Kamis, 04 Desember 2014

catatan untukku

Posted by Uswah on Kamis, Desember 04, 2014 with 56 comments


Orang tua yang tidak menghargai kejujuran anak-anaknya akan menjadikan anak-anaknya gemar melakukan kebohongan

Orang tua yang suka membeda-bedakan anaknya sama halnya menganggap anak-anaknya seperti kuda yang mana mereka akan saling berpacu untuk mengalahkan saudara-saudaranya

Orang tua yang senantiasa membela kesalahan anaknya akan menjadikan anaknya gemar menyalahkan orang lain atas kesalahan yang dilakukannya sendiri

Ternyata menjadikan surga ada di telapak kaki kita tidaklah mudah, tidak sekedar ngoyo saat hamil dan pertaruhan nyawa saat melahirkan, tapi mendidiknya menjadi manusia yang berakhlak juga sangat sangat penting

*catatan untuk diri sendiri dan para orang tua

56 komentar

asiiik dapet ilmu nih dari mba uswa hehehe
terimakasih infonya ...
sama2 mbak ipeee.. hihii..
Delete
ia asik benar
Delete
eaaa k44k444
Delete
ReplyDelete
udah ke catet ya
dua lembar malah :)
itu pasti dikapslok semua yak hurufnya -______-
Delete
ReplyDelete
kata mutiara tentang anak-anak ini ada tertulis dalam buku hitam kojo milik saya justru lebih panjang kutipan dari beberapa filsuf dunia dan filsuf Islam, kenapa cuman di ambil cuman sepenggal, jadinya kurang makjleb deh ih.

jagoan kecilnya ini kan yang pernikahan di waliin sama Menteri Dahlan Iskan tea ini teh kan?
masa si mang? padahal ini terinspirasi saat melihat ada buibu yang marah2 gegara ngebela anaknya yang udah jelas salah..

ahaa.. bukan mang.. waktu itu pak dahlan kasih hadiah nikah berupa umroh, dan si kecil itu ada dalam rapalan doa2ku ketika umroh di tanah suci ;)
Delete
oo gituh ya, maklum saya mah dari desa jadi gampang lupa.

keren dong rapalannya langsung di depan Ka'bah.
semoga jagoannya sehat dan ceria selalu, kelak gede jadi kebanggaan keluarga dan bangsa, jujur dan sederhana kaya pak Dahlan...aaamiiiin
Delete
amiinn
Delete
aaamiiin.. makasih mang ubi, kang agus..
Delete
ReplyDelete
Kata mutiara mengenai anak-anak ini malahan lebih panjang dari yang ada di buku hitam milik saya tea...inget kan? hasil kutipan dari para filsuf dunia terutama filsuf Islam, kenapa cuman di comot cuman dikit, jadinya kan kurang makjleb...:D

betewe, jagoan kecilnya ini kan hasil karya yang pernikahannya di wali i oleh pak menteri Dahlan Iskan tea itu kan ya?
suwer dah kaga ngutip dari mana2 :v
Delete
ReplyDelete
Kata mutiara mengenai anak-anak ini malahan lebih panjang dari yang ada di buku hitam milik saya tea...inget kan? hasil kutipan dari para filsuf dunia terutama filsuf Islam, kenapa cuman di comot cuman dikit, jadinya kan kurang makjleb...:D

betewe, jagoan kecilnya ini kan hasil karya yang pernikahannya di wali i oleh pak menteri Dahlan Iskan tea itu kan ya?
saking semangetkan kang lembu komen sampe 3 kali :v
Delete
iya gan :v
Delete
pasti semangat 54
Delete
dan cemungut 48
Delete
ReplyDelete
catatan nya sangat bermanfaatt sekali ini untuk para orang tua :) dan saya izin simpan yang mbak catatan nya :D dan izin Follow :D
sama2 mas.. silahkan dipraktekkan ya :D tirimikisih atas follownya :D
Delete
ReplyDelete
katanya2 singkat padat dan mudah di pahami, semestinya setiap orang tua tau hal ini
semoga bisa menjadi renungan ya..
Delete
ReplyDelete
Memang nggak mudah ya jadi orang tua itu.

