Kamis, 09 Mei 2013

Aroma Secangkir Rindu

Posted by Uswah on Kamis, Mei 09, 2013 with 136 comments
Jari-jari lentiknya mulai memilih dan memilah, tungku apipun disiapkan, di atas loyang biji-biji kopi itu disangrai, dan inilah saat-saat yang kutunggu, saat aroma kopi itu berhamburan di dinding-dinding dapur, simbah putriku hanya tersenyum melihatku mengendus-endus di atas loyang kopi, "muwantep niki mbah", begitu yang senantiasa ku ujarkan pada simbah putri tiap kali beliau meracik kopi.. yang tak kalah serunya adalah irama "dug dug dug", ya.. itu adalah irama kopi yang tengah dideplok simbah putri selepas kopi sangraian itu matang, cara yang sangat tradisionil sekali, cukup menggunakan alu dan lumpang, kurang lebih satu jam kopi deplokan sudah jadi, lalu diayak dan siap diseduh,  simbah putriku punya 9 anak yang semuanya penggemar kopi, tidak peduli laki-laki atau perempuan, belum lagi cucu-cucunya yang juga kopi holic, jadi setiap pagi dan menjelang petang simbah putri selalu membikin kopi satu teko, kami menyebutnya kopi naspatel, kopi panas pait kentel, sebenarnya kami hidup di jaman yang sudah moderen, sudah banyak sekali alat selep atau penggiling kopi di pasar-pasar terdekat, lebih praktis dan murah, tapi entah simbah putri lebih hobi mendeplok kopi sepertinya, memang kopi bikinan simbah putri ini lain daripada yang lain, rasanya begitu khas, aromanya pekat, pahit kentalnya nikmat, aku bukannya tidak pernah merasakan kopi yang lain, untuk penggila kopi sepertiku, aku sudah beranjangsana mencicipi kopi dari berbagai jenis, mulai dari arabica, robusta, espresso atau kopi dari beberapa daerah yang kupesan khusus seperti dari aceh, kendari, bali, dan kopi khas lainnya seperti kopi jethak, kopi warung doyong, kopi kelas starbukcs, bahkan kopi luwak yang harganya 100rb per 100gr.. 


 Aah, semuanya serasa lewat kala lidahku sudah kelet dengan kopi deplokan simbah putri, mungkin sebab simbah putri membikinnya dengan penuh ikhlas dan cinta juga proses pembuatannya mengikuti cara orang tua jaman dulu sehingga menghasilkan kopi dengan cita rasa tinggi, bisa kubayangkan seandainya aku masih sempat ngopi bareng simbah kakung sudah pasti simbah kakung memuji kopi bikinan simbah putri.. 

"Tuut.. tuuuut..." bunyi teko tanda air mendidih membuyarkan lamunanku, kuseduh secangkir kopiku dengan sedikit gula, kuhirup aromanya, kureguk dengan penuh rindu, aroma kopi selalu membuatku De Javu, mengingatkanku pada kopi deplokan simbah putri, kini aku tak bisa lagi menikmati kopi racikan simbah putri sebagaimana beberapa tahun yang lalu..




Keterangan:

Deplok: tumbuk
Kentel: kental
Alu dan lumpang: alat untuk menumbuk biji kopi
 
Kelet: melekat  
Gambar: koleksi pribadi 


Tulisan ini diikutsertakan pada 
Giveaway Cerita di Balik Aroma yang diadakan oleh Kakaakin

