Senin, 22 Juni 2015

Tuhan tidak Gaptek

Posted by Uswah on Senin, Juni 22, 2015 with 26 comments
Baiklah, saatnya membersihkan warung mayaku yang mulai disinggahi laba-laba, lapak yang tampak tak berempu, kotoran dimana-mana, tak banyak yang singgah, sesekali mungkin; jualan obat keliling :p 

Marhaban Ya Ramadhan, Marhaban Ya syahro jedor-jedor *mercon, Marhaban Ya Syahro iklan sirup marjan.. Sayang sekali ramadhan taun ini tidak ada tarhim ;'( berasa ada yang kurang, kurang gimana gitu, kurang greget, kurang... Ah sudahlah..

Tidak ada yang meragukan lagi bagi seluruh kaum muslim kalau bulan Ramadhan adalah bulan penuh hikmah, bulan yang jika kita berdoa tidak akan pernah ditolak? Pernahkah sahabat blogger merasakan yang namanya doa diijabahi? Menurut cerita guruku, doa diijabahi dengan 3 cara:
  1.  Dikabulkan langsung sesuai request hamba (bonus ga pake lama)
  2. Dikabulkan tidak sesuai request tapi diganti dengan yang lebih baik, misal minta suami ganteng putih dapetnya suami hitam manis, kaya raya, soleh, penyayang dan menuruti semua permintaan istri *asek asek joss* #eh
  3. Dikabulkan tidak di dunia, melainkan di akhirat kelak sebagai ujian bagi hambaNya yang setia menanti jawaban doa-doanya
Lalu, akupun meraba-raba atas yang pernah kualami beberapa tahun yang lalu, cerita ini memang sudah lama terlewatkan, tapi aku belum pernah menuliskannya secara detail, sekarang tampilan facebook juga lebih memudahkan kita untuk melihat status-status beberapa tahun yang lalu, maka aku mulai menelusuri bebrapa akun, menghayati dan merasakan kenangannya hingga saat ini, tentang sebuah doa, doa yang jarang aku langitkan dengan sungguh-sungguh, doa yang jarang terbesit di hatiku, untuk menzirahi Makkah dan Madinah. Aku menyadari untuk pergi kesana tidaklah dengan ongkos yang sedikit, apalagi orang tuaku tidak memiliki gaji yang besar, gajiku sebagai guru juga alhamdulillah cukup untuk ngopi sehari-hari, boro-boro nabung buat haji atau umroh..

Maka aku lebih menyebutnya rezeki yang tak terduga, berawal dari facebook *nyanyi, jadi lengkap ceritanya: aku berguru di Pesantren Salaf An-Najiyah Surabaya, Kyaiku Hafid lulusan Pakistan, nama beliau adalah KH. Mas Abdullah Basyaiban, beliau ini punya akun facebook yang dengan tanpa mengurangi rasa hormatku aku meng-add akun beliau, Kyaiku keren, Kyaiku gaul, hamdalah dikonfirm requestku, seperti biasa aku mengikuti status-status beliau yang mencerahkan, di suatu waktu beliau update status seperti ini


Yang artinya : biasanya acara khataman Qur'an pulang membawa berkat sebakul, ini tadi pulang mengaji dapat hadiah umroh, alhamdulillah, terima kasih pak Dahlan

Rupanya beliau ini pulang dari acara khataman yang diadakan oleh Pak Dahlan Iskan, menurut penuturan beliau, Pak Dahlan ini rutin mengadakan khataman Qur'an sebulan sekali di rumahnya, dan tidak disangka kalau oleh-olehnya adalah umroh. Sebagai santri beliau tentu saja aku ikut bahagia mendapat kabar beliau umroh lagi, umroh terus, bolak-balik haji, bolak-balik umroh, aku mengomentari:


Aku komen masya Allah, barokah Qur'an, semoga aku tertular barokahnya,
Di bawah aku yang komen itu bibi aku, dan di bawahnya lagi tetangga aku, wkwk, berdekatan tapi ngobrolnya di fesbuk -_- dan ternyata oleh-oleh pulang khataman Qur'an memang berkat umroh, tapi bukan untuk beliau sendiri, ada syarat; yakni untuk hafid-hafidzah yang belum pernah berziarah ke Makkah, sedangkan Yai Abdullah sudah tidak terhitung, wong beliau ini punya Biro Perjalanan Haji sendiri.. Jadi kemungkinan besar yang diberangkatkan umroh oleh Pak Dahlan ya para Huffadz yang ikut ngaji ke rumah beliau dan yang belum pernah haji/umroh.

