Sabtu, 30 Maret 2013

Tuhan, Jadikan Aku Miskin (Saja)!

Posted by Uswah on Sabtu, Maret 30, 2013 with 103 comments
Gambar dari sini
Salam Ngopi Temans :h:

Dua hari ga bewe itu rasanya gimana gitu.. Ada yang terbaru nih dari postinganku :c: kembali belajar, mengkaji 'sesuatu' yang aku temukan kemaren saat ada ceramah agama di salah satu chanel TV, apa itu? Ini dia.. 

Seorang Ustadzah menukil sebuah hadis yang merupakan Doa dari Nabi Muhammad

اللهم احينى مسكينا وامتنى مسكينا واحشرنى زمرة المسا كين

Artinya:
“Ya Allah! Hidupkanlah aku dalam keadaan miskin dan matikanlah aku dalam keadaan miskin serta kumpulkan aku (pada hari kiamat) dalam rombongan orang-orang miskin” (HR.Ibnu Majah)

Ini adalah doa yang pernah diamalkan oleh junjungan kita Nabi Muhamad saw. Dan aku yakin, tidak ada satupun dari umatnya yang mau mengamalkan doa ini :n:

Lalu apa yang ada dalam benak Nabi ketika beliau berdoa seperti ini? Baiklah akan ku coba urai dengan singkat, padat dan semoga jelas dari beberapa referensi, doa ini adalah doa khusus untuk Nabi saja karna menggunakan (ya (ي) mutakalim wahdah bukan naa (نا) domir mutakalim lil muadim nafsahu ), nah ini kalau doa tersebut difahami secara harfiyah, sebagaimana penjelasan dari ustadzah tersebut.

Tapi aku tidak setuju dengan penjelasan beliau, kenapa? Yang perlu digaris bawahi, islam tidak pernah mengajarkan kemiskinan, Tuhan sudah membagi waktu-waktu bagi manusia untuk mengejar dunia, karna dalam Islam kita dituntut untuk bekerja keras mencari penghasilan yang banyak dan halal, seperti yang telah disebutkan dalam sebuah hadis "Beribadahlah seolah-olah engkau mati besok dan bekerjalah seolah-olah engkau hidup selama-lamanya"

Jika doa ini kita pahami secara tekstual-normatif tanpa pernah menggali sedalam-dalamnya apa yang sesunggunya menjadi maksud dari teks doa tersebut. Maka jadilah kita menelan mentah-mentah makna yang tersirat dalam hadist tersebut.

Dalam buku "Islam dan Kemiskinan" dituliskan bahwa doa yang yang di langitkan oleh Rasulullah itu bukan berarti umat di suruh untuk menjadi orang miskin, tetapi maksudnya "orang miskin"  dalam doa ini adalah "Khusyu' dan Mutawadli" (orang-orang yang tunduk dan merendakan diri kepada Allah swt)

Dalam kamus Lisan al-Arab diterangkan bahwa asal arti miskin dalam lughah (bahasa) adalah al-Khadli yang berarti orang yang tunduk, mungkin karna itu, Nabi Muhammad berdoa "Ya Allah hidupkanlah aku dalam keadaan miskin" yang berarti "Ya Allah jadikanlah hidupku penuh dengan tawadlu dan khusyu’ supaya tidak menjadi orang-orang yang sombong dan takabbur"

Dalam kitab "Ihya' Ulum al-Din" karangan Imam al-Ghazali di terangkan bahwasannya Nabi Muhammad tidaklah meminta keadaan miskin yang  maknanya kekurangan, tetapi beliau meminta miskin yang bermakna tunduk dan merendakan diri di hadapan Allah.

Ini juga dikatakan oleh Imam Baihaqi, Imam Ibnu Atsir dalam kitabnya an-Nihayah fi Gharib al-Hadist. Beliau menyatakan bahwasanya maksud lafad  اللهم احينى مسكينا adalah Tawadlu dan Khusyu’, agar tidak menjadi orang yang sombong dan takabur. 

