks, dan untuk pertama kali aku menginginkan kematian dalam hidupku, mungkin dengan cara itu mereka berhenti memaksaku, berawal dari pengalaman kelam itulah, sampai sekarang aku berusaha untuk tidak nyinyir jika ada peristiwa bunuh diri, aku tahu perasaan mereka, hanya bersyukur aku mampu bertahan dengan berbagai pengalaman spiritual yang aku alami, membuka postingan beberapa tahun lalu di blogku aku menemukan quote yang aku sendiri tidak menyangka pernah menuliskannya "aku bahagia dengan hidupku, tapi jika aku boleh memilih, aku lebih memilih untuk tidak pernah dilahirkan", aku senyum sendiri saat membacanya.


Kini, aku tidak lagi seperti remaja labil, aku lebih dewasa tentunya, dengan kehadiran orang-orang yang kucintai, suami, kedua anakku dan calon adiknya, yang harus kulakukan adalah syukur tiada henti, ada selaksa hikmah yang baru aku rasakan sekarang, hikmah ta'dzim kepada orang tua dan guru, ikhtiar serta doa, tidak ada yang sia-sia, Tuhan menggantinya dengan yang jauh lebih banyak, kenyamananku tidak pernah terusik sampai pada saat kujumpai nasehat yang paling ampuh, yakni kematian. 

Beberapa waktu lalu aku dikejutkan oleh wafatnya Sang Blogger wanita, Mbak Putri Hutami, beliau wafat karena kecelakaan saat perjalanan kontrol kehamilan keduanya di RS. Hermina Jakarta, berita tersebut sungguh memukulku, meskipun sejatinya aku tidak kenal dengan beliau. Mbak Putri wafat dalam keadaan menyusui saat hamil dan aktif menulis di sosmed dan blog, peristiwa syahid yang dialami beliau tak elak membuatku begidik, aku sama dengan beliau, hamil dalam keadaan menyusui, aku juga aktif menulis di sosmed dan blog, aku klik satu demi satu akun sosmed beliau, masih aktif di hari-hari kemarin, ya Allah.. Baru kali ini aku benar-benar merasakan takut mati, padahal dulunya aku pernah menantang kematian, tak selang lama, berita duka datang lagi, kali ini dari seorang teman yang meninggal 40 hari setelah melahirkan, lagi-lagi peristiwa kematian seorang ibu mulai menghantuiku, bagaimana jika aku juga mengalami hal tersebut, kini aku hamil anak ketiga, terkadang melihat hasil kontrol kehamilan yang sedikit agak horor membuatku berpikir macam-macam tentang maut, maut sejatinya mengintai siapapun, tak kenal umur, dalam keadaan apapun dan dimanapun,  

"Aina maa takuunu yudrikkumul mautu walau kuntum fi burujin musyayyadah" (4:78) 

Dimana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh

Tidak ada yang tau kapan pastinya datang kematian, sering kita melihat seseorang yang awalnya segar bugar tanpa penyakit beberapa jam kemudian kita mendengar kabar kematiannya, itulah rahasia Sang 'Alim al-Ghaib.

Pernah mendengar prediksi dokter tentang umur seseorang karena suatu penyakit? Para tenaga medis bukanlah mendahulukan kuasa Tuhan, tapi mereka memiliki ilmu dalam bidang kesehatan yang bisa memperkirakan sampai dimana penyakit tersebut mampu bertahan di tubuh pasien, sama dengan dokter yang memprediksi HPL atau Hari Perkiraan Lahir bayi yang ada dalam kandungan seorang ibu, meskipun hanya sedikit dari prosentase yang tepat, setidaknya itulah prediksi, agar kita lebih siap menghadapi apapun, tak jauh beda dengan giveaway yang diadakan mbak Desi Namora, bagaimana jika umurku diprediksi 8 hari lagi akan ditutup oleh Sang Pemilik Hidup? Kucoba mulai saat ini untuk lebih bersahabat dengan Izrail.

Yang pertama kali ingin ku lakukan adalah mengumumkan penutupan onlineshopku dan menyelesaikan transaksi pada supplier dan customer, sehingga tidak ada lagi urusan hutang piutang terkait jual beli.

Berpesan kepada suami untuk tetap menggunakan sosmedku sekedar mengecek ataupun ikut mengaminkan jika berita kematianku mentag namaku muncul di kronologiku, atau jika saat ulang tahunku pasca kematianku mereka tetap mengucapkan selamat disertai Fatihah.

