Kelahiran Sakti

Main Posts Background Image

Main Posts Background Image

Selasa, 26 Juli 2016

Kelahiran Sakti



Salah satu hal yang paling membuat seorang ibu galau adalah, ketika kehamilan sudah lewat dari HPL :stress: (jadwal HPL 14072016) dan belum ada tanda-tanda melahirkan sama sekali, sementara  bbm, wa dan beberapa sosmed lainnya mempertanyakan "sudah lahir belum?", "kapan lahiran?", "kok belum lahir?", itu sama halnya dengan maba alias mahasiswa paruh baya dengan semester stadium akhir  yang ditanya "kapan wisuda?", atau jones akut yang ditanya "kapan nikah?",:cambuk: atau penganten baru yang ditanya "kok belum hamil?". Oops, aku saranin tinggalkan seluruh perkepoan pada situasi-situasi tersebut di atas, karna rasanya itu makNyus di jantung. Dan aku termasuk ibu hamil yang galau karna ditanya terus kapan lahiran, usia kehamilanku saat itu sudah 10 bulan lewat 2 hari, dan kegalauanku menghadapi pertanyaan tersebut berujung pada ancaman suami menyita segala akses komunikasiku, hehe.. Artinya biar aku bisa tenang dan lebih bersabar menghadapi persalinan:pahlawan:

Saat itu hari Selasa, usia kandungan 10 bulan lebih 5 hari (19072016), belum ada tanda-tanda melahirkan juga, aku kontrol ke dokter kandungan, sampai disana disarankan untuk induksi karna plasenta sudah mulai menebal dan dikhawatirkan menghalangi asupan gizi yang masuk untuk bayi, aku serahkan semua keputusan kepada suami karna aku sudah tidak bisa berfikir lagi antara khawatir keadaan bayi dan keinginan melahirkan secara normal (khawatir gagal induksi akhirnya oprasi) :garuklantai:  suami meminta waktu 2 hari kepada dokter untuk menunggu terlebih dulu kontraksi alami, jika tanda-tanda melahirkan belum datang bakal setuju untuk induksi, sebagai pertimbangan juga anak pertamaku Danu 3,3YO besok Rabu (20072016) adalah hari pertama masuk Play Group dan kami sebagai orang tua tidak ingin melewatkan hari penting itu, Rabu terlewatkan dengan rencana-rencana yang sesuai harapan, yakni mengantar Danu sekolah, menemaninya sampai sekolah selesai, semua berjalan lancar, Danu tampak senang bermain di Sekolah dan berkenalan dengan beberapa temannya :senang:

Tiba hari Kamis (21072016), setelah diskusi dengan guruku yang juga seorang dokter, Ning Lely, via bbm, kami semakin yakin untuk melalukan induksi, Ning Lely meyakinkan kami kalau induksi di Rumah Sakit banyak yang berhasil melahirkan secara normal, keyakinan itu membulatkan tekat kami untuk pergi ke Rumah Sakit meminta induksi, sebelum berangkat kami meminta restu dari Abi Umik mertua dan Buya Ibuk di rumah, semua mendoakan proses kelahiran ketiga ini, ke Rumah Sakit diantar Suami dan Abi mertua, sebelum sampai Rumah Sakit, Abi memberikanku air asmak, air asmak ini berisi doa-doa untuk kelancaran melahirkan, Abi ngendikan Insya Allah kalau sudah minum air ini sakitnya berkurang saat melahirkan.. Yang jelas ini bukan perbuatan bid'ah:goyang:  karna zaman Nabi sudah banyak orang yang meminta berkah pada air minum atau sisa makan Nabi, lalu Nabi mendoakan dan memberikan suwuknya pada orang yang meminta berkah tersebut :minumteh:

11.30 RSI Sakinah Mojokerto, sampai sana urus rawat inap untuk keperluan induksi di RS, Dokter Kandunganku, dr. Ida, Sp. Og meminta untuk cek NST dulu untuk mengetahui tingkat detak jantung bayi, hasilnya normal baik semua, setelah cek ricek tidak langsung induksi, bidan menjelaskan dulu tingkat efektifitas dari melahirkan proses induksi dan berbagai resikonya, termasuk jika gagal induksi harus sc, karna bidan bilang tiap bayi berbeda-beda saat merespon induksi, ada yang langsung respon akhirnya kontraksi dan lahiran normal, ada yang dilepas induksi baru merasakan kontraksi, dan malah ada bayi yang stres karna diinduksi dan akhirnya pup di dalam sehingga menyebabkan bayi keracunan ketuban dan harus di sc (gagal induksi), kami sudah sepakat untuk induksi, ternyata juga tidak langsung induksi tapi dicek pembukaan dulu dengan cara VT, dan anehnya kata bidan sudah ada bukaan 1 sempit, padahal belum ada kontraksi sama sekali kok sudah ada pembukaan? Sempat bingung tapi kata bidan untuk kelahiran kedua atau ketiga memang ada yang tidak merasakan kontraksi saat pembukaan, dan dengan sangat bijaksana bidan menyatakan untuk tidak diinduksi dulu, barangkali bukaan bertambah secara alami, aku bersyukur saat itu karna tidak jadi diinduksi:huks:

13.04 mulai merasakan sedikit kontraksi, ini sungguh aneh, kontraksi datang justru saat berada di RS, ternyata benar janin bisa diajak kerja sama, dari awal sudah yakin bisa melahirkan normal, jadi aku dan bapaknya ngajak komunikasi bayi terus biar bisa lahiran normal, dan bayiku merespon dengan baik, dia mungkin tidak ingin ibunya merasakan sakitnya induksi :pliis: dan di luar dugaan, kontraksi datang tanpa bantuan induksi, menunggu 'si sakit' dengan happy :siul: bisa mainan game onet,  sempet mikir mungkin kalau main Pokemon Go bisa lebih cepet datangnya kontraksi huahahaha.. Masih naik turun kasur buat pipis, bidan bilang gak boleh turun kasur, pipisnya pake pispot, aduh enggak deh masih kuat kok buat jalan ke kamar mandi:senang:

15.15 masih pipis terus per 5 menit, dibelikan suami es krim, dan masih bisa menikmati sambil mainan onet sampai level 10 heheheh

15.20 kebelet pipis lagi, turun kasur, nyampe kamar mandi tiba-tiba ngerasain kontraksi yang super duper aduhai kayak kebelet pup abis makan lombok 20 biji :kipas: suami curiga kok belum keluar juga dari kamar mandi, aku di dalam udah mulet-mulet nahan mules, akhirnya suami masuk kamar mandi dan aku dicebokin trus digendong ke kasur, suami bilang "pipisnya di kasur aja",
sampe di atas kasur aku bilang bidan,"mbak aku pingin ngeden" :terpuruk: bidannya bilang "gak papa mbak bab di kasur aja nanti kita bersihkan kok, jangan turun kasur ya, setengah jam lagi cek pembukaan barangkali sudah nambah", ya udah aku ngeden aja pup di kasur, udah gak tahan, xixixi.. trus bidannya teriak 

"eh, mbak sebentar, itu kepalanya bayi muncul" :minta:

bidan yang satunya lagi rempong

"loh iya mbak, eh bayinya keluar, alhamdulillaaah cueepeeet mbak", aku bengong ajah "hah? Udah keluar?"

Suami juga bengong "Masya Allaah cepet alhamdulillaaah", lah aku jadi tambah bingung "loh? Udah keluar to mas bayinya?"

Gak lama terdengar tangisan keras bayiku,"Lah itu!" Kata suami.. Alhamdulillaah rasanya legaa:kenyang:

Alhamdulillaaah Ya Allaah gak nyangka lahiran semudah ini, gak nyangka prosesnya secepat ini, dan baru kali ini ngeraasain melahirkan kayak lagi bab, hehehe. Sungguh tidak ada ungkapan lain selain syukur atas segala kemudahan yang Allah beri, tepat jam 15.30 anak ketiga kami lahir dengan sehat dan selamat, BB 3,1 kg, PB 50 cm, dengan nama

 "MUHAMMAD SYARIF SOSROKARTONO"
 a.k.a
SAKTI
 

 :joged:
Setelah lahir, Sakti kecilku diletakkan di atas dadaku untuk IMD (inisiasi menyusui dini), IMD cukup lama hampir satu jam, lucu banget lihat si kecil nyari sumber ASI hihii.. 