Demikian pula Syakhul Islam Ibnu Taimiyah yang menyatakan bahwa maksud doa tersebut adalah "Hidupkanlah aku dalam keadaan khusyu’ dan tawadlu." Makna yang sama juga di kemukakan oleh Imam Qutaibi.

Nah, gimana Sob.. Masih ragu-ragu dan takut kalo doa pake doa di atas? :l:

103 komentar

KY mengatakan... 30 Maret 2013 11.25
KY setuju dengan pandanga di atas..thanks ya sudah brbahagi
Uswah mengatakan... 30 Maret 2013 11.37
sama-sama KY :)
Delete
ReplyDelete
terlebih dulu.. salam ngopi juga temans :)

asli saiia suka banged sama judulnya.. terlebih ternyata yg dimaksud miskin itu adalah miskin yang bermakna tunduk dan merendakan diri di hadapan Allah.. it's so refreshing
Uswah mengatakan... 30 Maret 2013 12.14
sruput duluuu kopinya..

hehe makasih berkenan membaca dan memahami postingan ini ^_^
Delete
ReplyDelete
Payz0 mengatakan... 30 Maret 2013 12.20
Saya setuju cara dan metode pemaparan mba uswah, tetapi ada baiknya kita lepaskan makna dan maksud dari dalil tersebut kepada para ulama yang memang belajar dari mulut ke mulut, dari majelis ke majelis, dari pada kita berusaha menguraikan sendiri dengan modal kaidah bahasa arab...

Masih banyak kasus dalil yang di maknai sesuai dengan kaidah bahasa arab. tetapi tetap salah dalam memahami. Dan salah dalam memahami sebuah hukum syare'at bukan hanya terjadi pada masa sekarang, tetapi juga pernah terjadi pada masa Rosululloh, contohnya ketika di turunkan nya ayat tentang berhenti dan memulai makan dan minum di bulan Romadhon, terjadi banyak kesalahan dalam memahami ayat tersebut...

(wah maaf jadi panjang.. mo cari bakso dulu..)
Payz0 mengatakan... 30 Maret 2013 12.28
Maaf mba bukannya saya sok tau... tapi memang sok tau...
Delete
Uswah mengatakan... 30 Maret 2013 12.28
wah bang payz0 yang dari arab ini kayaknya lebih mahir deh menguraikan hehehehe...

he'em bener bang, itu jaman dulu yang masih ada Nabi sebagai tafsir Alquran berjalan saja masih memahami secara tekstual, bagaimana orang sekrang? semakin multitafsir..

nitip bakso dong..
Delete
Payz0 mengatakan... 1 April 2013 11.22
ntar ta kirim klo mienya sudah bengkak
Delete
Uswah mengatakan... 1 April 2013 12.51
haduuuh ︶︿︶
Delete
ReplyDelete
mantep sob,saya sebagai orang awam,sangat setuju dengan penjelasan sobat di atas bahwasanga miskin itu bukan berarti miskin dengan artian di ats namun semuanya di artikan dengan artikel di ats memang betul,terima kasih wejangannya sob,
Uswah mengatakan... 30 Maret 2013 12.29
sama-sama bang ^_^ lagian mana ada orang yang mau miskin, hehe.. yang ada malah orang-orang yang bermental miskin.. huhuhu -__-
Delete
ReplyDelete
jujur saya masih sangat teramat ragu ni mbak,ma do'a nya,...,
lagian bener juga tu mbak,,mana ada orang yg mau miskin,...
hihi....