Silaturrahmi pada kedua keluarga besar dari pihak suami dan keluargaku, serta meminta maaf atas segala kekurangan dan khilafku selama berada di tengah-tengah mereka.

Aku ingin pergi sehari hanya menuju Raudlah, Makam Nabi di Madinah, aku ingin mengucapkan salam kepada beliau, meluapkan segala kerinduan yang bahkan dalam sehari aku menyebutnya saat solat seakan-akan aku bertamu dan duduk bersimpuh mengucapkan salam kepadanya "assalamu 'alaika ayyuhannabiyyu wa rahmatullahi wa barakatuh", salam untukmu wahai Nabiku. Ingin ragaku bertaut padamu sebelum jiwaku direnggut.

Selebihnya aku tak ingin muluk-muluk, mengingat mati sudah membikin jantung berdebar, makan tak enak, ngopipun gelisah, aku hanya ingin memanfaatkan sisa-sisa umurku selayaknya di kehidupan normalku, bangun subuh, solat, tadarrus, memasak, memandikan anak-anak, mengajar, dan membaktikan seluruh hidupku untuk mencintai dan melayani keluarga kecilku. Mati yang paling aku harapkan adalah Husnul Khotimah. Mati dalam khidmah kepada keluarga dan membaktikan diri untuk ilmu.

Dan jika satu hari sebelum kematianku datang, aku ingin kembali ke tanah kelahiranku, karna tanah kelahiranku begitu istimewa sebagaimana yang pernah aku tulis dalam status facebookku 2 tahun yang lalu




*words : 999

58 komentar

  1. blogwalking di malam hari, sekalian silaturahmi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. mangga, duren, papaya, mijon, kacang-kacang

      Hapus
  2. Subhanallah….. statusnya mbak.e yang di fb bikin berinding mbak :3
    Sukses untuk GA nya ya mbak
    Salam Kenal ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, kebetulan banget pas nulis ini, eh nemu inspirasi tulisan di fb.. ternyata ketakutan itu sudah dari dulu ya.. heuheu..

      Hapus

  3. Mbk beruntung, sdh tau mau dikubur di mana. Saya masih bingung :-(

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga saja kelak dikabulkan pihak keluarga ^^

      Hapus
  4. saya juga ingin sekali ke Baitullah sebelum ajal menjemput :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. insya allaah berdoa bareng.. ballighna ziyarata makkata wal madinah.. aaamiiin..

      Hapus
  5. betul mbak sering mengingat mati akan semakin bagus

    BalasHapus
  6. niiiiing.... kangeeeen.... maturnuwuuun mpun diajak ikut giveaway niki, kulo nulis buat giveaway ini disandingi backsound niki lo, tanpa sengaja, asli bikin makin merinding :'(

    https://www.youtube.com/watch?v=NHdZ8hSuTIU&list=PLsMwauZCCnOsxbgPB6UAVrMMdu5ZjxrAG&index=7

    BalasHapus
    Balasan
    1. njenengan malah detail banget ning nulisnya perhari, kulo pun bingung mau ngapain aja kalau ajal sudah dekat :(

      Hapus
  7. baca postinggannya jadi merenung, kira2 apa sudah punya bekel menghadapi mati, spertinya lebih banyak inget mati dari pada inget hidup, buktinya tiap waktu lebih sering terasa lapar dari pada zikir :)

    btw sukses GA nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul kang :( nutrisi tubuh penting, seharusnya diseimbangkan dengan nutrisi iman dan takwa, kalau dulu ibuku selalu bilang, kalau gak ngaji gak boleh makan, kalau sudah ngaji baru dapat makan, dari situ saya paham.. kalau nutrisi iman dan tubuh harus seimbang, jangan memikirkan perut saja :(

      Hapus
  8. Allahuakbar saya jadi kepikiran kesalahan saya yang dulu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga dengan mengingat mati, kita bisa merenung lagi arti kehidupan yang sesungguhnya :(

      Hapus
    2. Hmm iya mbak semoga kita selalu diberi rahmat oleh allah swt dan hidayahnya agar kita senantiasa bisa rajin beribadah kepadanya.