2 minggu kemudian bapak tergopoh-gopoh memanggil namaku, dengan mata bapak mbrabak, mbrebes mili, alias menangis bahagia, bapak bilang aku ikut rombongan yang diberangkatkan umroh bareng Pak Dahlan Iskan, barusan Yai Abdullah telfon bapak, Yai bilang pesertanya terbatas, seJawa Timur cuma dipilih 36, Surabaya dipilih 4 orang, aku ndomblong, shock, gak percaya, dan embuh, aku berusaha netral tidak terlalu bahagia karna takut zonk, sadar diri juga, kok bisa aku yang kepilih? Padahal tidak ada riwayat berprestasi sebagai santri :v lomba MHQ pun kagak pernah -___- selain itu aku juga sibuk dengan persiapan pernikahanku tanggal 23 Maret 2012

Tanggal 22 Maret Yai mengabarkan agar segera membuat paspor untuk persiapan umroh.. Whattt??? Ini seriusan? Antara percaya dan ragu, aku kembali membuka facebook, scroll down status Yai Abdullah, dan komen:


Rasanya ingin memukul kepalaku, memastikan ini mimpi atau nyata, saat kabar kepastiannya semakin jelas, akupun bersujud syukur, berterima kasih untuk segala nikmat, rezeki, anugrah yang Allah berikan, betapa Tuhan Maha Digital, saksikanlah bahwa apa yang tertulis tidak pernah luput dari persaksian Allah, Allah mengetahui doa-doa yang dituliskan di facebook, makanya gak usah nyinyir sama orang yang doa lewat fesbuk, twitter, soal ikhlas tidaknya itu terserah pribadi masing-masing, Allah has no facebook but He's my friend and He has no twitter but I still follow Him, yang kurasakan saat itu aku tidak berharap lebih, hanya ikut bahagia atas karuniaNya, atas rezeki orang lain. Benar kata Yai Abdullah, anggap saja kado dari Pak Dahlan, karena besoknya aku melaksanakan akad nikah, benar-benar kado terindah.. 

Tanggal 23 Maret adalah akad nikahku, pada saat itu juga sebenarnya adalah perkenalan dengan Pak Dahlan agar lebih dekat dengan calon jamaah umroh, aku absen tentu saja. Pertengahan bulan April ada uji kelayakan di Masjid Akbar bagi calon jamaah umroh, sejumlah peserta diuji bacaan hafalan al-Qur'annya oleh Prof. Ahmad Zahra, guru besar UIN Sunan Ampel Surabaya.

Karena beliau adalah dosenku di Pasca Sarjana UINSA, tentunya proses ujian tidak sewajarnya :v beliau menanyakan bagaimana kabar ayah mertuaku, loh? Ternyata ayah mertuaku adalah teman akrab beliau semasa kuliah dan beliau sering komunikasi dengan ayah mertua, dan lagi-lagi akunya yang gak tau, ealaah.. Wkwk.. Dunia sedaun kelor.. Trus ujiannya gimana? Ya lolos lah, kan beliau sudah seperti ayahku sendiri.. kwkw

Tanggal 21 Mei impianku menjadi nyata. 2 minggu setelah pesta pernikahan aku harus berpisah sejenak dengan suami untuk melaksanakan ibadah umroh, sebenarnya suami pingin ikut dengan biaya sendiri, tapi beliau udah pernah Haji dan rombongan umroh ini husus untuk yang diberangkatkan Pak Dahlan Iskan, sayang sekali saat hari H keberangkatan, Pak Dahlan jatuh sakit, beliau berpesan pada para Huffadz untuk mengkataman Qur'an dan mendoakan beliau agar segera sembuh, dan kini aku juga ikut prihatin dengan kasus yang menimpa Pak Dahlan, yang kutau beliau orang baik, terlepas dari beliau yang mengumrohkan aku, sejak dulu aku sangat mengaguminya, semoga kebenaran akan segera nampak.. 