wah,, jadi galau ni,..
hhe...
Uswah mengatakan... 30 Maret 2013 15.19
sekarang jangan ragu lagi yaaa... Tuhan yang Maha Tau tentang permintaan kita ^_^
Delete
ReplyDelete
makin berat artikelnya nih, sulit bagi saya untuk bisa ngikutin, masih banyak dosa dan papa serta kering hati untuk bisa memahami isi yang dalem dari artikel diatas...nyimak dan belajar lebih dalem lagi dari omentar temen yang lain
Uswah mengatakan... 30 Maret 2013 22.09
sambil menikmati ubi cilembu, belajarnya nyantai kayak di pantai.. ajiiiib kang ^_^
Delete
ReplyDelete
yups setuju itulah yg dimaksud dgn hadits diatas..., srpti penjelasan ustadz sy.., barakallahu.. *smile
Uswah mengatakan... 30 Maret 2013 22.09
tos dulu aah sama ustadznya mas rohis #eh
Delete
ReplyDelete
Mintalah apa yang bisa kita minta,tapi kalau saya Mbak lebih memohon supaya diberikan kebijaksanaan agar apa yang saya berbuat bisa lebih baik terutama kepada Sang Pencipta :)
Uswah mengatakan... 30 Maret 2013 22.10
hari ini aku tidak meminta ini dan itu pada Tuhan, hari ini aku hanya ingin berterima kasih pada Tuhan karena telah memberikanku kehidupan :)
Delete
ReplyDelete
ini agak tinggi Mbak buat saya. filsafati sekali.
saya akan baca pelan2, biar bisa menyamai persepsi Mbak Uswah.
Uswah mengatakan... 30 Maret 2013 22.10
ditunggu hasil analisanya bang ^_^
Delete
mungkin, jika doa ini dilafalkan dalam bahasa yang orisinil sesuai naqli, it's OK, karena miskin disini memiliki konotasi bukan sebagai "orang yang tak berdaya/tak berharta", tapi sebagai hamba yang papa, lemah, dan tak ada apa-apanya dibandingkan sang pencipta, dan karenanyalah menundukkan diri dengan sepenuh kekhusyukan dalm doa dan harap.

tapi jika dalam doa yang dilafalkan dalam bahasa Indonesia, mungkin saya akan menghindari kata "miskin" tapi menggunakan kata yang secara kontekstual lebih tepat, yaitu "khusyu' dan menghamba" kepada Allah.
Delete
Uswah mengatakan... 31 Maret 2013 13.44
betul bang.. kl doa pake bhs indonesia lbh baik jgn mnggunakan redaksi "miskin", tpkrn ini bhasa arab jd hrs ditafsirkan dl :)
Delete
ReplyDelete
.. dalam kata^ "matikanlah aku dalam keadaan miskin serta kumpulkan aku (pada hari kiamat) dalam rombongan orang-orang miskin". mungkin dapat dikatakan, kalo orang kaya itu pasti akan dipertanyakan hartanya itu dapat dari mana, maka oleh sebab itu kalo kita miskin otomatis harta yg dipertanyakan itu gak banyak. benerkah itu?!? ..
Uswah mengatakan... 30 Maret 2013 22.11
waaaah dutie malah menafsirkan sendiri nih.. hihihi ^^
Delete
bener sih, tapi fokusnya berbeda saya kira.
Delete
Uswah mengatakan... 31 Maret 2013 13.46
iya sbenernya :) krn ini kajian teksnya :)
Delete
bner tu..,
krna ktka rasulullah naik ke atas langit., ktka mnengok ke kanan rosulullah trsnyum dn brtnya.., ''siapakah yg hendak mnghuni surga ni yaa jibril??''
dn mlaikat jbril mnjwab..''ni adlh sbgian besar dr umatmu dr kalangan org2 yg miskin..''
dn ktka rasulullah mnengok kkiri Ia mnangis dn brtnya
''siapakah yg kelak mnmpati neraka ni yaa jibril??''
dn jbril mnjwab '' ni adlah umatmu dr kalangan org2 yg kaya ddunia..''
hehe share sdkit..
Delete
ReplyDelete
yg pernah gue dengar dari hadist dan buku yg gue pernah baca..