136 komentar

aroma kopi yang membangkitkan kenangan kerinduan ya....hmmm segala kopi pernah dicoba, apakah pernah juga mencoba kopi asli Toraja,
selamat berlomba ya..semoga menjadi salah satu yang terbaik...salam :-)
Uswah mengatakan... 9 Mei 2013 15.06
alhamdulllah sudah bang, harganya 30rb per 100gr, diseduh dengan takaran gula yg seimbang ternyata tidak merubah kepaitan kopi toraja.. hampir sama dengan kopi bali, bedanya kalo kopi bali agak bau tanah lembab :))
Delete
agus bg mengatakan... 9 Mei 2013 21.30
kopi lampung gimana mbak?
Delete
saya mau jadi tester kopi lampung, kirim dong mas
Delete
Uswah mengatakan... 10 Mei 2013 09.47
twin: nah yg itu belom mas, dikirim dong :p kirim ke alamatnya mas agus s ajah.. ntar mas agus s kirim ke alamatku :D
Delete
hhehe, ide nya bagus mbak, nanti tak kirim bungkusnya aja kan ?
Delete
Uswah mengatakan... 10 Mei 2013 19.54
biasanya ada hadiah uang milyaran di balik bungkus :D
Delete
di balik bungkus itu sebelah mana ya?
Delete
Uswah mengatakan... 10 Mei 2013 23.43
setelah dibuka bli..
Delete
Wah kayaknya admin penggemar berat kopi nih... ati2 lho entar nggak bisa putih kulitnya hehehe
Delete
Uswah mengatakan... 11 Mei 2013 14.50
dikasih pemutih om..
Delete
ReplyDelete
wah, pengen rasanya mbak saya nyicipi kopi asli dapet numbuk sndiri (bkn kopi instan bubuk yg uda dicampur sgala ssuatu)...dari dulu pengen banget tapi blum ksampaian ni, cari2 dipasar pun disini skrg susah cari kopi yg model gt, yg uda dpt nyangrai/uda tumbuk halus...
denger2, kopi yg sprti tu khasiat obatnya besar
Uswah mengatakan... 9 Mei 2013 14.00
iyya kang, sekarang orang lbh milih praktisnya, tdk usah jauh2, di keluargaku yang melestarikan kopi deplok cuma terputus sampai simbah putriku, seţelah itu sudah tidak ada lagi.. suatu saat aku ingin melestarikan kmbali kopi deplok ini.. iyya bagiku kopi banyak khasiatnya, kalo kopi skrg meskipun kopi hitam sdikit banyak ada campurannya, entah dicampur beras atau jagung, yang jelas jauh sekali dgn kopi deplok asli..
Delete
ReplyDelete
memang aroma kopi luar liar ini mantap, saya juga suka, kalau boleh sesekali dikirim ke tempaku bih, biar mak nyusss..hehe
terima kasih sudah berbagi
Uswah mengatakan... 9 Mei 2013 14.00
huwaahaa.. iyya bang, kopi luwak emang sipp.. :p
Delete
kalau luwaknya doang ?
Delete
Uswah mengatakan... 10 Mei 2013 09.48
mayan buat peliharaan gantinya kucing persia
Delete
saya sudah pernah pelihara luwak, kalau kucing persi belum, kucing kampung pasti ada
Delete
Uswah mengatakan... 10 Mei 2013 19.54
dikasih makan apa mas luwaknya?
Delete
kasih makan pisang sama nasi
Delete
Uswah mengatakan... 13 Mei 2013 19.21
-__-
Delete
ReplyDelete
Hmmm aromanya kopi sampai ke Boku no Blog, dan kucoba mencari, ternyata disini asal aroma kopi itu. Salam.
Uswah mengatakan... 9 Mei 2013 14.01
monggo2 selamat menikmati kopi mayaku :))
Delete
ReplyDelete
anisayu mengatakan... 9 Mei 2013 13.26
secangkir kopi rindu
selalu kusruput dipagiku

hmmm

sembari terngiang bunyi alu
ketemu lumpang kayu atau batu

semakin nikmat rasanya merindu
apalagi demani bayang senyummu
yang meluak senada rasa kalbu

hehe
Uswah mengatakan... 9 Mei 2013 14.15
wah jagonya ini mbak anisa :)
Delete
waduh ada puisinya juga...
Delete
Uswah mengatakan... 9 Mei 2013 14.50
iyya mbak anisa ini kan ahlinya bkin puisi mang, kalo aku ahlinya bkin kopi =))
Delete
ReplyDelete
waw kayaknya nikmat sekali kopinya,apalagi tengah hari begini,luwak ini kopi paporit saya.
Uswah mengatakan... 9 Mei 2013 14.16
hehee.. sipp bang zig :)
Delete
belum pernah coba, enak yah, maklum jarang ngopi...
Delete
Uswah mengatakan... 9 Mei 2013 14.50
mantaB lah (y)
Delete
ReplyDelete
bhhh itu kopi mahal amat yah 100 ribu per 100 gram, padahal udah lewat tenggorokan sama rasanya hehe...