Apa kabar nih? lama ya tak bersua kata :)
mbak elyyyyy... ya Tuhaaaan... kangeeeen banget.. au ah fokus sama kangennya ajah.. besok bakal tak ublek2 blognya mbak ely.. siap2 banyak notif yak :p
Delete
ReplyDelete
Subhanalloh,,,,,tulisan diatas mengingatkan saya pada suatu kejadian,dimana ada orang tua selalu membela anaknya yang sudah jelas salah,,,,,dan sampai sekarang masih terjadi,,,,,,,,
hal seperti itu akan menjadikan anak2nya pengecut kang! naudzubillah.. bahkan Nabi bersabda akan memotong tangan Fatimah jika dia terbukti mencuri
Delete
ReplyDelete
Menjadi orang tua memang susah payah,, mau jadi seperti apa seorang anak itu tergantung dari didikan orang tuanya,,, jika orang tua telah berperilaku tidak baik maka pasti anak-2nya juga akan mengikuti,, begitu juga sebaliknya... lantas dalam kasus seperti ini,, kira-2 ada tidak solusi dari mba Uswah ???
sebagai seorang ibu aku hanya berusaha bersikap adil kepada anak2ku, dan yang terpenting: tidak membentak anak, tidak memarahi anak pada hal-hal yang sepele, lebih bersabar lagi kepada anak, memang tidak mudah bicara, kadang aku sempat kesal dengan anak hanya karena susah diaturnya atau kebanyakan tingkah yang membahayakan dirinya, tapi alhamdulillah suamiku begitu bersabar untuk selalu membimbingku menjadi ibu yang baik, ketika aku kesal dengan anak atau merasa ingin marah suamiku selalu menasehatiku dengan bahasa yang halus, dengan seperti itu maka tertahanlah kata-kata kasar atau bentakan yang ingin dilontarkan pada anak2ku, nah.. intinya tidak hanya ibu, seorang ayah juga turut andil menyayangi istri yang sudah merawat anak-anaknya, dengan adanya kerja sama yang baik antara ayah dan ibu, insya Allah anak akan lebih terarah menjadi manusia yang berakhlak.. logikanya bikinnya bareng kok yang susah cuma perempuan.. hehee, abaikan kalimat terakhir >_<
Delete
ReplyDelete
bener mbak proses melahirkan adalah sulit tapi ada yang lebih sulit lagi yaitu memelihara dan mengantar jalan hidupnya
iya kang.. ternyata proses melahirkan itu cuma biasa aja.. jadi pingin melahirkan lagi #salahPokus :P
Delete
ReplyDelete
langsung di copy, buat dibaca2 dan mengingatkan kala berinteraksi dg anak2
monggo silahkan semoga bermanfaat :)
Delete
ReplyDelete
Kejujuran adalah bekal yang sangat berharga untuk sejak awal ditanamkan sejak dini untuk anak anak kita , anak masa depan. Sebab jika sejak kecil sang anak sudah dilatih untuk jujur kepada diri sendiri bisa menjadi landasan yang sangat kuat buat sang anak saat dia menanjak menjadi dewasa. Kejujuran adalah permata yang sangat berharga yang bisa kita wariskan untuk anak anak masa depan, masa depan Indonesia yang lebih baik
betul bang.. anak yang jujur sedangkan kejujurannya tidak dihargai orang tua maka anak akan memilih berbohong hanya sekedar menghindari kemarahan orang tuanya :)
Delete
ReplyDelete
sangat bermanfaat, singkat tapi mudah dipahami, dan jelas, :)
makasih udah berbagi mbak :)
alhamdulillaaah :)
Delete
ReplyDelete
itu untuk ibu ya mba,,??
teruusss,,,, apa yang harus di perbuat untuk seorang ayah terhadap anak
menyayangi ibunya anak2
Delete
ReplyDelete
surga...., kata yang sederhana..namun bagi sebagian orang adalah hal yang rumit mewujudkannya, namun bagi sbagian orang lagi orang adalah hal yang mudah dan sederhana untuk mewujudkannya...., apalagi surga di telapak kaki sang ibu....,
keep happy blogging always....salam dari Makassar :-)
Uswah mengatakan... 25 Juni 2015 22.21
makasih bang.. dikau selalu menyejukkan di blogger bang..
Delete
ReplyDelete
bener binggo! oh, Ibuuu ... \(^o^)/
Uswah mengatakan... 25 Juni 2015 22.34
opo sak :v
Delete
ReplyDelete
makasih pencerahannya ibuk uswa :)
Uswah mengatakan... 25 Juni 2015 22.44
iya om :)
Delete
ReplyDelete
Wah kata-kata yang sederhana tetapi sungguh 1000 makna mak. Semoga kita sungguh bisa jadi Ibu yang baik untuk kelg terutama anak-anak ya mak
Uswah mengatakan... 25 Juni 2015 22.19
iya mak.. aaamiiin. semoga kita bisa ambil hikmah yaa..
Delete
ReplyDelete
100% straight mba..
suka...suka..suka
sukses terus ya mba
Uswah mengatakan... 25 Juni 2015 22.18
aaamiiin.. aaamiiin..
doa yang sama dariku buatmu yaaa..
Delete
ReplyDelete
Memang gak mudah dan gampang ya mbak menjadi orang tua itu.. apalagi yang punya anak 2,3,4,5,6, dan seterusnya ...
Uswah mengatakan... 25 Juni 2015 22.15
rencana 11 mang :p
Delete
ReplyDelete
eksak mengatakan... 22 April 2015 03.14
Dan gue pengen ngasih woyo-woyo buat Ibu kayak elo ini, Hidup Uswah! \m/
Uswah mengatakan... 25 Juni 2015 21.57
eksakkkk... lu terdampar di planet mana sekarang, mblo!
Delete
ReplyDelete
Menjadi orang tua yang baik memang sulit. Tetap berusaha menjadi yang terbaik untuk sang buah hati. Keep blogging
ReplyDelete
jasa orang tua, tiada bisa kami ganti dg apapun
ReplyDelete
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Delete
ilmu lagi nih,,bagus bagus.. terima kasih ya mbak..
ReplyDelete

Posting Komentar

Budayakan berkomentar  ヽ(^。^)ノ

Cancel Reply