bahwa kelak di hari akhir banyak orang2 miskin yg masuk surgha dan orang2 kaya yg di neraka.

itu karena org2 miskin (fakir) susah di dunia dan senang di akhirat.

dan org2 kaya senang di dunia dan bnyk tanggung jawabnya di akhira.

koreksi ya kalo salah ._.
Uswah mengatakan... 30 Maret 2013 22.12
bukann begitu sob maksudnya -______-
Delete
ReplyDelete
tidak diragukan lagi kualitas ilmu dari bu nyai, sejuk lagi kaaaan...
padahal tadi lho sumuk gk hujan2...
ada jajan lapis dari selamatan tetangga mbak, lumayan buat temen malam ini lembur blogwalking, hehehe
Uswah mengatakan... 30 Maret 2013 22.14
hwahahaa.. sama disini juga ada acara nariyahan, nemil nemil dulu aaaahh.. oia mas agus, lamaran kerjanya ditunggu buat tetangganya mas agus yang mau ngelamar ituh, ntar yang audisi keterima apa enggaknya aku :p
Delete
lha ini aku belum ketemu orange, mas yasin namanya sudah berkeluarga mungkin tidak pernah nongol di masjid apa karena kerja ya. atau dirumah istrinya aku kurang tau mbak.
apa aku yang gak pernah nongol di masjid ya, hehehehe
Delete
Uswah mengatakan... 31 Maret 2013 18.22
ealah sudah berkeluarga toh -______- kalo bs yg belom berkeluarga mas soalnya harus bersedia ditempatkan di asrama :)
Delete
ouww ndak tak baca lengkap syarate, hehe
iya sudah berkeluarga, tidak ada calon lain mbak
Delete
Uswah mengatakan... 1 April 2013 08.55
@_@

contoh blogger yang buruk tidak membaca sampai akhir postingan blogger yang lainnya hehehehehe :p :p :p

*nyruput kopi*
Delete
jangan lupa baca basmalah dulu nanti mundak keselek,
hehehe sambil garuk kepala
Delete
Uswah mengatakan... 2 April 2013 22.48
banyak ketombe, mas? :p
Delete
ReplyDelete
Miskin bukan berarti kekurangan, tapi selalu tunduk kepadda Allah..
Mau ikutan do'a begitu ah.. :)
Uswah mengatakan... 31 Maret 2013 08.09
betul sekali ^_^
Delete
ReplyDelete
mbkuswah jago bhs arab nih kayaknya :D

benar juga ya, ternyata maksudnya adalah khusyu' dan tawadlu.
intinya kita merendahkan diri dihadapan Allah..ga bole sombong.

bagus penjabarannya Jelas sekali, makasi mbk, mungkin doa ini bisa saya amalkan :).

Uswah mengatakan... 31 Maret 2013 08.10
ga juga -____-

silahkan diamalkan mas.. doa langsung dr nabi loooh ^_^
Delete
ReplyDelete
Bu Ustad....klw berdoa dgn amalan doi atas, kalau di ijabah gimana dong?
Pertama. Di ijabah bisa iklas dan tidak takabbur dlm setiap beribadah dan di dlm kehidupan
Kedua. Di Ijabah dalam keadaan yang nyata, dlm arti miskin harta.
Krn imam al ghazali sudah merupakan ulama yg mempunyai jiwa sufi, jadi pandangan beliau kata miskinan bisa di artikan dgn tawaddu'.
nah ini mungkin bersebrangan dgn penjelasan dgn Alm, Mbah Ali maksum krapyak. dgn jelas beliau meneerangkan miskinan yg sesungguhnya.