Alhamdulillah, tiap kelahiran itu indah, cara-cara kelahiran juga indah, apapun prosesnya, kisahnya tertulis di hati para ibu, semuanya istimewa, semuanya spesial, menjaga amanahNya menjadi yang terpenting.. Terima kasih untuk suamiku yang seperti bumi, kasih sayangnya menganugrahkan kami segala sesuatu, kesabarannya luar biasa, bahkan setelah melahirkan, suami mengajak kedua anak kami yang super-super untuk dirawat seluruhnya waktu menginap di rumah sakit, sendirian.. Padahal di rumah ada yang bagian ngemong, malamnya begadang untuk menggendong si kecil, dan setiap harinya mengurusi anak-anak kami sementara aku dalaam proses pemulihan pasca melahirkan.. Semoga lelahnya berbuah menjadi keturunan kami yang solih-solih dan qurrota a'yun semuanya.. Aamiiin :pliis:

71 komentar

  1. Sehat selalu yaa Sakti, lucu banget sih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaamiiin aaamiiin onty Tian.. Makasiiih doanya onty :*

      Hapus
  2. Membacanya paragraf per paragraf bikin emosi saya berasa ikut teraduk-aduk, Mbak. :) Jadi teringat dua kali perjuangan istri saya saat dulu melahirkan. Menurut saya, para suami harus membaca tulisan-tulisan semacam ini, agar mereka semakin sayang dan menghargai perjuangan para istri. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas, sakitnya saat kontraksi menjelang persalinan itu seperti tulang mendidih.. Bagaimanapun cara melahirkannya, entah itu kelahiran spontan atau kelahiran melalui sc tetap saja semua ibu itu hebatt.. Dan sudah tentu dukungan suami membuat para ibu lebih bahagia :)

      Hapus
  3. selamat atas kelahiran baby sakti nya mba.. wahh, 41 minggu ya tapi Alhamdulillah nbaby nya sehat dan selamat. tapi emang gengges sih ditanyain orang orang terus ya, "udah lahiran belooomm".. Nanti siap siap "kapan buat dedek buat sakti?" coming soon anak ke- 4 mba hehhehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillaah mbak bersyukur banget semuanya lancar :)

      Hahaa ya itu, kadang org yg sambang dedek sakti doanya semoga taun depan ada anak ke 4, di aminin aja deh.. Hahaha

      Hapus
  4. Wah, lucu sekali dedek Sakti...
    Usia kehamilannya lumayan lama ya, Mbak. Alhamdulillah, lancar.
    Selamat ya, semoga bunda dan ananda selalu sehat :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ketiga anakku selalu lebih dari HPL memang mbak, dan kayaknya ini turunan dari emakku dulu hehehe..

      Aaamiiin aaamiiin πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡

      Hapus
  5. Pertama kali berkunjung ke situs ini salam kenal mba admin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal kembali mas, terima kasih kunjungannya πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

      Hapus
    2. Sama-sama mba teria kasih juga untuk koreksi membangun nya :)

      Hapus
  6. Selamat ya atas kelahirannya.. Anaknya lucu Mbak..

    BalasHapus
  7. baca artikel ini jadi teringat waktu istri mau melahirkan , jadi ikutan ngeden :D
    Alhamdulillah ya diberi kemudahan dalam persalinannya, dedeknya lucu lagi, semoga menjadi anak yang berbakti :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe.. Kebawa suasana ya kang :D

      Aaamiiin aaamiiin, makasih doanya kang ^_^

      Hapus
  8. barakallah, slmt ya mba atas kelahiran dede bayinya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaamiiin.. Alhamdulillaah, makasih mbak niaa ^^

      Hapus
  9. Alhamdulillah, akhirnya setelah berjuang dengan segala upaya si Dede kecil akhirnya hadir di tengah-tengah keluarga kecil yang bahagia. selamat ya mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perjuangan yg terbayar dengan kelancaran dan senyum si kecil tentunya ^^ terima kasih kang jay ^^

      Hapus
  10. Selamat ya mbak, mudah-mudahan menjadi anak yang soleh/solehah..Aamiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih bang ^^

      Aamiiin aaamiiin ^^

      Hapus
  11. Selamat ya

    Proses melahirkan lancar
    Galau pun pudar
    Ganti bahagia berbinar
    Senyum syukur indah mekar...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaak mbak nisaa puisi2mu selalu bikin meleleh :*