mungkin ada kenikmatan dan gengsi tersendiri yah, saya paling ngopi di pinggir jalan, kalo lagi bawa motor trus ngantuk, mampir dulu deh ke warung kopi hihi..
Uswah mengatakan... 9 Mei 2013 14.51
kopi warung doyong bang? 2000 pergelas.. itu juga sudah sipp.. :D tp ga semua warung menyajikan kopi yg nikmat..
Delete
sekarang udah naik harganya hehe...warung doyong, baru denger hihi..
Delete
Uswah mengatakan... 11 Mei 2013 19.54
warung doyong itu warung yg dr gedeg dan miring seakan akan mau roboh :D
Delete
ReplyDelete
harum kopinya hehehe... waduh ternyata mbak uswa ahlinya bikin kopi...
Uswah mengatakan... 9 Mei 2013 14.52
yoi mang.. hihii..
Delete
ReplyDelete
ternyata tidak salah saya kemarin2 memilih kata mendeplok kopi pada beberapa tulisan yang saya dan mbak uswah singgahi. Ternyata ndeplok kopi juga menumbuhkan ingatan kekangenan saya pada alat alu dan lumpang. Mbah ku sama ibu juga sering ndeplok kopi untuk keperluan sehari-hari, lebih nikmat dan terasa kopinya. dan saya hanya mau minum kopi jika kopi itu hasil deplokan 2 bidadari tersebut. hehehe
Uswah mengatakan... 9 Mei 2013 15.04
senangnya kalo sampai sekarang mas agus bisa menikmati kopi deplok.. mbok ya dibagi toh.. wes kangen sm kopiNe simbah..
Delete
sekarang sudah tidak minum kopi tidak ada yang ndeplokkan
Delete
Uswah mengatakan... 10 Mei 2013 09.49
howalah tibakNe yo sama -____-
Delete
haheho...hehe
kalau ditawari kopi sama temen2 pasti saya pilih air putih
Delete
Uswah mengatakan... 10 Mei 2013 19.55
pasti temennya kalo bkin kopi rasa cemplang..
Delete
hehehe plus kembung
Delete
ReplyDelete
kecanggihan dan kemajuan alat,tak akan pernah mengalahkan cara tradisional, karena cara tradisional dibuatnya pake "HATI"...itulah yang takkan pernah tergantikan oleh merk kopi termahal dimanapun.
Hidup Kopi Naspatel...ups? kenapa ngga dikemas dan lalu ditawarkan sekalian pada dunia merk naspatel itu mba?
Uswah mengatakan... 9 Mei 2013 15.09
hehee.. karna ga semua org suka kopi pait kang.. malah skrg semakin menjamur kopi instan, aaah.. jelas jauh sekali rasanya dgn kopi racikan sndiri, emang sih kang.. prosesnya agak lama, disangrai dulu trus didiamkan sampai dingin trus baru dideplok, yg jelas capek bgt ndeplok, aku pernah coba bantu simbah ndeplok, tapi malah pegel lengan tangan.. emang ga biasa, hehee..
Delete
pernah kedatangan tamu amerika yang mau belajar tentang ubi, disuguhi makanan modern malah dibilangnya "indonesia udik", pas disuguhin ubi dan singkong bakar, gosong pula...malah bilang perigud perigud, minumannya bandrek..sambil mringis...minta nambah...
jadi..saya ini udik, soalnya yang tiap hari tak minum kopi instan...huh..dasar bule gendeng!!...;o)
Delete
Uswah mengatakan... 11 Mei 2013 19.56
loh trnyata sama ya.. sekolahanku dl pernah kedatangan syekh dr mesir, kita2 suguhin ubi cilembu.. beliau bilang ladziiiidz (enak):D dan tanya ini makanan apa? hahaa... makin cinta deh sm indonesia, smg ubi gak diakui produk bangsa laen ya kang..
Delete
ReplyDelete
sekarang aku lagi minum kopi hangat sambil membaca postingan ini tentang kopi.
cocok banget dengan situasiku sakarang ini.. :D
Uswah mengatakan... 9 Mei 2013 16.35
tos dl :p
Delete
sekarang saya lagi bw tanpa kopi, hanya air putih segelas hehe...
Delete
Uswah mengatakan... 11 Mei 2013 19.57
*sodorin kopi*
Delete
ReplyDelete
Indah P mengatakan... 9 Mei 2013 15.56
kok suka kopi yang liar sih mbak, apa ndak ada efek samping tuh?
Uswah mengatakan... 9 Mei 2013 16.36
aman dan halal kok mbak ;D
Delete
ReplyDelete
eksak mengatakan... 9 Mei 2013 20.54
Wa a aow! Gue mvsti bilang itu! Dan akhirnya maniak kopi dan kepekatannya bisa menggiveawaykan kemaniakannya! <-- boso opo iki?