Maaf makin melebar, krn saya ingin tau yg sebenarnya Bu Ustadz .
Uswah mengatakan... 31 Maret 2013 09.41
doa disini masih multi tafsir mbak karena bahasanya yang gharib (seperti yang dipaparkan dalam kitab an-Nihayah fi Gharib al-Hadist).. dan keghariban lafad hadis zaman rasul sangat banyak, seperti contoh lain dalam hadis nabi "laa hasada illa 'alastnatain, rojulun atahullahul kitab wa qooma bihi anaa-al lail...... ila akh..",, hasud tidak diperbolehkan kecuali kepada 2 orang, yang pertama orang yang hafal alquran dan senantiasa membacanya siang dan malam..dst.. mengapa tidak memakai lafad ghibtoh yang berarti menginginkan nikmat yang serupa tanpa menghrapkan hilang dr pemilik nikmat tetapi malah memakai lafad hasad yang makna dari hasad itu sendiri adalah mengharapkan hilangnya kenikmatan itu pada orang lain? ini karena hasad ada dua menurut imam nawawi yakni hasad hakiki dan hasad majazi, dan hasad yang disini merupakan hasad majazi ay alghibtoh..

nah, kaitannya dengan lafad hadis di atas, lafad miskinan tersebut merupakan lafad majazi bukan lafad hakiki, meskipun sebagian ulama menyatakan bahwa lafad muskinan di atas adalah lafad hakiki (miskin yang sebenarnya yaitu miskin harta), toh jika redaksi doa itu dilangitkan, "innallaha ya'lamus sirro wa akhfa", Tuhan yang lebih mengetahui maksud yang rahasia dan tersembunyi dari hambaNya, ya.. Tuhan yang lebih tau maksud doa hamba2Nya, jika yang berdoa adalah orang yang mengharapkan ketawaduan dan kekhusyuan insya Allah bakal dianugrahi seperti yang diminta, tapi jika yang berdoa dengan doa tersebut adalah orang sufi yang zuhud dan wara' maka tidak menutup kemungkinan dia dianugrahkan kemiskinan dalam arti yang hakiki,

tapi kalo menurutku, sufi bukan berarti orang-orang yang meninggalkan dunia dan gak mau dunia lo, hanya saja sufi adalah orang yang tidak terlalu mencintai dunia, sebab makna dari zuhud (yang dijadikan simbol kesufian) adalah meninggalkan sesuatu yang disenangi

hehe.. dan dari sini penjelasannya juga makin panjang kali lebar sama dengan luas -____-
Delete
Mbak Indaaah. amalan doi itu apaa??
Delete
Uswah mengatakan... 31 Maret 2013 13.40
hahaa.. typo itu bang :D
Delete
Ah pak Dhe mau tau azzaaa dech .....
Delete
Uswah mengatakan... 31 Maret 2013 18.22
mau tau banget..
Delete
sebenarnya nggak banget-banget sih, tapi penasaran
Delete
Uswah mengatakan... 1 April 2013 10.29
berati cuma mau tau aja..
Delete
ReplyDelete
jadi terenyuh , mba aku setuju sama presefsinya :)
Uswah mengatakan... 31 Maret 2013 09.43
iyaa.. cukup terenyuh saja yaa.. jangan tenggelam, nanti ga ada yang nolong :D
Delete
ReplyDelete
Banyak sebagain yang salah tafsir tentang hadist ini, maka tidak mengherankan jika banyak umat islam yang susah untuk bangkit karena terbuai dengan hadist ini. Yuk berusaha menjadi orang kaya biar bisa lebih berderma.
Uswah mengatakan... 31 Maret 2013 10.39
kaya masuk surga... aiiih senangnya hohoho
Delete
ReplyDelete
Mbak USwahhhh...aku selalu belajar dan belajar jika berkunjung ke sini....terimakasih.Dulu sempat denger tntang doa Nabi Muhammad di atas..tapi baru tau..maksud yang sebenarnya hari ini,,,,
Uswah mengatakan... 31 Maret 2013 10.38
sama2 berbagi yaa.. semoga bermanfaat ^_^
Delete
ReplyDelete
saya baru tahu, ternyata maksud dari "orang miskin" dalam doa ini adalah "Khusyu' dan Mutawadli" (orang-orang yang tunduk dan merendakan diri kepada Allah swt)