      Terima kasih mbak sayang 😍

      Hapus
  12. Bundaa cantikk...
    saya terharu, tpi jd ngerasa takut juga.
    indahnya proses melahirkan bunda ya, begitu mudah dan tanpa rasa sakit. kerenn bun, itu doa dri abi nya bunda berkhasiat bgt yaa. doa orngtua memang makbul yaa.
    selamatt atas kelahiran babynya bunda, sakti guuuaanteengg buaangett :* ih pengen ciuum, cakkep mirip ayahnya yaa. mulusnya mirip bundanya. hehe

    salam kenal bunda cantikk :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rasa takut pasti ada, tp jangan sampai trauma, hehe.. #kode

      Iya mbak, baru kali ini merasakan proses melahirkan dengan begitu lancar tanpa sakit yang berlebih sebagaimana kelahiran yg pertama dan kedua,

      Iyapp kebetulan mirip bapaknya xixixi

      Salam kenal juga yaa mbak sayaang, peluk dari jauh :*

      Hapus
  13. Alahmdulillah mbak kalau bisa dilancarkan dalam proses kelahirannya, waktu beberapa bulan kebelakang teman saya ada juga mbak yang baru melahirkan setelah usia kandungannya 10 bulan dan prosesnya hampir sama dan kalau untuk lebih lanjutnya saya tidak tahu apakah di induksi atau tidak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biasanya bisa maju 2 minggu atau mundur 2 minggu dari perkiraan lahir, terhitung usia kehamilan 40 minggu (10 bulan), semoga dilancarkan juga temannya ya mas.

      Hapus
  14. selamat ya.. semoga sakti kelak menjadi lelaki yang solih..aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaamiiin aamiiiin..

      Makasih kaaaak ^^

      Hapus
  15. Untung segera dicebokin suami dan digendong di kasur ya. Keputusan untuk ngeden saja di kasur itu tepat sekali, hehehe.... Selamat ya, Mbak :) Alhamdulilaah....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwk.. Njih yii leress :D

      Padahal pingin ngeden di closet, malu kalau ngeden di kasur, tp kalau ngeden di closet bisa2 lahiran di closet njih yi, krn gak bisa bedain antara kebelet pup sama lahiran :D gak keren dong nanti tempat lahirnya di closet :D :D

      Hapus
  16. Namanya panjang banegt disingkat Sakti?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sakti bukan diambil dari nama kepanjangannya mas, tapi kata sakti dipakai karna sosok dari Raden Mas Panji Sosrokartono yang sakti ^^ Sosrokartono ini nama kakak Raden Ajeng Kartini, coba mas baca sejarah beliau ^^

      Hapus
  17. Wah selamat ya mbak, semoga menjadi anak soleh solehah .amin

    BalasHapus
  18. Saudarku bisa 12 bulan baru melahirkan. ijin cuti habis belum lahir juga. Tapi lahirnya normal.
    doa itu penting demi menguatkan semangat, apalagi dari orang tua.
    Aku pernah membantu proses persalinan, ternyata serem juga. Aku jadi takut jika nanti punya istri melahirkan. Ah kabur saja, tidak ingat lihat.
    Selamat ya....jangan lupa undang-undang jika nanti sunatan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah keren banget lah itu satu taun dalam kandungan dan akhirnya bisa lahiran spontan..

      Serem gimana bang? Lebih ke horor gitu yak :D yah begitulah perjuangan seorang ibu,

      Ah, dirimu tega sekali bang.. Masak istri lahiran kau tinggal ngopi :/ durjana lah wkwkwk..

      Tak undang akikohnya wae ya, nunggu sunatan 5 taun lagi -___-

      Hapus
  19. widih lucu banget dedek saktinya... jadi pengen punya bayi lagi... ups, pabriknya dah gak produksi lagi tapi....

    Alhamdulillah lancar ya mbak, dulu waktu istrisaya melahirkan 2 hari 2 malam setelah suntik perangsang gak lahiran - lahiran karena belum saatnya, tapi karena sesuatu hal harus dikeluarkan... akhirnya di sesar.... alhamdulillah anaknya sekarang dah umur 4 tahun

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha.. Pabriknya udah ditutup mang? Brati anaknya mamang yg paling kecil umur 4 taun? Ya itulah mang, kalau gagal induksi memang harus sc, dan aku belum punya keberanian buat sc mang, soalnya pingin nambah momongan lagi dlm waktu yg tidak terlampau jauh.. Hehehehe

      Hapus
    2. selamat aja deh, sakti mirip bapaknya apa mbak?...