Saat umroh aku berdoa 3 hal, salah satunya agar segera diberi momongan, dan cara Tuhan menjawab doaku sangat indah, Dia tidak hanya mengabulkan permintaanku, tapi mengabulkan yang melebihi permintaanku, anakku lahir dengan normal dan sehat, tak lama kemudian hamil lagi lahir dengan normal dan sehat pula.. Rabbi Habli min al-Saalihiin..

Terima Kasih untuk skenarioMu yang indah ini, Allah..


26 komentar

Syahro jedor-jedor... Syahro iklan sirup marjan... :))
Wah, senang rasanya bisa berziarah ke Baitullah...!
Uswah mengatakan... 25 Juni 2015 07.49
hihii..

seneng plus2 karna grates ;) :D
Delete
ReplyDelete
Setuju. Kita nggak perlu mengajari Tuhan. Folback ya. www.elisakoraag.com
Member blogmu yang ke 274
Uswah mengatakan... 25 Juni 2015 08.03
siap kakaaaaak..
Delete
ReplyDelete
judulnya bikin greget...
terharu dengan nasibmu mba....:)
kapan ya aku bisa umroh gratis....hihihi
Uswah mengatakan... 25 Juni 2015 08.23
semoga nasibmu lebih baik bang.. bisa haji gratis,, hihihi
Delete
ReplyDelete
Subhanaullah ya mbak berkah ramadhan, Allah emang gak tidur kapanpun Dia berkehendak maka dalam sekejap jadi nyata.
Uswah mengatakan... 25 Juni 2015 08.42
:') :D
Delete
ReplyDelete
Hehe baru tau deh sekarang fotonya mbak Uswah :)
Alhamdulillah ya mbak :)
Uswah mengatakan... 25 Juni 2015 09.28
iya baru penampakan bang.. alhamdulillah ya.. ternyata orangnya seperti ituh.. wkwk
Delete
ReplyDelete
noniq mengatakan... 25 Juni 2015 18.26
Terima kasih tulisannya menginspirasi.
Salam kenal dan sudah follow ya ^^

ditunggu folbeknya :)
Uswah mengatakan... 25 Juni 2015 21.43
tararengkyuu.. meluncurrr ke TKP
Delete
ReplyDelete
Rawins mengatakan... 25 Juni 2015 21.04
Rejeki memang sudah diatur dan ga bisa ditebak
Uswah mengatakan... 25 Juni 2015 21.48
selalu bersyukur untuk segala hal :)
Delete
ReplyDelete
MasyaAllah, rezeki memang Allah yang atur ya mak. Semoga doaku untuk haji dan umroh disini bisa terwujud juga <3
Uswah mengatakan... 26 Juni 2015 18.53
aaamiin aaamiiin.. semua yang tertulis tak luput dari stalkingNya mak :*
Delete
ReplyDelete
Pastinya rezeki sudah diatur..
Uswah mengatakan... 26 Juni 2015 21.59
dan terkadang tak terduga :)
Delete
ReplyDelete
P/s salam ramadan dr malaysia
Uswah mengatakan... 26 Juni 2015 22.12
barakallah fiki..
Delete
ReplyDelete
Alhamdulilah ya mba, sekarang sudah mendapat hadiah besar dari Allah... Tentunya hanya untuk orang pilihan, Selamat ya. sekarang sudah bisa di panggil bu hajjah dong :D
ReplyDelete
subhanalllah luar biasa, semoga saya bis anyusul juga ya. rezeki itu datang dari arah yang tidak diduga2,

tapi ngga ngerti sama bahasa daerahnya -__-
ReplyDelete
Rezeki sudah ada yang mengatur
kapan ya saya bisa umroh gratis :)
ReplyDelete
pastinya smua udah diatur, rezeki gak kemana. Udah aku follow, followback ya mba :)
ReplyDelete
rezeki yang tidak terduga ya mbak alhamdulillah :)
ReplyDelete
saya setuju dengan tulisan kamu mbak
ReplyDelete

Posting Komentar

Budayakan berkomentar  ヽ(^。^)ノ

Cancel Reply