matur kesuwun sanget buat artikel yang bermanfaat ini
Uswah mengatakan... 31 Maret 2013 11.01
sami sami kang :) heuheu
Delete
ReplyDelete
wah baru tahu, kamu memang pintar
selalu saja belajar dari ilmu yang mengajarkan arti hidup sesungguhnya.
Uswah mengatakan... 31 Maret 2013 11.17
saling berbagi mbak ^_^ terima kasih kunjungannya :)
Delete
ReplyDelete
jd menurut mbak kita harus ragu ap tidak?..kalau menurut sy sih..bingung,,hee
Uswah mengatakan... 31 Maret 2013 13.47
jangan ragu2 bang.. diamalkan saja :)
Delete
ReplyDelete
subhanallah sungguh pelajaran yang berharga disini..
terima kasih mba uswah atas ilmu dan pencerahannya..
Uswah mengatakan... 31 Maret 2013 13.47
sama2 mas lukman :)
Delete
ReplyDelete
Makasih mbak sudah mau berbagi...
Uswah mengatakan... 31 Maret 2013 13.50
sama sama mas jun^^
Delete
Sipp dehh, salam kenal yahh mbak...
Delete
Uswah mengatakan... 31 Maret 2013 18.23
kembaliiiii <(@ ̄︶ ̄@)>
Delete
ReplyDelete
iya zie pernah mendengar penjelasan seperti di atas.

Terlepas dari maksud doa Rasulullah tentang meminta menjadi orang miskin saja, toh orang miskin (yang sebenarnya) memang lebih beruntung kan, hartanya yang dihisab lebih sedikit daripada yang kaya, pertanggung jawabannya lebih sedikit tentang titipan di dunia daripada yang kaya. :)

Mintanya jangan jadi orang kaya atau miskin lah tapi yang diberi kecukupan saja hehe...

kalau miskin dalam artian tawadhu sih mau hihi....
Uswah mengatakan... 31 Maret 2013 18.24
cukup rumah mewah, cukup mobil mewah, cukup satu istri yg cantik dan solihah, cukup banyak uang.. bęgitu ya zie... hihii...
Delete
ReplyDelete
Maaf Bu Ustadz, saya bertanya lagi. Mumpung membahas seputar doa yg sangat Tinggi.
Pertama. Kenapa Rasulullah berdoa seperti itu?
Menurut saya: Karena Muhammad kekasih Allah, habibullah. Segala ciptaanNya bershalawat atasnya. Makhuk paling istimewa, apapun permintaanNya pasti dikabulkan. Iya Kan?
Nah...lantas mnrt saya Rasulullah Termasuk Orang yg paling kaya dikala itu.berarti beliau pernah merasakan kaya yg luar biasa. Apapun beliau pinta pasti di kabulkan. Disisi lain Rasulullah pernah merasakan miskin yang luar biasa,bahkan termiskin di jaman itu. semua harta kekayaannya untuk dijadikan modal perang dan membantu anak yatim dan janda. hartanya semua dikorbankan utk Islam. mungkin pernah dengar cerita 8 dirham kekayaan terakhir rasulullah.

** jadi mnrt saya MISKIN dan KAYA sudah biasa bagi rasulullah, kedua nya sudah pernah merasakan. Karena Beliau "Bisa Memilih" yah, bisa memilih kaya dan bisa milih miskin. Jika Rasulullah Berdoa minta Kaya,otomatis orang islam sekarang berdoa minta kaya dan bisa jadi akan mementingkan dunia dan meninggalkan akhirat.
Uswah mengatakan... 31 Maret 2013 18.38
boleh mbak kalo menginterpretasikan hadis yang berupa doa tersebut berdasarkan pemahaman mbak indah, kalo saya sih belom berani meraba-raba maksud dari hadis tersebut berdasarkan pemahaman saya sendiri, karna ini kaitannya dengan teks, jadi masih harus menukil dari beberapa kitab hadis, paling tidak ada beberapa dalil yang mendukung penafsiran hadis di atas.. lagipula ini adalah kajian matan hadis, yg ketika menafsirkannya saya merujuk pada ahli hadist, setelah menemukan beberapa opsi penafsiran, barulah saya mengambil satu dari beberapa penafsiran yang menurut saya lebih rasional dan relevan di masa sekarang :)