*mugo2 menang, Us! ;-)
Uswah mengatakan... 10 Mei 2013 09.51
lah mbuh boso ndi toh.. mhahaa.. iya sak lama gak ikutan GA, ada juga setaunan ga cawi2 GA, amin ajah.. amiiin :)
Delete
eksak mengatakan... 13 Mei 2013 20.48
opo iku cawi2 ????<-- boso opo neh iki?
Delete
ReplyDelete
rindu sama kopi luwak hhe
Uswah mengatakan... 10 Mei 2013 09.51
mau tak kirimkan pembelian kopi luwak onlen mas? *promosi*
Delete
ReplyDelete
agus bg mengatakan... 9 Mei 2013 21.33
kopi dirumah saya juga masih asli lho mbak, goreng kreweng sendiri...
enak gak mas ?
Delete
Uswah mengatakan... 10 Mei 2013 09.52
ah, bkin kepengen ajah :~
Delete
ReplyDelete
aroma kopi memang sedap ya mbak..
tapi saya kurang suka ngeliat bapak saya yg gak bisa lepas dari kopi, 1 hari bisa 3 gelas...wkwkw
*malah curhat
Uswah mengatakan... 10 Mei 2013 09.54
itu mending msh stadium 1, lha pas sblom nikah dl konsumsi kopiku sehari bisa sampe 5x lho.. ndak papa asal sehat, selamatkan anak bangsa dr kekurangan kopi
Delete
hahaa..keren banget mbk sampai 5x :D

kopi kapal api sehat gak mbak?
Delete
Uswah mengatakan... 11 Mei 2013 19.58
sehaatttt.. amaan...

eh,pihak kapal api ngasih kompensasi brp sih buat aku :p
Delete
ReplyDelete
tut ... tut... tut... bunyi teko, tanda air sudah mendidih.... waktunya minum kopi rindu hehehehe
Uswah mengatakan... 10 Mei 2013 12.04
kopi rasa rindu, kopi rasa mbayar :D
Delete
ReplyDelete
Asik mbak....!!!!!
Uswah mengatakan... 10 Mei 2013 12.04
cihuy..
Delete
ReplyDelete
salam.melawat uswah di hari jumaat yg indah dan damai
Uswah mengatakan... 10 Mei 2013 12.05
makasi pakcik :)
Delete
ReplyDelete
Kopi ku dah habis mbak uswah, minta tolong dikirimin heheheh:)
Salam
Uswah mengatakan... 10 Mei 2013 12.06
kirim aromanya via imel ya.. sgera donlot :D
Delete
ReplyDelete
Sofyan mengatakan... 10 Mei 2013 14.34
Owh, ternyata kopi yang ditumbuk itu lebih essip rasanya ya, Mbak. Apalagi ketika mensangrai kopi diberik satu biji buah kakao, hmm rasanya lebih nimat dan baunya lebih wangi, Mbak :)