      Hapus
  9. sya jd tkut bacanya mbak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya yang nulis aja merinding disco :(

      Hapus
  10. kematian bisa datang kapan saja, yang penting kita mempersiapkan diri sebaik2nya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. aaamiiin, semoga semoga semoga husnul khotimah, wakhtim lana bihusnil khotimah ya allaah

      Hapus
  11. hi kak uswah, another good remedy :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. luuuuuuuuuuuuu? kamu masih hiduuuuup????

      Hapus
  12. Penentuan HPL oleh dokter apa juga termasuk prediksi takdir ya.. Tapi kurang lebih tepat sih ya mba hehehe.. Good luck GA nya mba, semoga menang..

    BalasHapus
    Balasan
    1. tidak mbak, maka itu ada penjelasannya di atas ;)

      Hapus
  13. so touchy mba say :( semoga kematian slalu membayangi hari. Terimakasih tulisannya, Melimpah berkah segala urusannya mba ,, aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. kematian ibarat bayangan :( dia teman setia yang mengikuti kita :(

      Hapus
  14. banyak orang sih inget dengan mati, tapi kelakuan masih sama aja heheh...

    BalasHapus
    Balasan
    1. masih mending mas, drpd kelakuan sama aja, mati gak inget.. kwkw

      Hapus
  15. Ojo mati sek ta ning, kopiku rung mbok gawekno je.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. dolan mriki mangke tak damelke seppesiyal ;D

      Hapus
  16. Hmm harus dipersiapkan lagi nih mulai dari sekarang.

    BalasHapus
  17. Wah, kalau tahu sisa umur yang kita miliki... ya gak bakal, gak bisa. Itu rahasia ilahi yg tidak bisa diandai:-andaikan

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener mas, tidak ada yang bisa mencegahnya dan tidak ada yang bisa menunda atau mencepatkannya :(

      Hapus
  18. Jika hidup itu, harus ingat mati...
    Supaya bisa menjaga kesemuanya...
    Salam,

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam mas deedi, inti dari hidup adalah mati 😒

      Hapus
  19. merinding bacanya..
    kalo lagi lalai harus sering sering inget mati ya.. biar inget Allah

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebenarnya dalam keadaan apapun, seperti kholifah Umar yang senantiasa mengingatkan dirinya sendiri kepada kematian 😒

      Hapus
  20. Mendengar nama Izrail aja udh serem mbak, ditambah ceritanya.. tapi kematian akan selalu menghampiri kita.. tidak ada yang bisa lari dari yang namanya kematian.. semoga kita mati dalam keadaan huznul khotimah :) amin

    BalasHapus
    Balasan
    1. aaamiiin... 'isy kariiman au mut syahidan.. hidup mulia atau berjuang husnul khotimah 😊

      Hapus
  21. Mati serem mbak, kalau kita gak punya bekal.. tapi kalo banyak bekal insyaallah semua itu kita sudah siap dalam keadaan apapun.

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga bekal kita cukup ya om πŸ˜“πŸ˜“πŸ˜“

      Hapus
  22. mantab mbak renungannya...jadi inget pidato kelulusan steve jobs tentang kematian juga..
    suwun.

    BalasHapus
  23. Mengingat mati berarti kita mengingat sebaik apa amal kebajikan yang telah kita perbuat selama hidup kita, karena nanti yang akan menyelamatkan kita di alam setelah dunia ini adalah amal kebaikan kita selama hidup di dunia, bukan begitu tehh...?

    BalasHapus
  24. maka dari itu kita harus menyiapkan bekalnya dari saat ini juga :)

    BalasHapus
  25. Merinding bacanya, jadi terharu...

    BalasHapus
  26. masih bingung matinya nanti saya seperti apa.. semoga mati dalam keadaan baik

    BalasHapus
  27. smoga bisa berakhir dalam keadaan husnul khotimah aamiin ^^

    BalasHapus
  28. merinding bacanya..
    kalo lagi lalai harus sering sering inget mati ya.. biar inget Allah

    BalasHapus
  29. MasyaAllah sungguh menyentuh banget mba.. semakin menohok diri ini untuk selalu berbuat kebaikan ...

    BalasHapus
  30. Judul nya membuat merinding..

    BalasHapus
  31. Ini baru yang membuat saya tersentuh..

    BalasHapus

Budayakan berkomentar  γƒ½(^。^)γƒŽ

Error 404

The page you were looking for, could not be found. You may have typed the address incorrectly or you may have used an outdated link.

Go to Homepage