kalaupun mbak indah mengartikan secara tekstual ya monggo :)
Delete
lah itu saya mengawali "bertanya" bukan nya mau menafsirkan. Masalahnya gini klw saya ndak paham sampai ke akarnya terus saya kejar. hahahah (maaf, krn saya ingin pinter kayak Bu haji)

Oh iya Bu, gima kalau ntr postingannya penjabaran ttg opsi2 yg disampaikan oleh Bu Uswah. :) bisa kan?
Delete
Uswah mengatakan... 1 April 2013 07.17
loh... lah di atas itu kan opsi dr beberapa penafsiran toh cintaaa... :) poinnya begini..

pertama, jika dimaknai secara tekstual (dipreteli nahwu sorofnya), maka miskin di atas maknanya adalah miskin hakiki, yakni tidak memiliki harta benda yg melimpah..

kedua, jika dimaknai secara majazy, maka miskin di atas maknanya adalah tawaddu' da khusyu' (referensi: lisanul arab, annihayah fi gharibil hadis, ihya' ulumiddin, islam dan kemiskinan)

sama ketika kita memaknai kata "faqir", faqir makna secara terminologi adalah tidak memiliki harta benda untuk mencukupi kebutuhannya sehari2, makna hakikinya adalah butuh, namun ketika faqir ini digabungkan dengan suatu kalimat yg mufid, maka makna secara term berubah menjadi hakiki, sperti contoh dlm kalimat anal faqiru ilaika ya rabb, makna yg sesungguhnya bukan aku ini tidak punya apa2 di hadapanMu, tp makna yg lebih pas adalah aku membutuhkanMu, Tuhan, tidak hanya sekedar butuh diberi harta, lbh dr itu ay al-faqir ila rohmati robbi, butuh belas kasih sayang Tuhan...

dan sama ketika kita memaknai ghoniy, secara teks maknanya adalah kaya, tetapi ketika kata ghoniy dikolaborasikan dgn teks atau ayat tentang sifat keangkuhan Tuhan, maka ghoniy bukan lagi bermakna kaya, tetapi "tidak butuh pada bantuan makhluk"

dan lafal2 seperti itu sudah banyak dibahas dlm lisanul arab dan beberapa literatur fiqh maupun ulumul quran wal hadis..
Delete
ReplyDelete
Kata2 miskin diatas bukan berarti dalam kekurangan ya melainkan orang yg tunduk tidak menyombongkan diri dengan apa yg telah di raih
Uswah mengatakan... 31 Maret 2013 18.38
bener cik.. sebagaimana qoul imam al-ghozali di atas :)
Delete
ReplyDelete
Terima kasih telah memberikan pencerahan melalui sebuah hadist di atas
Uswah mengatakan... 31 Maret 2013 19.59
sama sama ^^
Delete
ReplyDelete
Assalamualaikum...

Terima kasih untuk pemaparan tentang makna doa yang tertulis diatas, karena memang kenyataan masih ada orang yang tidak dan tidak mau mengamalkan doa yang sangat baik ini.
Uswah mengatakan... 1 April 2013 07.19
waalaikumsalam :) sama2 yaaaa... mksh kunjungannya :)
Delete
ReplyDelete
penjelasan yang mantab , supaya yg miskin ga malas berusaha danjberdoa
Uswah mengatakan... 1 April 2013 07.20
betul3x <(@ ̄︶ ̄@)>
Delete
anisayu mengatakan... 1 April 2013 08.59
telah ku follow kembali

dan trimakasih ya
Delete
Uswah mengatakan... 1 April 2013 09.08
we o we thnx ^_^
Delete
ReplyDelete
Kemiskinan akan selalu mendekatkan. Pada ke kufuran ya mbak...