Matur nuwun, Mbak, sudah tercatat sebagai perserta :)
Uswah mengatakan... 10 Mei 2013 19.56
alhamdulillah.. terima kasih kang :)
Delete
ReplyDelete
lg puasa kopi mbak buat hayyu.. lgian bukan pnggemar kopi sih :-)
Uswah mengatakan... 10 Mei 2013 19.57
lah,, saya hamil sm mnyusuipun ndak berenti ngopi mbak.. bismillah aja deh.. hihii..
Delete
saya penggemar coklat mbak, eh pas hayyu kena diare disuruh dokter spesialisnya puasa coklat juga, hehehehe, skrng udah sembuh bisa mkan coklat lagi deh, horreee , tp tetep nggak sebanyak dlu karena di dalam coklat ada kndungan cafeinnya
Delete
Uswah mengatakan... 10 Mei 2013 23.48
owalah gt mbak.. iya siih.. jgnkan kopi sama coklat, teh aja jg ada kadar kafeinnya.. alhamdulillah kopi sangat bersahabat denganku mbak.. hehee
Delete
ReplyDelete
Mas Nady mengatakan... 10 Mei 2013 19.29
wah penikmat kopi juga ya sob... saya juga lebih suka kopi buatan sendiri sob, rasanya maknyus banget.. hehehe
Uswah mengatakan... 10 Mei 2013 19.58
oyiii... :) memang lebih sesuai selera kalo dibuat dgn tangan sendiri :)
Delete
ReplyDelete
Indah P mengatakan... 10 Mei 2013 19.52
saya klw minum kopi kok hati berdebar debar yah? spt ABG lihat cowok ganteng
Uswah mengatakan... 10 Mei 2013 19.59
wkwk.. aneh pulak mbak indah ini =D pasti beli kopiny di warungnya si ganteng.. mhahahaaa...
Delete
ReplyDelete
perna coba kopi tubruk gak?
yang pake kerikil?
Delete
Uswah mengatakan... 10 Mei 2013 23.45
ndak pernah tuh, kan kalo ngopi di dalem warung, ga di perempatan lampu merah.. haghag..
Delete
ReplyDelete
eyang putri klangenanipun kopi to inggih?
sampun kathah-kathah mangke mindhak marahi influenza lohh
Uswah mengatakan... 10 Mei 2013 23.49
kopi meniko mboten sebabipun kinging influenza, kopi niku unjuk anipun poro wali, insya Allah katah manfaatipun ;D
Delete
menawi makaten, dalem nyuwun, pareng mboten?
menawi pareng, dalem katur matur nuwun.
menawi mboten, dalem cekik inggihh??
Delete
ReplyDelete
jadi ngiler pengin nyobain nih
Uswah mengatakan... 10 Mei 2013 23.44
hayoo dicobaa :~ limited editon loh kopi deplok ituw..
Delete
ReplyDelete
wah mbak,, aroma bisa di kirim gak,,, buat aq jg hehehe....
salam kenal ya mbak...
Uswah mengatakan... 11 Mei 2013 19.59
kirim lewat infrared ya.. jd mbaknya musti kesini dulu ntar tak tempel tempelin deh :D
Delete
ReplyDelete
Wah mantap kuwi kopi luwak... isuk2 ngene uenak banget tuh minum kopi luwak sayang ora ono nangkene hehehe... onok kpine thok luwake wis mlayu soale hehehe
Uswah mengatakan... 11 Mei 2013 20.01
mulakke toh sering2 bw nang nggonku ra tau kenthe'an stok kopi.. piye tek luwak e diganti kucing? :p
Delete
ReplyDelete
.. waduch,, pecinta kopi level berapa nich?!? he..86x ..
Uswah mengatakan... 11 Mei 2013 20.01
level darurat.. mhahahaa.
Delete
ReplyDelete
Indah P mengatakan... 11 Mei 2013 20.20
coba kesini mbak jika mau pasang emoticon:

http://www.tipstrikblogging.com/2013/02/memasang-emoticons-smiley-pada-komentar-blogger.html
atau
http://mdf-blog.blogspot.com/2013/03/menambahkan-emoticon-pada-komentar.html

Biasanya klw tidak bisa JQuerynya lbh dari 1 , itu pengalaman aku loh.
Uswah mengatakan... 13 Mei 2013 09.36
sudah tak pasang mbak tp gak bisa muncul >,<

Lah.. apa pulak itu JQuery T.T
Delete
ReplyDelete
kopi luwak yang masih menjadi favoritku.., mantap rasanya. Harga memang mahal, tapi terbayarkan oleh aroma dan rasanya.
Uswah mengatakan... 13 Mei 2013 09.37
padahal ga lagi bahaw kopi luwak.. hahaa... teng pake berat ajah buat komennya.. hahaa
Delete
ReplyDelete
Just4rt mengatakan... 11 Mei 2013 22.11
wah jadi pengen ngopi nih saya :D.
Uswah mengatakan... 13 Mei 2013 09.37
budayakan ngopi ya..
Delete
ReplyDelete
Pantesan judul blognya tentang ngopi, lha wong turunan soko mbahe.. hehe
Uswah mengatakan... 13 Mei 2013 09.38
ahihii... jadi mallu..
Delete
ReplyDelete
begitulah para pinisepuh kalo mengerjakan sesuatu mesti dari hati dan keikhlasan, dan hasilnyapun menjadi pas ketika kita menikmatiknya. Waktu kecil, sayapun sering ngebantu mboke ndeplok kopi, bukan hanya itu, nggorengpun saya lakukan. Sebab saya juga penggemar kopi
Salam silaturahim dari Blitar
Uswah mengatakan... 13 Mei 2013 09.40
sebelumnya aku ucapin terima kasih krn baca postingan dan gak langsung loncat ke kolom komen.. hahaa...