      Hapus
  20. Kepanjangan dari HPL itu Hari Pertama Lahiran bukan mba ? Wah semoga kelak sakti bisa menjadi orang sukses ya mba.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas, diingat-ingat yaa barangkali istrinya hamil :D

      Aaamiiin aaamiiin :)

      Hapus
  21. Lahiran emang mules kayak mau pup. Saya dua-duanya begitu juga. Biasanya yg diinduksi yang sudah lebih dari atau sama dengan 40 minggu. Tapi kalau diinduksi mulesnya ngga berhenti-berhenti pengalaman saya mah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak denger dari orang2 yg pernah induksi sakitnya plus plus, dan mbak sendiri udah pengalaman induksi. Aku sebenernya belum siap tapi kasian baby kalau kelamaan di rahim.. Duh padahal tanpa induksi aja udah sakit pake banget >_<

      Hapus
  22. Wah, pertama ke sini langsung disambut kabar bahagia :D
    selamat yah sudah menjadi Ibu, hihi

    ddek sakti lucu banget, waduh liat fotonya jadi ada semacam akselerasi untuk bisa segera punya anak. Saya pamit dulu dh mau cari istri :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. welcome bang.. makasiiih sudah mampir.. ahahaa.. lama gak update blog maaf baru balas yaa.. gimana udah dapat sponsor belomj? ;p

      Hapus
  23. Lucuu...selamat ya, Semoga jadi anak soleh. Aamiin

    BalasHapus
  24. Selamat atas kelahirannya ya mbak :)

    berat dan tingginya ideal ya mbak, semoga jadi anak pinter, anak saya malah udah mau ke 6 bulan, saya masih inget tuh perjuangan seorang istri ketika melahirkan.

    kalo dengar kata induksi serem juga ya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. aaamiiiin.. makasih doanya yaa... iya alhamdulillah yaaa kalau bisa mendampingi langsung, yang baek sama ibu dan istri yak :D

      alhamdulillah gak jadi induksi karna kontraksi muncul alami dan cepet bangettt..

      Hapus
  25. Kunjungan perdana saya disini sepertinya, salam kenal yaa dan selamat atas kelahiran putranya yang sangat luar biasa , semoga selalu sehat...

    BalasHapus
    Balasan
    1. selamat dataang.. terima kasiih doanyaa.. mengamini aja,, aaamiiin..

      Hapus
  26. alhamdulillah lancar persalinannya, jadi ikut khawatir nyimak proses sebelum persalinan.
    selamat mbak uswah, smoga menjadi anak soleh..
    cakep banget dik syarif

    BalasHapus
    Balasan
    1. tapi memang sebaiknya didampingi langsung agar tau bagaimana rasanya melahirkan hehehe.. aaah makasih yaa kayaknya kalau cakep itu gen cantik dari emaknya >_< :D

      Hapus
  27. Alhamdulillah. Selamat mba atas kelahiran anaknya.

    BalasHapus
  28. Alhamdulillah. Selamat mba atas kelahiran anaknya.

    BalasHapus
  29. Mbaaa... beda sebulanan kita mbaa.. anakku lahir 15 juni.. tapi baru anak pertama hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. aaaaah genduuuuk ayuuu sekarang udah setaun yaa anaknya.. happy breastfeeding yaah..

      Hapus
  30. Sesuai namanya, proses lahirannya benar-benar sakti. :)

    BalasHapus
  31. Emosi yo Mbak.Pikir positip jdnya lancarrrr

    Ayo kapan nulis lagi!!! Ojo nulis ning status tok :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwk.. ampuuuuun jiaaaah siap grakkk kakakakakkakak

      Hapus
  32. Asyyik bunda tulisannya, salam kenal aja

    BalasHapus
  33. Saat aku berkomentar ini, berarti adik Sakti udah mendekati usia 2 tahun ya, kak ...
    Pasti lagi lucu-lucunya ☺

    Salam kenal buat adik Sakti,ya.

    BalasHapus
  34. SUbhanalah, gantengnya anaknya kaka ini,, subhanallah dikasi anak lelaki yang rupawan yaa.. emang si kalau ditanya kapan lahiran2 gtu bikin gendok juga ya kak kalau sering2.. semioga anak kakak menjadi anak yang soleh yaaa dan berbakti pada kedua orangtuanyaaa

    BalasHapus

Budayakan berkomentar  γƒ½(^。^)γƒŽ

Error 404

The page you were looking for, could not be found. You may have typed the address incorrectly or you may have used an outdated link.

Go to Homepage