Dan jangan sampai di balik juga...hadis yg mengatakan antara kita beribadah dengan mencari rezeki..

Di saat beribadah ingat seolah akan hidup trus selamanya
Disaat mencari rezeki malah ibgat seolah akan mati esok...
(bakalan kalo kerja hawanya lemes pengen nyelonjoran trus)....hehe...kapan bisa dapat duit banyak ya mbak...hehe
-------

Uswah mengatakan... 1 April 2013 07.22
ah mantap dah,, kadal faqru ay yakuuna kufron :) mksh bgt tambahannya bang :)

semangaaaaatttt cari mak isyah (penghidupan) :D
Delete
ReplyDelete
Alhamdulillah dapet ilmu dan pengetahuan dari penjelasan lewat posting nya mbak uswah sama komentar yg bermanfaat dari temen temen semua disini.... :)
----
Semoga selalu jd tabungan pahala utk kita semua..amin :)
Uswah mengatakan... 1 April 2013 07.23
sama2 bang :) mksh kunjungannya :)
Delete
sama-sama.
Delete
Uswah mengatakan... 1 April 2013 10.30
heg :p
Delete
ReplyDelete
Kenapa harus takut berdoa seperti itu, maknanya kan beda. :)

dulu waktu mondok kamijuga diajarkan hidup''miskin'' istilahnya mujahadah. Mungkin pernanh denger :)
Uswah mengatakan... 1 April 2013 08.57
yap... bahasa jawanya "tirakatan"... nasinya kering, lauknya tahu tempe, sayur sop rasa masako, sayur bayam rasa rumput.. hahahaaa...
Delete
ReplyDelete
cik awi mengatakan... 1 April 2013 10.28
Tapi hampir ta seorang pun di dunia ini yg berdo'a meminta miskin ya.
Uswah mengatakan... 1 April 2013 12.52
karna semua butuh penghidupan yg layak cik :)
Delete
ReplyDelete
Wah kalau doanya ingin menjadi miskin ya kurang asyik, untung saja tidak benar bedoa demikian
Uswah mengatakan... 2 April 2013 22.49
iya.. kaya gimanaaa gitu :D semua org pengen hidup kaya rayaaa mati masuk surga :D
Delete
ReplyDelete
selalu ada sisi lain.
mengimani bukan berarti percaya begitu saja. karena banyak pesan yg tersirat daripada yg tersurat.
ReplyDelete
artikel nya bagus banget...
Uswah mengatakan... 30 April 2013 12.54
Masa sih? :p
Delete
ReplyDelete
Uswah mengatakan... 30 April 2013 12.53
Dunia lain termasuk ƍǟк?
ReplyDelete
tapi memang knyataan ,....
harta dan kekayaan yang ada di zaman sekarang membuat kita semakin jauh dari mengingat Allah,...
ReplyDelete
Kalau ternyata benar doa tersebut adalah meminta kemiskinan dalam arti harafiah, masih mau doa ngga?
ReplyDelete
Menurut saya, betul bahwa Rasul meminta miskin dalam materi. Sebab mau memakai rumus apapun, antara "Tawadlu dan Khusyu" dan Miskin, itu sama sekali artinya tidak sama. Dan nanti di Akherat, orang2 miskin yg didahulukan masuk Syurga, sedangkan orang2 kaya di suruh menunggu satu hari, yg dimana satu hari Akherat, sama dengan 1000 tahun Dunia. Jadi wajar kl Rasul ber Doa demikian.
ReplyDelete

Posting Komentar

Budayakan berkomentar  ヽ(^。^)ノ

Cancel Reply