mantepp ini, emang kalo uda pernah ngerasain kopi deplok baru bisa membedakan "taste"nya.. heheh..
Delete
ReplyDelete
Andy mengatakan... 12 Mei 2013 11.44
apalagi kopi starbucks, lebih lengket rasa, aroma & bayar'a :)
Uswah mengatakan... 13 Mei 2013 09.41
hahaa. iya.. bayarnya itu.. padahal kopinya y standar.. skedar kopi espresso atau mocha.. hash :D
Delete
ReplyDelete
kopi luwak gitu lho, wanginya ga ada yang nandingin.. tapi gak bikin ngantuknya ilang kalo buat saya hehe :D
Uswah mengatakan... 13 Mei 2013 09.42
padahal saya gak lagi bahas kopi luwak lho... hahaks...
Delete
ReplyDelete
aseekkk , suka kpi juga nih ternyataaa , tinggal santaapp dan srupppuutt :D
Uswah mengatakan... 13 Mei 2013 09.44
diseduh dulu dong..
Delete
jangan lupa ditaruh gelas, jangan ditaruh daun pisang lho
Delete
Uswah mengatakan... 13 Mei 2013 19.23
ditaruh gelas jumbo mas (baca: ember)
Delete
ReplyDelete
cik awi mengatakan... 13 Mei 2013 13.11
wah mantab kopinya pasti nikmat rasanya ya.. Semoga dapat yg terbaik di ajang GA nya ya mbak
Uswah mengatakan... 13 Mei 2013 19.23
makasih cik :)
Delete
ReplyDelete
Ngantuk, siang2 corat-coret gambar, nyari kopi sekalian silaturahmi:)
ohh jadi yang coret2 di dinding rumah saya, Mas Boku ya? nakal!!
Delete
Uswah mengatakan... 13 Mei 2013 19.24
tolonh dijewer bang..
Delete
ReplyDelete
ririe mengatakan... 13 Mei 2013 13.50
Aroma kopi..membangkitkan saya utk begadang nge-blog.

Hehehehe..g'luck GAnya mbak..
Uswah mengatakan... 13 Mei 2013 19.24
apalagi begadangnya sm suami ya mbak.. heheheh..

tengkyu mbak ririeee...
Delete
ReplyDelete
berbeda dengan saya mbak. saya paling anti dengan kopi hehehe
Uswah mengatakan... 14 Mei 2013 10.54
mari ngeteh kalo gt :)
Delete
ReplyDelete
wahhhh, baru tau ane ada kopi luwak liar...
Pengen nyobain nih, maklum pecinta kopi :D

salam kenal ya sist...
Uswah mengatakan... 14 Mei 2013 10.56
boleh :p

lam knal jg yaa..
Delete
ReplyDelete
mantap ,,segerrrrrrrrrrr mbak
Uswah mengatakan... 14 Mei 2013 18.33
sipp lah...
Delete
ReplyDelete
yang disamping secangkir kopi itu lho...kok manis banget ya :p
ReplyDelete
wahhh..penggemar kopi ya mbak..kopi luwk /bahasa arab nya yakhruju min siliti luwaki..heeeeee
Uswah mengatakan... 15 Mei 2013 10.53
hahaa.. sodaqta =))
Delete
ReplyDelete
Saya jadi penasaran dengan rasa kopi yang benar-benar aseli, karena menurut kabar, banyak orang yang mencampurkan bahan-bahan lain saat menumbuk/menggiling kopi. :)
Terima kasih atas pasrtisipasinya pada GA Cerita di Balik Aroma ya :)
ReplyDelete
Sruput kopi panas sebelum tidur nih ka'.. sambil baca artikel ini nambah berasa kopi putih yang katanya kopi luwak..
ReplyDelete
yayuk mengatakan... 5 Juli 2013 16.36
bener-bener penggila kopi si Mbak ini ya...
ReplyDelete
dari kecil sudah tahu ibu ku terbiasa menumbuk kopi sendiri tapi aku ya tidak kepincut untuk menjadi penikmat kopi.,hehehe
ReplyDelete

Posting Komentar

Budayakan berkomentar  ヽ(^。^)ノ

Cancel Reply